Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

BP wrote:Saya tidak ke posting ke AFFI karena saya bukan netter FFI dan tidak punya masalah dengan AFFI. Dan bahasan-bahasan saya disini adalah Apologi terhadap iman Kristen sendiri, khusus untuk studi Alkitab saja, bukan memfitnah/mengolok agama lain.

Terhadap pandangan negatif dari netter tsb terhadap artikel yang saya tulis, itu hal yang biasa-biasa saja. Memang ada sebagian orang untuk menyatakan pendapatnya benar, ia perlu mengdiskreditkan orang lain, dan itu sah-sah saja, toh yang bersangkutan bicara dikandangnya sendiri.

Ada beberapa hal yang dipersoalkan, saya tidak menanggapi persoalan "beda tafsir". Tetapi disini saya berikan contoh yang mengenai kata dan aksara Ibrani yang dipersoalkan, misalnya kata : אדם- 'EDOM, ALEF - DALET - MEM, netter tersebut mengatakan harus ada aksara "vav" sehingga penulisannya אדום - 'EDOM, ALEF - DALET - VAV - MEM

Penulisan אדם- 'EDOM tidak harus menggunakan "vav", Leksikon Ibrani sendiri untuk kata 'EDOM menulis dengan tidak menggunakan "vav". Silahkan cek di http://cf.blueletterbible.org/lang/lexi ... ongs=H0123

Selanjutnya Anda dapat meng-"google" masih banyak contoh-contoh dalam literatur Ibrani yang menulis aksara אדם tanpa huruf "vav" yang dibaca 'EDOM. Dan silahkan dinilai siapa yang paham/ tidak paham bahasa Ibrani :)


pak BP, saya tidak pernah mengatakan bahwa edom seharusnya "alef - dalet - waw - mem pesyuta", tampaknya pak BP selain harus belajar Bahasa Ibrani harus juga belajar menganalisis setiap perkataan orang lain...


saya hanya mengatakan bahwa 1 Tawarikh 18: 11-12 menulis edom "alef - dalet - waw - mem pesyuta" (hal ini berbeda dengan anda yang mengatakan bahwa tulisannya "alef - dalet - mem pesyuta", seolah-olah ingin menunjukkan bahwa benar-benar ada kesalahan penyalinan yang seharusnya dalet ditulis resy)

silahkan cek ulang 1 Tawarikh 18: 11-12;

גַּם־אֹתָם הִקְדִּישׁ הַמֶּלֶךְ דָּוִיד לַיהוָה עִם־הַכֶּסֶף וְהַזָּהָב אֲשֶׁר נָשָׂא מִכָּל־הַגֹּויִם מֵאֱדֹום וּמִמֹּואָב וּמִבְּנֵי עַמֹּון וּמִפְּלִשְׁתִּים וּמֵעֲמָלֵק׃

jelas tertulis di situ me edom (מֵאֱדֹום), jelas tertulis di situ ו waw!...
cukup jelaslah siapa yang melakukan pembenaran atas ide-idenya...

cek lagi di sini: edom - אדום
http://info.babylon.com/onlinebox.cgi
http://translate.google.co.id/?hl=id#id|iw|edom

saya tarik sebuah kesimpulan dari BP:

dia mengatakan penyalin Tanakh keliru membedakan dalet pada edom (1 Tawarikh 18: 11-12) dengan resy pada aram (2 Samuel 8: 11-12) karena huruf dalet dan resy persis dan mungkin naskahnya sudah usang... dia menggambarkan bahwa kekeliruan ini seperti ilustrasi berikut:

ארם- 'ARAM, ALEF - RESY - MEM ===>>> 2 Samuel 8: 11-12

אדם- 'EDOM, ALEF - DALET - MEM ===>>> 1 Tawarikh 18: 11-12

padahal yang benar pada ayat itu tertulis demikian:

ארם- 'ARAM, ALEF - RESY - MEM ===>>> 2 Samuel 8: 11-12

אדום- 'EDOM, ALEF - DALET - WAW - MEM ===>>> 1 Tawarikh 18: 11-12

rupanya yang keliru bukan penyalin naskah tsb tapi bung BP sendiri yang keliru "menyangka" (karena dia tidak bisa baca aksara Ibrani, maka dia sangka tulisan pada 1 Tawarikh 18: 11-12 adalah "alef-dalet-mem" padahal yang benar "alef-dalet-waw-mem")... bung BP merasa diperkuat anggapannya karena link Strong ini: http://www.blueletterbible.org/lang/lex ... ongs=H0123

padahal link tsb justru kontradiktif dengan Alkitab sendiri:

Image

ada keganjilan dari penjelasan Strong, perhatikan tulisan: "The nation is called more fully לִבְנֵי אֱדם Ps. 137: 7; and poet dstnya....."

di Mazmur 137: 7 tertulis "li v'ney edom" (לִבְנֵי אֱדם) - pada bagian "edom" tertulis alef - dalet - mem dan tidak terdapat huruf waw, apakah benar?

http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt26d7.htm
זְכֹר יְהוָה, לִבְנֵי אֱדוֹם

PERHATIKAN!

Tanakh menulis לִבְנֵי אֱדוֹם sedangkan Strong menulis לִבְנֵי אֱדם... rupanya BP telah berpegangan pada "tali yang salah"...

BP wrote:Terhadap pandangan negatif dari netter tsb terhadap artikel yang saya tulis, itu hal yang biasa-biasa saja. Memang ada sebagian orang untuk menyatakan pendapatnya benar, ia perlu mengdiskreditkan orang lain, dan itu sah-sah saja, toh yang bersangkutan bicara dikandangnya sendiri.


anda sendiri mencoba-coba mendiskreditkan Islam dengan berbagai artikel terutama pelencengan aqidah, anda mencomot sebagian ayat-ayat Qur'an yang menyuruh Muslim untuk berpegang pada "Taurat dan Injil" anda, padahal di ayat lain ditegaskan bahwa kalian telah merubah perkataan Allah dalam Taurat dan Injil, nyata sudah bukti-bukti yang dipaparkan di sini... edom sendiri saja berani kalian ubah?..

BP wrote:Kata EDOM dapat ditulis dengan אדם atau אדום , lihat artikel ini : http://www.conservapedia.com/Edom


memang benar bahwa edom bisa ditulis אדם atau אדום, semua tergantung struktur kalimat yang dibantu dengan harakat, sepanjang yang saya pelajari tentang Bahasa-bahasa Rumpun Semitik, semua memiliki kesamaan nahwu sharaf atau contoh: 'adum bisa ditulis عدم (berarti harakatnya fat-hah, dhammah, dhammah: عَدُمُ),

tapi dalam unsur harf, setiap ucapan i akan ditekankan yod atau ya (misal: li ===>> לִי - لِيْ), u akan ditekankan waw atau wawu (misal: bu ===>> בֻּו - بُوْ)... khusus Ibrani, ucapan o juga memakai waw (misal: bo ===>> בֹּ)...

jika ucapan a, terkadang ditekankan alif (khusus dalam Bahasa 'Arab), misalnya perhatikan huruf jim dengan ba dari kata: "jabal" (جَبَالُ), dalam vowel latin bisa ditulis "gebal" atau "jebal", artinya, e pada vowel latin itu konversi frase dari harakat fat-hah yang tidak diperkuat alif, sedangkan yang diperkuat alif akan dikonversikan a... jika sampai sini anda mengerti, kita lanjut ke 'adum di atas...

'adum tanpa wawu (عَدُمُ) itu sah sah saja, tergantung struktur kalimat, namun jika anda belajar Bahasa 'Arab, jika huruf gundul 'adum anda tulis berdiri sebagai harf (عدم), maka yang anda temui ucapan 'adam, jika anda tambahkan wawu (عَدُوْمُ), maka anda akan menemui ucapan 'adum seperti yang dimaksud di atas...

bagaimana dengan huruf gundul אדם? jika dia berdiri sendiri, maka akan dibaca adam bukan edom ===>>> http://translate.google.co.id/?hl=id&ta ... dom%0Aadam

hal ini sering anda temui:

1. edom = אדום (edom, merah)
2. syalom = שלום (salam, halo, kesejahteraan)
3. yom = יום (hari)

dengan kata lain, jika anda suruh orang Israel membaca tulisan אדום, maka mereka akan mengatakan "edom", jika anda suruh mereka membaca tulisan אדם, maka mereka akan mengatakan "adam"...

BP wrote:Masih banyak lagi contoh literatur Ibrani menulis 'EDOM dengan אדם .


Dalam Situs http://www.messianic-torah-truth-seeker ... heet25.htm menulis
25:30 And Esav said to Ya'akov (יעקב):
"Feed me, I pray thee, with that same red [stew]; for I [am] faint: therefore was his name called Edom (אדם).

Keterangan nama 'EDOM diatas menggunakan aksara אדם tanpa "vav".


link yang anda berikan bertentangan dengan isi Tanakh:

http://www.messianic-torah-truth-seeker ... heet25.htm
messianic torah wrote:25:30 And Esav said to Ya'akov (יעקב):
"Feed me, I pray thee, with that same red [stew]; for I [am] faint: therefore was his name called Edom (אדם)


kita coba lihat Tanakh dan kita bandingkan sama-sama, perhatikan Genesis (Sefer Beresyit) pasal 25 ayat 30:

http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt0125.htm
mechon-mamre.org: Genesis 25: 30 wrote:וַיֹּאמֶר עֵשָׂו אֶל-יַעֲקֹב, הַלְעִיטֵנִי נָא מִן-הָאָדֹם הָאָדֹם הַזֶּה--כִּי עָיֵף, אָנֹכִי; עַל-כֵּן קָרָא-שְׁמוֹ, אֱדוֹם


http://www.hebrewbibles.com/hebrew-bibl ... -0125.html
hebrewbibles.com: Genesis 25: 30 wrote:וַיֹּאמֶר עֵשָׂו אֶל-יַעֲקֹב, הַלְעִיטֵנִי נָא מִן-הָאָדֹם הָאָדֹם הַזֶּה--כִּי עָיֵף, אָנֹכִי; עַל-כֵּן קָרָא-שְׁמוֹ, אֱדוֹם


http://www.scripture4all.org/OnlineInte ... /gen25.pdf
scripture4all.org: Genesis 25: 30 wrote:אֱדוֹ
adum :
Edom


semuanya menulis אדום, oke sampai sini kita clear, sekarang kita bahas Samuel...

BP wrote:Memang dalam naskah Tanakh untuk ayat tsb menulis אדום (dengan "vav"). Tetapi khusus kajian untuk 2 Samuel 8:12 saya menyoroti mengapa ada perbedaan 'ARAM vs 'EDOM, dan nantinya bisa diluruskan dengan membandingkannya dengan naskah Septuaginta.

Dari naskah tsb, saya menarik kesimpulan bahwa kemungkinan ada kesalahan penyalinan huruf DALET menjadi RESY (dan ini tidak menutup kemungkinan pula adanya aksara "vav" yang terhapus karena naskah yg tua/ rusak).


BP wrote:Banwa saya tidak menulis kesimpulan/ anggapan sbb :
n'DhiK wrote:אדם- 'EDOM, ALEF - DALET - MEM ===>>> 1 Tawarikh 18: 11-12


Dua perbandingan aksara 'ARAM dan 'EDOM adalah kajian untuk 2 Samuel 8:12 (bukan untuk 1 Tawarikh) :

BP wrote:Telah terjadi kesalahan penyalinan naskah Hebrew pada 2 Samuel 8:12, seharusnya Edom. Kedua nama Edom, dan Aram, Tulisan dalam bahasa Ibrani (Hebrew) Edom dan Aram hampir tidak dapat dibedakan apalagi karena naskah Ibrani ditulis dengan huruf mati semua.

Yang dipertanyakan: Manakah yang benar "dari orang Aram", atau "dari orang Edom"? Sepintas lalu persis sama, padahal cuman beda antara huruf RESY dan DALET'.

ארם- 'ARAM, ALEF - RESY - MEM

אדם- 'EDOM, ALEF - DALET - MEM



ya, baik, anda mengatakan bahwa 2 Samuel 8: 12 telah salah menulis Aram yang seharusnya Edom dengan membandingkannya dengan Septuaginta...

sepintas kita boleh dan sah sah saja membandingkan dengan salinan lain, namun dalam pemikiran yang obyektif, apa anda tidak berpikir ulang: mengapa Septuaginta bisa menerjemahkan salinan itu dengan "Edom"?..

jawaban sederhana: para penyalin membandingkannya dengan Tawarikh yang menulis Edom dengan sempurna sedangkan Samuel tidak menulis Edom dengan sempurna..

lalu apa anda tidak berpikir ulang lagi: mengapa para penyalin naskah Masoret tidak memakai cara para penyalin Septuaginta?

saya sudah menebak jawaban anda: karena penyalin naskah Masoret tidak berani mengubah apa yang terbaca oleh mereka...

namun sekali lagi apa anda tidak berpikir ulang lagi: mengapa para penyalin naskah Septuaginta yakin bahwa resy pada Aram adalah seharusnya dalet pada Edom padahal pada Edom di Tawarikh terdapat huruf waw setelah dalet, maka seharusnya setelah resy terdapat huruf waw juga?

lagi-lagi saya sudah menebak jawaban anda: karena naskah asli Tanakh sudah rusak, mungkin waw pada Aram yang seharusnya Edom itu terobek atau rusak atau usang termakan zaman...

namun terakhir kali anda saya ajak berpikir ulang: bagaimana jika seandainya yang rusak bukan Samuel melainkan Tawarikh dan di situ tertulis Edom sedangkan Samuel menulis Aram? maka yang manakah yang anda pilih, yang rusak atau yang mulus sebagai ayat yang benar? apakah kita bisa jamin yang rusak itu salah sedangkan yang mulus itu menjadi patokan yang rusak?

secara kasat mata sih bisa bisa saja, tapi ingat bahwa setelah dalet seharusnya ada waw, namun pada Aram, setelah resy tidak terdapat waw...

dalam hal ini, banyak sekali jawaban-jawaban yang anda sajikan karena kesalahan penyalinan ulang,

sekarang anda saya ajak beranalogi, ketika saya menulis di Buku A "rumah" dan Abdul menulis di Buku B juga "rumah", tulisan saya pada Buku A itu sudah usang misalnya menjadi "rwmhk", apakah anda jika menyalinnya tetap menulis "rwmhk" atau menulis "rumah" sesuai perbandingan Buku B? maka anda pasti menulis "rumah" bukan "rwmhk"...

itu jika memang di situ tertulis sama-sama "rumah", tapi seandainya jika saya menulis di Buku A "rumah" dan Abdul menulis di Buku B "kemah", tulisan saya pada Buku A itu sudah usang misalnya menjadi "krmah", maka apakah anda jika menyalinnya tetap menulis "krmah" atau menulis "kemah" dengan perbandingan Buku B? maka anda pasti menulis "kemah" bukan "krmah"... dengan kata lain, anda sebagai penyalin telah mengubah isi Buku A yang seharusnya tertulis "rumah" menjadi "kemah" sesuai Buku B, kembali pada pertanyaan awal: apakah kita bisa jamin yang rusak itu salah sedangkan yang mulus itu menjadi patokan yang rusak?

pertanyaan di atas bukan tanpa dasar, banyak ditemui kasus kesalahan penyalinan, namun tidak ditemukan sedikitpun kesalahan struktur kata!...

misal, jika memang naskah itu usang rusak tersobek-sobek, maka penyalinannya seharusnya begini:

PERBANDINGAN A
BUKU A ===== BUKU A' ===== BUKU B ===== BUKU B'
kmong ====== kmong ===== keong ====== keong
kesel ======== kesel ====== kesal ====== kesal
jehat ======== jehat ====== jahat ====== jahat

BUKU A dan B melambangkan 2 Kitab naskah asli Tanakh yang rusak, BUKU A' dan B' melambangkan 2 Kitab salinan dari naskah asli Tanakh oleh para rabbi yang jujur...

tapi apa yang ditemui di lapangan, justru salinannya seperti ini:

PERBANDINGAN B
BUKU A ==== BUKU A' ==== BUKU B ==== BUKU B'
kmong ===== keong ===== keong ===== keong
kesel ======= kesal ===== kesal ====== kesal
jehat ======= jahat ===== jahat ===== jahat

BUKU A dan B melambangkan 2 Kitab naskah asli Tanakh yang rusak, BUKU A' dan B' melambangkan 2 Kitab salinan dari naskah asli Tanakh oleh para rabbi yang ingin memperbaiki struktur kata...

maka hasilnya, tidak ada sedikitpun kesalahan struktur kata pada salinan Tanakh, padahal logikanya, jika naskah asli rusak dan hurufnya hilang atau robek, maka jika rabbi itu jujur, maka dia tetap menulis seperti PERBANDINGAN A, dan kita akan menemukan kesalahan struktur pada salinan, dan ketika dicek, kita boleh boleh saja mengatakan seharusnya keong, kesal, jahat (atau kita boleh saja mengatakan itu kesalahan penyalinan)... lalu bagaimana dengan PERBANDINGAN B, kita tidak bisa memegang sepenuhnya bahwa PERBANDINGAN B terjadi karena kesalahan penyalinan (itupun dalam kondisi kedua Buku di atas menjelaskan kata yang sama, namun jika berbeda, bagaimana?)...

sempurna sekali bukan struktur kata di bawah ini:

אֱדֹום === אֲרָם
שְׁלֹשׁ === שְׁמֹנֶה
שְׁנֵים === שְׁמֹנָה
אַרְבָּעִים === עֶשְׂרִים

sempurna sekali, tidak ada sama sekali kesalahan struktur kata di situ, namun kesempurnaan ini membuktikan bahwa mustahil orang menyalin naskah rusak namun masih bisa menyalin dengan kata yang benar....

okelah anda tidak mau berpikir kritis soal ini dan anggap saja masalah ini sudah clear, yaitu kesalahan penyalinan...

bersambung

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: