Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6




Lady Gaga lahir dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta, dari keluarga campuran Italia Amerika, di New York City pada tanggal 28 Maret 1986, sebagai putri sulung Joseph Germanotta dan Cynthia Dibesarkan dalam lingkungan Katolik Roma,di Manhattan


Kehadiran Lady Gaga di Asia dalam rangka tur The Born This Way Ball nya memicu beberapa Penolakan di bebeberapa negara

Nah, apa saja kontroversi seputar wanita bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta. Berikut daftarnya:

1. Kostum daging hewan. Kostum dari daging asli rancangan Franc Fernandez tersebut dikenakan pada MTV Video Music Awards,didampingi oleh empat anggota Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (Mike Almy, David Hall, Katie Miller dan Stacy Vasquez). Semuanya, di bawah kebijakan militer AS "Don't ask, don't tell" (DADT), telah dilarang bekerja secara terbuka karena seksualitas mereka.Selain itu, Gaga mengenakan gaun dibuat dari daging hewan yang mati saat penerimaan penghargaan. Gaga berharap bahwa gaun tersebut, lebih luas dikenal sebagai "gaun daging", ditafsirkan sebagai pernyataan hak asasi manusia dengan fokus pada orang-orang dalam komunitas LGBT menambahkan bahwa "Jika kita tidak berdiri untuk apa yang kita yakini dan jika kita tidak berjuang untuk hak-hak kita, segera kita akan memiliki hak sebanyak daging di tulang kita sendiri." Setelah acara tersebut, editor dari The Advocate berkomentar bahwa ia telah menjadi "pembela sengit nyata" untuk kaum gay dan lesbian, yang Barack Obama telah janjikan.

2. Lagu Born This Way. Lagu ini juga menjadi nama tur internasionalnya di 8 negara Asia, termasuk Indonesia. Pasalnya dalam sampul albumnya, Gaga terlihat seperti manusia siluman. Lirik lagu juga dituding menjadi manfisto dari Gaga buat para monster kecil julukan buat penggemarnya.

3. Pernah jadi Penari Burlesque. Dalam wawancaranya dengan kritikus rock The Telegraph Neil McCormick pada 2010, Gaga mengaku sebelum terkenal pendapatan utamanya adalah sebagai penari Burlesque. Saat menari, Gaga mengaku hanya menggunakan thong (celana dalam minim yang tidak menutupi bagian bokong). Juga menari go-go untuk grup music Black Sabbath dan lagu-lagu seputar seks oral.

4. Video mesum. Dalam beberapa video klipnya, Gaga sering tampil sangat terbuka bahkan telanjang. Juga menyajikan seks masokhis dan pencampuran adegan seks dengan religi seperti tampak pada lagu Alejandro.

5. Digugat mantan pacar. Pada 2010, mantan pacarnya Rob Fusari yang sekaligus rekan bisnis dan produsernya mengugatnya. Nama Lady Gaga ternyata disematkan oleh Fusari dan membentuknya gayanya hingga terkenal seperti saat ini. Fusari menuntut Gaga senilai US$ 30,5 juta. Kasus itu akahirnya diselesaikan di luar pengadilan.

6. Es krim rasa air susu ibu. Sebuah perusahaan susu merilis rasa baru produk eskrimnya dengan nama “Baby Gaga”. Ternyata es krim itu berbahan dasar vanilla, lemon dan air susu ibu (ASI). Gaga berang dan mengancam menuntut produsen es krim itu.

7. Baju-baju aneh. Tak hanya menggunakan daging sebagai kostum. Gaga juga menggunakan beberapa pakaian yang tergolong aneh. Misalnya, baju red riding hood seperti dalam cerita dongeng “Si Tudung Merah”, baju bak surai singa, sangkar burung dan pakaian ala mandi busa

8. Biseksual. Gaga pernah mengaku sebagai penyuka sesama jenis dan juga lawan jenis. Lagunya Poker Face menjelaskan pandangannya soal biseksual tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, dia berbicara tentang bagaimana pacarnya cenderung bereaksi terhadap biseksualitas, mengatakan "Fakta bahwa aku menjadi wanita, mereka semua terintimidasi oleh itu. Itu membuat mereka tidak nyaman. Mereka seperti, 'Saya tidak perlu memiliki cinta. Saya hanya senang dengan kau'." Ketika dia muncul sebagai tamu di The Ellen DeGeneres Show pada Mei 2009, ia memuji DeGeneres untuk menjadi "sebuah inspirasi bagi perempuan dan untuk komunitas gay".Ia menyatakan bahwa 11 Oktober 2009, National Equality March di mal nasional adalah "peristiwa paling penting dalam karirnya." Saat ia keluar, ia meninggalkan dengan gembira seraya berkata "Tuhan memberkati dan memberkati para gay",

9. Lady Gaga and The Sociology of Fame. Ketidaklaziman penampilan, musik pop dan gaya busananya, menarik perhatian Professor Mathieu Deflem dari University of South Carolina. Gaga dijadikan sebagai bahan penelitian dan membuat kajian akademis dengan judul Lady Gaga and the Sociology of Fame.

10. Judas Song. Setali tiga uang dengan video klip Alejandro-nya yang dinilai menghujat agama, Gaga meluncurkan lagu Judas Song. Dalam lagu itu, Gaga menyatakan cintanya untuk Yudas, seorang murid Yesus Kristus yang mengkhianatinya.

Konser Lady Gaga Ditolak di Beberapa Negara





1.KOREA


Asosiasi gereja-gereja Kristen dan Katolik di Korea Selatan yang dikenal dengan nama The Korean Association of Church Communication berdemonstrasi besar-besaran menolak konser Lady Gaga

Para pejabat Korea Selatan melarang mereka yang berusia di bawah 18 tahun untuk menyaksikan konser penyanyi popo Amerika Serikat, Lady Gaga.
Lady Gaga yang terkenal dengan kostum dan gerakan tari yang seronok memulai tur dunianya di ibukota Korea Selatan hari Jumat (27/4).
Para pejabat menyatakan alasan pelarangan itu adalah konstum dan musik Gaga yang mereka sebut cabul atau terlalu seksi.




2.FILIPINA


Kelompok agama di Filipina, Biblemode Youth, punya cara unik untuk mengungkapkan penolakan terhadap konser penyanyi nyentrik Amerika Serikat Lady Gaga. Biblemode Youth memprotes konser Lady Gaga dengan cara berdoa.


Kelompok ini memimpin kampanye untuk melarang Gaga tampil di Mall of Asia Arena, Manila. Biblemode Youth berencana memulai doa sejak Sabtu nanti, 19 Mei 2012 untuk menghentikan konser Lady Gaga selama dua malam, yaitu tanggal 21 Mei dan 22 Mei 2012.


Kelompok ini menyebut Gaga sebagai anti-Kristus. Lagu Judas yang dinyanyikan perempuan pemilik nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini dianggap penghinaan langsung (hujat) kepada Kristus sekaligus provokatif. Ditambah lagi ia juga selalu mengenakan kostum minim di setiap pertunjukannya. "Lirik lagunya menghina (menghujat) Tuhan," kata pendeta Reyzel Cayanan dari Biblemode Youth.


Promotor konser Lady Gaga di Manila, Renen de Guia dari Ovation Production, menyangkal tuduhan kelompok ini terhadap Lady Gaga. "Orang-orang yang mengkritik Lady Gaga adalah mereka yang tidak ingin menonton konsernya," katanya.

Alasan Polda Metro jaya




Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah mengirimkan surat rekomendasi kepada Markas Besar (Mabes) Polri terkait konser Lady Gaga, Selasa pekan lalu (8/5). Surat tersebut memutuskan bahwa Polda Metro Jaya tidak memberikan rekomendasi atas keberlangsungan konser yang bertajuk "The Born This Way Ball".

Seperti diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, alasan polisi tidak memberikan rekomendasi atas konser Lady Gaga didasarkan pada masukan dari sejumlah pihak yang merasa keberatan dengan kedatangan penyanyi yang bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta itu.
Mereka yang menyuarakan keberatannya, ujar dia, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), anggota DPR Fraksi PPP dan PKS, Forum Umat Islam (FUI), Wahdah Islamiyah dan Lembaga Adat Besar Republik Indonesia (LABRI). Berikut adalah petikan keberatan mereka:
MUI
"Atraksi Lady Gaga di panggung dan sejumlah foto yang diperoleh pada konser sebelumnya dinilai tidak pantas dipertunjukkan di Indonesia, seperti busana yang seksi dan mengumbar aurat yang dapat merusak generasi bangsa.''
DPR, PPP, dan PKS 
"Tampilan Lady Gaga tidak sesuai dengan norma agama dan budaya Indonesia serta bertentangan dengan UU anti pornografi sehingga tidak mungkin digelar di Indonesia.''
FUI 
"Konser Lady Gaga tidak dapat digelar karena umbar syahwat.''
Wahdah Islamiyah 
"Konser Lady Gaga jangan diselenggarakan demi menjaga moralitas bangsa dan untuk menghindari bibit-bibit buruk yg berpotensi diserap generasi muda.''
LABRI 
"Perilaku Lady Gaga tidak sesuai dengan adat istiadat ketimuran dan dapat mendatangkan maksiat".



PKS :sikap Polda untuk menolak konser itu diselenggarakan sudah sangat tepat


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi sikap Polda Metro Jaya yang tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Lady Gaga di Jakarta.
Politisi PKS, Indra mengatakan, sikap Polda untuk menolak konser itu diselenggarakan sudah sangat tepat. Menurutnya, tindakan Polda sudah dipikirkan dengan baik dan matang.
"Tentunya sikap Polda Metro Jaya yang menolak konser Lady Gaga atau rekomendasi tersebut sudah didasarkan pada perhitungan dan pertimbangan yang matang," ujar Indra kepada INILAH.COM, Selasa (15/5).
Anggota Komisi III (membidangi masalah hukum) DPR ini mengatakan konser Lady Gaga tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Jika dibiarkan berlanjut, bahaya gesekan horizontal, antar sesama warga negara, bisa terjadi.
Untuk itu, sikap Polda Metro Jaya yang melarang keramaian untuk konser Lady Gaga di Jakarta, harus ditindak lanjuti juga oleh Mabes Polri. Menurut Indra, Mabes Polri bisa memberikan ultimatum kepada jajaran di bawahnya untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan konser Lady Gaga dimanapun di seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi, dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut sudah seharusnya Mabes Polri tidak mengizinkan atau mencabut izin konser Lady Gaga di Indonesia," katanya.

Alasan Fraksi PPP menolak Lady Gaga


"Kita menilia syair dari lagu Lady Gaga ini anti religiusitas. Sementara dasar negara kita adalah religius. Kita harus ingat dalam TAP MPR sudah disebutkan dilarang menyebarkan paham anti religiusitas," jelas Sekjen DPP PPP Romahurmuzy, Jakarta, rabu
Romi, sapaan akrab Romahurmuzy mengatakan bahwa banyak syair-syair dalam lagu Lady Gaga yang tidak pantas ditiru.
"Syair lady Gaga juga menganut paham vandalis. Dan tidak selayakya anak muda kita menikmati syair begitu," katanya.(fq/inilah)



Alasan FPI Menolak Lady Gaga



Ketua Bidang Dakwah Front Pembela Islam (FPI) Muhsin Ahmad Alattas mengatakan, aliran musik yang dibawakan musisi Amerika Serikat Lady Gaga merupakan musik yang menyembah setan. Penolakan FPI soal rencana konser Lady Gaga di Indonesia, kata Muhsin, karena aliran musik itu merupakan aliran sesat. “Kami jelas menolak karena aliran musiknya menyembah setan,” kata Muhsin saat dihubungi Tempo, Selasa, 15 Mei 2012.
Penilaian FPI itu, disebut Muhsin, juga berdasarkan simbol-simbol tertentu yang selama ini dipakai Lady Gaga saat bernyanyi. Simbol tersebut merupakan simbol-simbol yang dikenal sebagai sebagai simbol pemujaan terhadap setan. Apalagi, kata Muhsin, mereka pernah membuat pernyataan sebagai penyembah setan.
Menurut Muhsin, Lady Gaga dikenal dengan penyanyi yang aksi panggungnya tidak sesuai dengan adat dan budaya masyarakat Indonesia. Penampilan Lady Gaga yang kerap tampil dengan busana minim dinilai Muhsin tidak sesuai dengan norma dan kepatutan masayarakat Indonesia. “Kalau mau seperti itu, ya, silakan saja di Amerika sana, jangan di Indonesia,” ujar Muhsin.
Muhsin pun mengaku prihatin dengan antusiasme masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan konser Lady Gaga. Muhsin juga menyayangkan para penggemar Lady Gaga itu justru berasal dari kalangan anak muda. “Kalau tidak ditolak berbahaya bagi penerus bangsa nantinya,” ucap Muhsin.
Muhsin mengklaim penolakan FPI merupakan cara menyelamatkan generasi muda. Jika konser tetap berjalan, Muhsin khawatir masyarakat Indonesia terpengaruh aliran pemujaan setan. “Bisa saja nanti mereka (para penonton) mulai ikut-ikutan melakukan ritual kecil dan akhirnya justru ikut tersesat. Jadi ini demi generasi bangsa juga,” kata Muhsin.
Muhsin menolak jika disebutkan FPI memberikan tekanan kepada pihak tertentu agar konser Lady Gaga batal digelar. Menurut Husin, penolakan itu juga muncul dari Polda Metro Jaya selaku penjaga ketertiban masyarakat. "Saya kira demikian (tidak memberikan tekanan) karena Kapolda (Metro Jaya) dan Menteri Pariwisata (dan Ekonomi Kreatif) juga sudah menolak,” ujar Muhsin.

Alasan Lembaga Bantuan Hukum Buddhis Indonesia.

Sikap penolakan datang dari komunitas Budha yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Buddhis Indonesia.


"Kami pengurus LBH Buddhis Indonesia – Pusat berdasarkan masukan-masukan umat Buddha anggota LBH Buddhis Indonesia dan memperhatikan pemberitaan media massa, dengan ini menyatakan LBH Buddhis Indonesia menolak digelarnya konser Lady GaGa di Indonesia," tutur Ketua LBH Buddhis Pusat, Budiman.

Pernyataan tersebut dikirimkan kepada Kapolri Timur Pradopo, yang juga dikirimkan kepada KapanLagi.com®. Penolakan tersebut didasari atas lima alasan, sebagai berikut:


  1. Bahwa Lady GaGa pernah mengaku sebagai seorang biseksual. "Saya rasa, saya menganggap diri saya biseksual. Tapi rasanya juga tak adil kalau saya mengatakannya begitu karena saya tak pernah jatuh cinta pada wanita. Saya tertarik pada wanita secara seksual, tapi saya selalu tertarik pada pria gay,” jelas Gaga, seperti dilaporkan Gather.com.
  2. Bahwa Lady GaGa icon pornoaksi dan pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady GaGa tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis. Ini bisa disaksikan melalui videonya yang tersebar di youtube.
  3. Bahwa sesuai pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan adanya promotor pertunjukan yang menegaskan pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga di mana ini jelas merupakan demoralisasi anak bangsa yang menjerumuskan anak pada budaya hedonis (pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan).
  4. Bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati kebhinnekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta melindungi harkat dan martabat setiap warga negara sebagaimana diatur dalam UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
  5. Bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan sebagaimana dimaksud dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Polda Metro Jaya tidak merekomendasikan pertunjukan aksi Lady GaGa, karena berpotensi terjadi konflik yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, serta tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Polda Metro Jaya tetap tidak merekomendasikan pelaksanaan konser, namun Mabes Polri yang berwenang mengeluarkan perizinan.
Rencananya, Lady GaGa akan konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, 3 Juni 2012. Promotor konser Lady Gaga mengklaim tiket yang terjual sebanyak 50.000 lembar sejak 10 Maret 2012.

Alasan GUMAM (
Gerakan Umat Anti Maksiat ) tolak Lady Gaga


Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM) tegas menolak rencana konser Lady Gaga di Jakarta. Sikap itu mereka sampaikan atas sepuluh alasan. Apa saja itu?.
Seperti disampaikan Koordinator Nasional GUMAM, M Ihsan Sofyan di Bunderan HI, Jakarta, Ahad (29/4/2012) kemarin, kesepuluh alasan GUMAM menolak konser artis porno penyembah setan itu diantaranya:


Pertama, Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. Illuminati adalah sebuah kelompok Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Free Masonry kelompok rahasia dan bawah tanah Zionis. Illuminati adalah sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya dan sekte memiliki misi untuk menghancurkan umat Islam melalui ide pemikiran rusaknya.

Kedua, Lady Gaga adalah Ratu Iblis Liberal Pemuja Setan. Dalam video klip lagu Alejandro digambarkan Gaga bersatu dengan Tuhan-kaum Nasrani (Yesus). Lalu dia menyalahkan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat memenuhi keperluan rohaninya. Akhirnya dia merubah diri dari biarawati menjadi paderi Luciferian (syetan) yang dilambangkan dengan tangan kanan menutup mata kirinya (menjadi bermata satu, lambang Yahudi).

Ketiga, Lady Gaga Penyebar Gaya Hidup GAY, LESBIAN dan TRANSGENDER. Salah satu lirik lagu Gaga “Born This Way” yakni : “..No matter gay, straight, or lesbian, transgendered life… I’m on the right track, baby I was born to survive.” Astaghfirullah… Tidak peduli gay, lurus, lesbian, kehidupan transgender. Saya dijalur yang benar…

Keempat, Lady Gaga Icon Pornoaksi dan Pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis.
Kelima, Konser Lady Gaga, Konser Kemaksiatan. Dengan harga tiket mulai dari Rp. 465.000,- sampai Rp. 2.250.000,-, rakyat Indonesia masih mampu melenyapkan 40.000 tiket. Hal tersebut sangat ironis mengingat kondisi ekonomi bangsa Indonesia saat ini. Jangankan membeli tiket semahal itu, sedangkan disekitar kita masih banyak saudara saudara sesama muslim yang kelaparan.

Keenam, Lady Gaga Penyeru Seks Bebas. Dengan vulgar, Lady Gaga membuka rahasia kecantikannya adalah semakin sering orgasme. Ia mendambakan bayi berketurunan Italia dari hasil kumpul kebo dengan kekasih gelapnya. Ia mencari pria pendonor sperma berdarah Italia. Tetapi dia takut menikah, karena takut karirnya hancur.

Ketujuh, Lady Gaga Penghina Seluruh Agama. Dalam konsernya, Lady Gaga seringkali menggunakan atribut biarawati yang berubah menjadi setan, membalikkan salib, melakukan ritual yang aneh seperti menjadikan darah sebagai alat ritual di hotel tempat penginapannya.
Kedelapan, Lady Gaga Penyebar Kesyirikan yang Nyata. Sebelum masuknya hotel tempat menginap, dia meminta paranormal untuk membersihkan kamarnya dari gangguan roh jahat yang mengikutinya.

Kesembilan, Lady Gaga Melecehkan Kaum Wanita. Lady Gaga menganggap bahwa wanita hanya sebagai objek pemuas nafsu seksual semata. Karena dalam setiap konsernya, selalu menggunakan pakaian yang seronok.

Kesepuluh, Lady Gaga Merusak Moral dan Pemikiran Remaja. Dia bercita-cita menciptakan parfum yang terbuat dari sperma dan darah. Dan dia menyatakan bahwa menikah hanya akan merusak karir seseorang.

Alasan Dede Yusuf Menolak Lady gaga



Dede mengakui, lagu-lagu pelantun "Born This Way" itu enak didengar. Namun, lagu dan videonya cukup didengar dan dilihat di video klipnya saja. Artinya, kata Dede, Lady Gaga tidak perlu didatangkan untuk mengisi konser seperti yang direncanakan Juni nanti.

"Lagunya enak, tapi saya bilang, cukup lihat video klipnya saja," kata Dede, usai mengikuti paripurna di Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (15/5/2012).

Seperti diketahui, konser Lady Gaga akan digelar di Jakarta, awal Juni mendatang. Konser ini mendapat penolakan dari ormas dan tokoh masyarakat, termasuk pejabat, salah satunya Dede Yusuf.

Lebih lanjut, politisi yang juga aktor film laga ini, penolakan kehadiran penyanyi solo asal Amerika Serikat itu sebenarnya bukan hanya di Indonesia.

Dede mengungkapkan, Korea Selatan pun ikut menolak Lady Gaga. "Di beberapa daerah di Asia juga menolak," jelasnya.

Penyanyi yang aksi panggungnya kontroversial itu pantas ditolak, karena aksi panggungnya sangat berani.

"Dia (Lady Gaga) mengidentikkan dirinya sebagai jelmaan setan, dan sering melakukan penghinaan terhadap simbol-simbol agama," imbuh Dede, yang mengaku sudah menyaksikan aksi panggung Lady Gaga di YouTube untuk data. Dede pun meminta wartawan melihat aksi Gaga yang berani di YouTube.

Ayah dua anak ini berjanji akan konsisten menolak konser Lady Gaga, khususnya jika konser tersebut diadakan di wilayah Jawa Barat (Jabar).

"Mungkin jika konsernya di Bali enggak apa-apa. Kalau Jabar tidak. Tapi kalau Jakarta mau, silakan. Di sini, di Jabar khususnya Bandung, masih ada etika-etika ketimuran," tutupnya.


Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: