Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Oleh :Muslims Say

Lagi saya menemukan tulisan Kristen yang seolah-olah benar, logis, menyalahkan logika muslim. dengan gaya pede sekali menyatakan logika muslim keliru besar.

tapi sayangnya ketika saya baca justru membuat saya tertawa terbahak-bahak, karena justru logika mereka lah yang keliru besar. lucunya lagi, jika kita balikan tuduhan kesalahan logika tersebut kepada mereka. malah argumen mereka saling menyerang argumen yang lain.


kita lihat apa yang mereka tulis:  > bisa dilihat di sini <

tulisan asli dalam bahasa inggris
Dalam catatan saya, sudah ada 11 (Sebelas) NOTES di Grup ini yang membahas tentang LOGICAL FALLACY. Kami memang sengaja menuliskan, menerjemahkan, membagi tulisan-tulisan mengenai kekeliruan logika dalam berargumen untuk maksud memberi suatu pegangan kepada semua member Grup agar diskusi bisa berjalan dengan "bersih" dan berakhir dengan terbuktinya ketidakbenaran GOSIP-GOSIP TENTANG KEKRISTENAN.

Orang Kristen harus siap untuk menjawab keberatan yang khas dilakukan terhadap Injil. Sebagian besar keberatan didasarkan pada kesalahan logis sederhana. Berikut ini adalah daftar dari beberapa kesalahan yang paling umum digunakan oleh umat Muslim.

Catatan: Muslim rata-rata tidak tahu bahwa argumennya secara logis salah. Dia tulus dalam keyakinannya. Dengan demikian Anda harus sabar dan baik dalam berbagi dengan dia mengapa argumen tidak valid.

1. Asumsi Yang Salah (the Fallacy of False Assumption)

Dalam logika serta dalam hukum, "preseden sejarah" berarti bahwa beban pembuktian terletak pada mereka yang menetapkan teori-teori baru dan bukan pada mereka yang ide-idenya telah diverifikasi. Otoritas yang telah ada lebih dahulu MENJADI HAKIM bagi setiap otoritas yang baru.

Karena Islam datang berabad-abad setelah agama Kristen, Islam memiliki beban pembuktian dan bukan Kristen. Alkitab menguji dan dan menjadi hakim bagi Qur'an. Ketika Alkitab dan Quran bertentangan satu sama lain, Alkitab secara logis harus diberikan tempat pertama sebagai otoritas yang lebih tua. Al Qur'an berada dalam kesesatan sampai ia dapat membuktikan sendiri kebenarannya.

(Karena KEBENARAN ditentukan oleh : (a) kesesuaiannya dengan kebenaran yang telah ada; (b) dapat berkorespondensi dengan kenyataan (fakta); (c) bermanfaat bagi lingkungan. Jika terdapat dua hal yang mengklaim diri BENAR, maka pasti salah satunya benar dan yang lainnya salah. Kita bisa menggunakan tiga prinsip kebenaran ini sebagai alat uji. Penerj).

Beberapa Muslim melanggar prinsip preseden sejarah dengan menegaskan bahwa Islam tidak memiliki beban pembuktian dan bahwa Al Qur'an hakim Alkitab.

Tanggpan :
Secara teori mungkin benar apa yang mereka terjemahkan. tapi secara aplikasi dari teori belum tentu benar. terlebih lagi Kristen menggunakan contoh yang jelas-jelas tidak bisa disesuaikan dengan teori.

lihat apa yang Kristen katakan:

Beberapa Muslim melanggar prinsip preseden sejarah dengan menegaskan bahwa Islam tidak memiliki beban pembuktian dan bahwa Al Qur'an hakim Alkitab.

Ungkapan ini jelas keliru dan tidak berdasar
pertama: melanggar prinsip yakni Islam tidak memiliki beban pembuktian dan AL-Qur'an hakim ALkitab..

Apakah penghakiman Al-Qur'an terhadap Alkitab tidak punya bukti ?

Kenyataanya kritik al-Qur'an atas Alkitab memiliki dapat dibuktikan. walaupun bukan melalui Al-Qur'an, melalui sejarah, bahkan dengan Alkitab sendiri pun dapat dibuktikan.

contoh Al-Qur'an menyatakan Alkitab telah dirubah-rubah dirusak. dengan kata lain ALkitab telah tercampur antara Firman dan Perkataan atau perbuatan manusia.

bukankah ini sudah banyak dibuktikan? adakah Kristen yang sanggup membantah hal ini?

Al-Qur'an menyatakan Yesus bukan TUhan. kenyataanya Alkitab sendiri tidak terdapat pernyataan tegas Yesus Tuhan. malah Kristen memaksakan penterjemahan dari Tuan menjadi TUhan, menambah ayat palsu semisal markus untuk membuat konsep Trinitas, sehingga yesus jadi oknum Firman.

...dan lain-lain.

Lalu apanya yang salah? justru ungkapan Al-Qur'an yang disebut penulis tidak memiliki beban pembuktian, murni Asumsi tanpa bukti.

Satu hal, Apakah Alkitab memiliki otoritas mengkritik teori-teori baru?

Misal sejarah terciptanya alam semesta, Tumbuhan belakangan hidup dari cahaya. Bumi punya tiang, sejarah matahari pernah berhenti dan lain sebagainya yang pernah diceritakan dalam Alkitab.

atau Bumi yang memiliki 4 penjuru. kemudian sains modern tidak mengatakan demikian. apakah Alkitab benar dan sains modern salah?

Siapakah yang salah? teori, Kristen yang memberikan contoh? atau Al-Qur'an?

yang keliru jelas adalah Kristen mengaplikasikan teori bukan pada tempatnya.

justru contoh yang ditunjukan Kristen keliru dalam menempatkan argumen menyalahkan Kritik Al-Qur'an. keliru logika ini dikenal dengan Fallacy of Appealing to Force (Kekeliruan Karena Mendasarkan Diri pada Kekuasaan) yakni: Kekeliruan berfikir karena berargumen dengan kekuasaan yang dimiliki, seperti menolak pendapat/argumen seseorang. contoh: seorang menyalahkan pendapat orang lain. karena orang yang disalahkan tersebut masih junior, sedangkan ia senior. misal, Profesor menyalahkan Sebuah pendapat. karena yang berpendapat tersebut mahasiswa D3. sementara ia tidak menunjukan bukti kesalahan pendapat tersebut.

Seperti inilah kekeliruan Kristen, menyalahkan Al-Qur'an dengan dasar Al-Qur'an datang belakangan. tapi tidak punya bukti penguat atau argumen yang tidak dapat disanggah bahwa Al-Qur'an salah.
Justru kenyataanya Alkitab itu sendiri yang malah tidak memiliki dasar sama sekali.

kita lanjut ke bagian kedua:


Kristen menulis:

2. Berargumen dalam lingkaran (Arguing in Cycle):

Jika Anda telah mengasumsikan dalam premis Anda, apa yang akan Anda nyatakan dalam kesimpulan Anda, maka Anda telah mengakhiri apa yang baru saja dimulai dan tidak membuktikan apa-apa.


Lingkaran
Jika Anda mengakhiri di mana Anda mulai, Anda sebenarnya tidak ke mana-mana.

Banyak orang berpikir bahwa Allah adalah tuhan menurut Alkitab. Buku ini menunjukkan mengapa Dia bukan cuma Tuhan menurut Alkitab!

Contoh:
  1. Membuktikan Allah memang ada pakai Alquran lalu membuktikan kebenaran Alquran menggunakan Firman Allah dalam Alquran.
  2. Membuktikan kenabian Muhammad pake Alquran lalu membuktikan keilahian Al-Qur'an pake ucapan nabi Muhammad.
  3. Membuktikan Islam adalah agama Allah pake Al-Qur'an lalu membuktikan kebenaran Al Qur'an pake doktrin Islam.

Tanggapan :
Berbicara teori memang benar. tapi apakah contohnya atau aplikasi dari teori Fallacy of Circular Argument (Kekeliruan Karena Menggunakan Argumen yang Berputar) itu tepat?
kita lihat contohnya apakah mereka punya dasar atas alasan atau contoh yang mereka tunjukan.

pertama:
(1) Membuktikan Allah memang ada pakai Alquran lalu membuktikan kebenaran Alquran menggunakan Firman Allah dalam Alquran.

Memang benar, beberapa muslim menggunakan logika yang dicontohkan ini untuk membuktikan keberadaan Allah, kebenaran Al-Qur'an. tapi apakah ini sudah titik? dengan kata lain membuktikan adanya Allah cukup pake al-Qur'an saja? membuktikan kebenaran Al-Qur'an menggunakan Firman dalam Al-Qur'an saja?

Nah ini dia kekeliruan berfikir Kristen. ini jelas justifikasi, menggunakan asumsi menuduh muslim seperti itu. kemudian menyalahkan Muslim.

pembaca bisa searcing di google, apakah membuktikan adanya Allah Muslim cuma menggunakan Ayat Al-Qur'an saja?

Justru dengan pembuktian sains dan Al-Qur'an yang dipadukan, seperti yang dilakukan Harun Yahya dan lain-lain.

Apakah Muslim membuktikan kebenaran Al-Qur'an dengan ayat al-Qur'an saja?

Nyatanya tidak. al-Qur'an dibuktikan dengan Sains, Matematika (semisal interlock dalam susunannya), segi bahasa dan sastra, hingga sejarah.

Sekarang, Siapakah yang Keliru dalam Logika? Muslim atau Kristen?

Justru COntoh pertama ini keliru dalam logika. kekeliruan ini dikenal dengan Fallacy of Disjunction (Kekeliruan dalam Bentuk Disyungtif) Kekeliruan berfikir terjadi dalam silogisme disyungtif karena mengingkari alternative pertama, kemudian membenarkan alternative lain. Padahal menurut patokan, pengingkaran alternative pertama, bisa juga tidak terlaksananya alternative yang lain. simplenya adalah mengingkari alternatif lain.

contoh sederhana: dia pergi antara Jakarta dan Bali, dia tidak ada di Bali, berarti dia pasti ada dijakarta. sepintas benar, tapi konyol. karena bisa saja dia ada di bandung, atau di jawa Barat dan lain sebagainya.

Sama seperti di atas, Muslim membuktikan adanya Allah pake Al-Qur'an dan membuktikan kebenaran Al-Qur'an dengan firman Allah.

Apakah Tidak ada alternatif lain selain dua hal tersebut di atas?
(2) Membuktikan kenabian Muhammad pake Alquran lalu membuktikan keilahian Al-Qur'an pake ucapan nabi Muhammad.
(3) Membuktikan Islam adalah agama Allah pake Al-Qur'an lalu membuktikan kebenaran Al Qur'an pake doktrin Islam.

Untuk kali ini langsung saya bahas keduanya. karena sama seperti hal pertama. kekeliruan Kristen adalah menyembunyikan alternatif lain yang banyak.

Misal no 2. apakah Umat Islam membuktikan Kenabian Nabi Muhammad hanya dengan al-Qur'an?
Apakah membuktikan kebenaran Al-Qur'an hanya pakai ucapan Nabi MUhammad saja?
no 3. apakah membuktikan Islam adalah agama Allah cuma pake Al-Qur'an saja?
apakah membuktikan kebenaran Al-Qur'an dengan doktrin Islam saja?


siapakah yang keliru membatasi cakupan?


Logika 3

Kristen Menulis:
3. Analogi Palsu (False Analogy Fallacy)
Membandingkan dua hal seolah-olah mereka adalah paralel ketika mereka tidak benar-benar sama dalam segala hal.
Contoh:

(1) Banyak Muslim keliru menganggap bahwa umat Islam dan Kristen berbagi konsep yang sama akan Allah, wahyu, inspirasi, pelestarian tekstual, Alkitab, kenabian, sejarah Alkitab, konversi, dll .

(2) Karena analogi keliru tentang Islam dan Kristen, beberapa Muslim berpikir bahwa setiap argumen yang membantah Al-Qur'an juga akan menolak Alkitab, setiap argumen yang membantah Muhammad juga akan menolak Yesus Kristus, dll.

(3) Banyak Muslim mengklaim bahwa Muhammad dan semua nabi itu tidak berdosa. Mereka bahkan menyangkal bahwa Abraham adalah seorang penyembah berhala.  Jadi ketika poin Kristen bahwa semua hal-hal yang jahat pernah dilakukan Muhammad (pembunuhan massal, penganiayaan anak, berbohong, dll), Muslim akan berkata, "Jika Anda benar, maka Anda juga harus menolak para nabi alkitabiah Anda karena mereka juga melakukan hal-hal jahat."

Pernyataan yang benar seharusnya adalah, "Jika Anda menolak nabi saya, maka Anda harus menolak para nabi Anda juga.  Jika Muhammad adalah nabi palsu, maka nabi-nabi anda juga palsu."

Akar masalah adalah bahwa konsep kenabian Islam tidak sama dengan konsep Kristen tentang kenabian. Kristen mengajarkan bahwa nabi juga berdosa, sama seperti orang lain. Sementara Islam tertolak oleh dosa-dosa Muhammad, kekristenan tidak terancam sama sekali. Muslim bersalah mendirikan "analogi palsu."

Setiap kali seorang Muslim menanggapi serangan Kristen terhadap Al-Qur'an, Muhammad, atau Allah dengan membalik argumen sekitar itu dan menerapkannya pada Alkitab, Yesus atau Trinitas seolah-olah Islam dan Kristen adalah dua hal yang identik, ia keliru karena membuat analogi palsu. Padahal yang sebanarnya, pada saat yang sama Islam dapat saja terbukti palsu sementara kekristenan tetap benar.
Tanggapan :
Berbicara Teori mungkin benar. tapi dalam hal aplikasi dari teori, terumtama menunjukan contoh dari tuduhan kekeliruan logika di atas jelas keliru. karena Contoh yang dijadikan alasan atau dasar untuk menyatakan muslim keliru tidak memiliki dasar atau murni asumsi penulis.

saya akan tanggapi contoh-contoh yang disebutkan :
(1) Banyak Muslim keliru menganggap bahwa umat Islam dan Kristen berbagi konsep yang sama akan Allah, wahyu, inspirasi, pelestarian tekstual, Alkitab, kenabian, sejarah Alkitab, konversi, dll .

Ungkapan Muslim menganggap Umat Islam dan Kristen berbagi konsep yang sama akan Allah? ini adalah suatu klaim atau justifikasi terhadap muslim murni tanpa bukti alias fitnah.
apa pernah muslim mengakui Kristen sebagai agama yang sama atau berbagi konsep yang sama akan Allah, wahyu, Inspirasi dan lain sebagainya?

Bisa di tunjukan datanya. sehingga dikatakan banyak muslim?
Jika disebutkan Alkitab dan Al-Qur'an so itu wajar, karena Injil dan Al-Qur'an disebutkan dan diklaim oleh umat Islam sendiri bersumber dari satu yaitu Allah. tapi Kristen (agama / Konsep)  dikatakan berbagi Konsep dengan Islam (agama). ini jelas Fitnah. saya ingin lihat mana datanya banyak Umat Islam menyatakan Islam dan Kristen berbagi konsep tentang Allah.

contoh kedua tidak jauh berbeda. murni asumsi menuduh umat Islam.

(2) Karena analogi keliru tentang Islam dan Kristen, beberapa Muslim berpikir bahwa setiap argumen yang membantah Al-Qur'an juga akan menolak Alkitab, setiap argumen yang membantah Muhammad juga akan menolak Yesus Kristus, dll.

Perhatikan ungkapan di atas, sudah sangat jelas, kapan Umat Islam berpikir argumen membantah al-Qur'an juga akan menolak Alkitab? argumen membantah Nabi Muhammad juga akan menolak Yesus Kristus??
ini jelas asumsi. apakah penulis yang mengkritik logika Muslim di sini sadar akan kekeliruan yang sangat fatalnya ini? menggunakan asumsi untuk menjustifikasi?

(3) Banyak Muslim mengklaim bahwa Muhammad dan semua nabi itu tidak berdosa. Mereka bahkan menyangkal bahwa Abraham adalah seorang penyembah berhala.  Jadi ketika poin Kristen bahwa semua hal-hal yang jahat pernah dilakukan Muhammad (pembunuhan massal, penganiayaan anak, berbohong, dll), Muslim akan berkata, "Jika Anda benar, maka Anda juga harus menolak para nabi alkitabiah Anda karena mereka juga melakukan hal-hal jahat."
Nah lagi kekonyolan kapan Umat Islam berpikir seperti itu? Mengklaim Semua Nabi Tidak berdosa.??
satu hal yang perlu digaris bawahi, banyak muslim. apakah ini memiliki bukti dan data? atau sekedar asumsi?

jika benar mana datanya banyak umat Islam / banyak muslim berfikir seluruh nabi tidak berdosa?
karena dasar di sebelumnya di Poin satu berdasarkan asumsi kemudian menyerang muslim. maka wajar kemudian hasilnya juga akan berbentuk asumsi.
bisa kah penulis menunjukan muslim yang berfikir. jika nabi Muhammad ditolak karena perbuatan dosanya yagn disebutkan dalam kurung di atas, maka anda harus menolak para nabi Alkitabiah karena melakukan perbuatan jahat pula..

Adakah muslim yang berfikir seperti ini? apalagi disebut Banyak Muslim berpikir. ini jelas Fitnah dan Asumsi belaka.

Logika 4:

Kristen Menulis:
4. Kekeliruan Tidak Relevan (the Fallacy og Irrelevant)
Ketika anda memperkenalkan isu-isu yang tidak memiliki alasan logis pada topik diskusi, Anda menggunakan argumen yang tidak relevan.
Contoh:

(1) Beberapa Muslim berpendapat, "Alquran adalah Firman Allah karena teks Qur'an terjaga keasliannya." Argumen ini keliru karena dua alasan:

(2) Faktualnya, teks Alquran tidak terjaga keasliannya.  Teks Alquran, apalagi tafsirnya, mengandung penambahan, penghapusan, adanya manuskrip yang bertentangan, dan varian bacaan sebagaimana  tulisan-tulisan kuno lainnya.

Logikanya, penyalinan suatu teks tidak ada relevansinya dengan keaslian Alquran sebagai inspirasi ilahi. Sebuah buku bisa dicopy secara sempurna meski itu bukan hasil inspirasi ilahi.

(3) Ketika Muslim menyerang karakter dan motif siapa saja yang mengkritik Islam, mereka menggunakan argumen tidak relevan.  Karakter seseorang tidak menjadi indikasi indikasi apakah ia PASTI selalu mengatakan yang sebenarnya.  Orang baik bisa berdusta dan orang jahat bisa mengatakan hal yang sebenarnya.  Jadi setiap kali muslimers menggunakan cercaan seperti "jahat," "jujur," "rasis", "pembohong", "menipu," dll, ia tidak hanya melakukan sebuah kekeliruan logis tetapi juga mengungkapkan bahwa ia tidak dapat membela keyakinannya secara intelektual.

(4) Ketika dihadapkan dengan asal-usul pagan dari Al Qur'an, beberapa orang Islam membela Al Qur'an dengan menjawab, "Jadi apa! Apa kau Kristen tidak mengadopsi Natal dari kekafiran?"  Argumen ini keliru karena beberapa alasan:

(a) Ini adalah analogi palsu untuk paralelisasi asal-usul pagan ritual diperintahkan dalam Al-Qur'an dengan liburan Natal yang katanya diperintahkan dalam Alkitab.  Apa yang oleh orang Kristen modern lakukan pada 25 Desember tidak bisa menjadi landasan logis bagi Quran untuk memerintahkan umat Islam untuk melakukan (misalnya ibadah haji, puasa, dll).

(b) Hal ini tidak relevan dengan keputusan orang Kristen memilih untuk merayakan kelahiran Kristus.  Karena Alkitab tidak memerintahkan, dan itu masalah kebebasan untuk memilih mau merayakan ato tidak. Tapi Muslim diperintahkan dalam Al-Qur'an untuk percaya dan mempraktekkan banyak hal yang berasal dari paganisme.   Muslim dengan menggunakan argumen ini sebenarnya mengakui bahwa Al Qur'an itu tidak "diturunkan", tetapi dibuat dari sumber penyembahan berhala.  Ini berarti ia telah menjadi seorang kafir (Surah 25:4-6).

(5) Beberapa Muslim berpendapat bahwa Al Qur'an adalah Firman Allah karena mengandung beberapa pernyataan yang akurat secara historis atau ilmiah. Argumen ini tidak relevan.  Karena sebuah buku yang benar pada beberapa simpul sejarah atau ilmiah, tidak otomatis berarti itu adalah inspirasi (firman) Allah.  Anda tidak dapat mengambil atribut dari satu bagian dan menerapkannya pada keseluruhan.  Sebuah buku bisa campuran pernyataan benar dan salah. Jadi itu adalah kekeliruan logis untuk berpendapat bahwa seluruh Qur'an adalah benar jika di dalamnya terdapat satu atau beberapa pernyataan yang benar.  (Padahal dalam hal-hal yang fundamental justru tidak benar, penerj.).

(6) Ketika seorang Muslim berpendapat bahwa sejarah atau ilmu pengetahuan "membuktikan" kebenaran Qur'an, ini sebenarnya berarti bahwa ia mengakui bahwa sejarah dan ilmu pengetahuan juga dapat membantah Alquran.  Jika Qur'an ternyata berisi satu kesalahan sejarah atau satu kesalahan ilmiah, maka Al Qur'an bukan Firman Allah.  Verifikasi dan falsifikasi berjalan beriringan.

(7) Pengertian suatu kata saat ini adalah tidak relevan dengan apa makna kata yang sama pada  zaman kuno.  Kata "Allah" adalah contoh yang baik. Ketika dihadapkan oleh bukti sejarah bahwa kata itu digunakan oleh orang Arab pagan di masa pra-Islam untuk merujuk kepada seorang dewa tinggi yang menikah dengan dewi matahari dan memiliki tiga anak perempuan, beberapa Muslim akan mengutip kamus, ensiklopedi, dll untuk membuktikan (sic) bahwa "Allah berarti Tuhan." Mereka dengan demikian menggunakan definisi modern untuk mendefinisikan apa arti kata itu lebih dari seribu tahun yang lalu!  Apa pengertian kata"Allah" sekarang ini, tidak memiliki landasan pada apa artinya kata ini sebelum Muhammad menggunakannya dalam Alquran.
Tanggapan :
Berbicara Teori ya jelas mungkin Saja Benar, tapi lihat apa yang mereka tuduhkan terhadap Umat Islam dengan contoh-contoh kekeliruan yang mereka tuduhkan apakah tepat?

pertama:

[[(1) Beberapa Muslim berpendapat, "Alquran adalah Firman Allah karena teks Qur'an terjaga keasliannya." Argumen ini keliru karena dua alasan:

(2) Faktualnya, teks Alquran tidak terjaga keasliannya.  Teks Alquran, apalagi tafsirnya, mengandung penambahan, penghapusan, adanya manuskrip yang bertentangan, dan varian bacaan sebagaimana  tulisan-tulisan kuno lainnya.

Logikanya, penyalinan suatu teks tidak ada relevansinya dengan keaslian Alquran sebagai inspirasi ilahi. Sebuah buku bisa dicopy secara sempurna meski itu bukan hasil inspirasi ilahi.]]]

seperti pada pembahasan pada logika 1 dan 2. logika di atas juga sama. kekeliruan Kristen mempersempit hal atau menyembunyikan atau menyempitkan opsi-opsi yang seharusnya terbuka lebar.
memang benar muslim berargumen Al-Qur'an Firman Allah karena Al-Qur'an terjaga keasliannya. tapi apakah pembuktikan al-Qur'an sebagai Firman Allah argumennya hanya ini saja?
jelas tidak. masih banyak argumen lain. ini yang jelas mempersempit opsi.

Kedua: menggeneralisasi masalah. Umat Islam menyebut Al-Qur'an terjaga keasliannya bukan Teks Al-Qur'an terjaga keasliannya. ini jelas menjustis umat Islam. padahal umat Islam tidak berfikir demikian.
berbicara teks, Teks Al-Qur'an semakin modern semakin mengalami penambahan, itu jelas teks. Al-Qur'an adalah kalam, diucapkan. bukan yang ditulis, yang dimanuskrip. perbedaan manuskrip dan lain sebagianya yang disebutkan di atas jelas sekedar tuduhan tanpa dasar menyatakan Al-Qur'an tidak asli.

lalu siapakah yang logikanya salah di sini? Islam atau Kristen?

(3) Ketika Muslim menyerang karakter dan motif siapa saja yang mengkritik Islam, mereka menggunakan argumen tidak relevan.  Karakter seseorang tidak menjadi indikasi indikasi apakah ia PASTI selalu mengatakan yang sebenarnya.  Orang baik bisa berdusta dan orang jahat bisa mengatakan hal yang sebenarnya.  Jadi setiap kali muslimers menggunakan cercaan seperti "jahat," "jujur," "rasis", "pembohong", "menipu," dll, ia tidak hanya melakukan sebuah kekeliruan logis tetapi juga mengungkapkan bahwa ia tidak dapat membela keyakinannya secara intelektual.

Lagi ini murni pandangan yang sama sekali tidak memiliki bukti atau asumsi. Islam memang ketika di kritik terkadang menjawab dengan menyerang pribadi kritikus, seperti yang disebutkan  tapi apakah sekedar itu saja?
bisa anda lihat tokoh manakah yang mengkritik yang kemudian dijawab sekedar itu saja? tanpa menjawab dengan jawaban atas kritik tersebut dengan argumen atau bantahan?
Justru ungkapan seperti di atas, jelas-jelas murni Fitnah tanpa dasar dan asumsi penulis. membantah demikian memang benar ada, tapi ungkapan hanya itu saja, dengan menyerang pribadi saja, jelas kebohongan.


(4) Ketika dihadapkan dengan asal-usul pagan dari Al Qur'an, beberapa orang Islam membela Al Qur'an dengan menjawab, "Jadi apa! Apa kau Kristen tidak mengadopsi Natal dari kekafiran?"  Argumen ini keliru karena beberapa alasan:

(a) Ini adalah analogi palsu untuk paralelisasi asal-usul pagan ritual diperintahkan dalam Al-Qur'an dengan liburan Natal yang katanya diperintahkan dalam Alkitab.  Apa yang oleh orang Kristen modern lakukan pada 25 Desember tidak bisa menjadi landasan logis bagi Quran untuk memerintahkan umat Islam untuk melakukan (misalnya ibadah haji, puasa, dll).

(b) Hal ini tidak relevan dengan keputusan orang Kristen memilih untuk merayakan kelahiran Kristus.  Karena Alkitab tidak memerintahkan, dan itu masalah kebebasan untuk memilih mau merayakan ato tidak. Tapi Muslim diperintahkan dalam Al-Qur'an untuk percaya dan mempraktekkan banyak hal yang berasal dari paganisme.   Muslim dengan menggunakan argumen ini sebenarnya mengakui bahwa Al Qur'an itu tidak "diturunkan", tetapi dibuat dari sumber penyembahan berhala.  Ini berarti ia telah menjadi seorang kafir (Surah 25:4-6).

lagi sebuah Fitnah terhadap Islam. bukankah ungkapan di atas jelas fitnah. bisakah ditunjukan buktinya, ketika Islam dituduh agama pagan malah balik menuduh?

Justru yang ada umat Islam membantah dengan argumen-argumen jelas, penjelasan soal Kristen agama pagan adalah serangan balik atas fitmah tersebut. dan memang fakta Kristen agama pagan. tidak hanya sekedar Natal 25 desember yang merupakan hari perayaan kelahiran dewa matahari. tapi hari kebaktian Kristen (Sun Day= minggu = hari dewa matahari) berikut hal lainya semisal Trinitas, juga ikut dalam ajaran Kristen. (jika ada Kristen yang tidak terima, kita bisa diskusikan soal ini).

lalu siapakah logikanya yang keliru? Islam atau Kristen?

(5) Beberapa Muslim berpendapat bahwa Al Qur'an adalah Firman Allah karena mengandung beberapa pernyataan yang akurat secara historis atau ilmiah. Argumen ini tidak relevan.  Karena sebuah buku yang benar pada beberapa simpul sejarah atau ilmiah, tidak otomatis berarti itu adalah inspirasi (firman) Allah.  Anda tidak dapat mengambil atribut dari satu bagian dan menerapkannya pada keseluruhan.  Sebuah buku bisa campuran pernyataan benar dan salah. Jadi itu adalah kekeliruan logis untuk berpendapat bahwa seluruh Qur'an adalah benar jika di dalamnya terdapat satu atau beberapa pernyataan yang benar.  (Padahal dalam hal-hal yang fundamental justru tidak benar, penerj.).

Lagi, Tuduhan Kristen menyatakan logika muslim keliru dengan dasar asusmi, dan fitnah pula.
seharusnya anda berfikir dan menyimpulkan atau berpegang pada dasar yang final dan sudah dibuktikan bukan asumsi.
lihat, asumsi meyatakan Hal-hal fundamental justru tidak benar. nah ini apa? bisakah dibuktikan? pernyataan yang mengiring pembaca kepada Al-Qur'an yang terdapat salah dan beanr didalamnya. ini jelas fitnah.
jika keliru bisakah dipaparkan kesalahannya dimana? kita bahas satu persatu secara detail. sangat disayangkan. tulisan Kristen yang menuduh Muslim keliru dalam logika malah ternyata merupakan kumpulan fitnah terhadap umat Islam.

(6) Ketika seorang Muslim berpendapat bahwa sejarah atau ilmu pengetahuan "membuktikan" kebenaran Qur'an, ini sebenarnya berarti bahwa ia mengakui bahwa sejarah dan ilmu pengetahuan juga dapat membantah Alquran.  Jika Qur'an ternyata berisi satu kesalahan sejarah atau satu kesalahan ilmiah, maka Al Qur'an bukan Firman Allah.  Verifikasi dan falsifikasi berjalan beriringan.

Seharusnya anda yang memiliki logika yang pintar berfikir, suatu Firman tentu adalah Sebuah Kebenaran. ketika Kebenaran tersebut berbicara tentang misal Ilmu Pengetahuan atau Sejarah maka hal yang dibicarakan haruslah benar, dapat dibuktikan. Bagi kami Jelas Segala hal tentu dapat menjadi alat untuk membuktikan al-Qur'an atau membantah Al-Qur'an. karena kebenaran tentu akan teruji.
persoalannya adalah parameter sejarah atau Ilmu Pengetahuan tersebut apakah sudah pasti benar tidaknya. kemudian mengkritik atau membenarkan?
fakta di masa sekarang, justru sains yang modern dan yang disimpulkan probabilitasnya hampir pasti benar. kecil kemungkinan keliru malah mendukung Al-Qur'an. demikian pula sejarah. bandingkan dengan hal-hal yang mengkritik Al-Qur'an apakah kebenarannya sudah hampir pasti?
lalu di manakah letak kelirunya? Islam atau Kristen?

(7) Pengertian suatu kata saat ini adalah tidak relevan dengan apa makna kata yang sama pada  zaman kuno.  Kata "Allah" adalah contoh yang baik. Ketika dihadapkan oleh bukti sejarah bahwa kata itu digunakan oleh orang Arab pagan di masa pra-Islam untuk merujuk kepada seorang dewa tinggi yang menikah dengan dewi matahari dan memiliki tiga anak perempuan, beberapa Muslim akan mengutip kamus, ensiklopedi, dll untuk membuktikan (sic) bahwa "Allah berarti Tuhan." Mereka dengan demikian menggunakan definisi modern untuk mendefinisikan apa arti kata itu lebih dari seribu tahun yang lalu!  Apa pengertian kata"Allah" sekarang ini, tidak memiliki landasan pada apa artinya kata ini sebelum Muhammad menggunakannya dalam Alquran.

Lagi menyimpulkan suatu hal dengan dasar asumsi tanpa memberkan bukti yang dapat dibuktikan secara kongkrit. apakah setiap kata di Masa Modern tidak relevan dengan makna atau kata di masa Kuno?
Pembaca bisa membaca bagaimana penulis dengan mudah menyimpulkan suatu hal terlalu mudah. apalagi dengan asumsi belaka. dari pengamatan saya, hampir semua contoh yang mereka sebutkan untuk umat Islam yang keliru dalam logika penulis selalu mempersempit opsi atau menyembunyikan bagian-bagian lain. seperti di atas, misal kata Allah di atas. mereka dengan mudah menjustifikasi, kata Allah adalah bersumber dari pagan, dengan dasar kata tersebut digunakan pada masa kuno oleh penyembah berhala.  mereka sama sekali melupakan banyak hal. saya berikan contoh sederhana. Jika kata Jakarta yang diindonesia merupakan nama dari ibu kota jakarta. kemudian kata jakarta di negara lain kata jakarta digunakan juga kemudian diartikan jakarta itu berarti bodoh (misal) apakah jakarta yang di indonesia maknnya berubah menjadi bodoh atau tetap  bermakna Jakarta adalah nama ibukota?
nama bisa sama, itu bukan perkara yang sulit. apalagi kata Allah. di gunakan banyak agama, namun apakah bisa dikatakan istilah yang dipahami oleh suatu kelompok berubah karena istilah tersebut digunakan oleh lainnya dengan makna yang berbeda?
apalagi, berbicara sejarah berhala. atau ajaran pagan.

lagi-lagi apakah Kristen yang menyebut Islam keliru dalam logika, apakah benar? atau ternyata merupakan kumpulan fitnah saja?


Tuduhan kesalahan logika berikutnya:

5. Kekeliruan ekuivokasi (Fallacy of Equivocation)
Jika kita berasumsi bahwa setiap orang memiliki definisi yang sama dari kata-kata seperti Tuhan, Yesus, wahyu, ilham, nabi, mukjizat, dll, kita melakukan sebuah kekeliruan logis yang sangat sederhana.
Contoh:

  1. Ketika seorang muslim mengatakan, "Kristen dan Muslim menyembah Tuhan yang sama," ia melakukan Fallacy of Equivocation.  Sementara orang Kristen menyembah Allah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Muslim menyembah dewa Unitarian.  Jelas, mereka menyembah Tuhan yang berbeda.
  2. Ketika seorang muslim mengatakan, "Kami percaya pada Yesus juga," ia melakukan Fallacy of Equivocation.  "Yesus" Al Qur'an bukanlah Yesus dari Alkitab.  Islam mengajarkan "Yesus yang lain" (II Kor 11:04.).  Yesus dari Alkitab adalah manusia inkarnasi Firman Allah (Anak Allah) yang mati di kayu salib bagi dosa-dosa manusia.  Tetapi "Yesus" Al Qur'an adalah bukan Anak allah dan dia tidak mati di salib untuk dosa-dosa kita. Oleh karena itu adalah keliru bagi umat Islam untuk memberitahu orang-orang Kristen bahwa mereka percaya Yesus juga.
  3. Ketika seorang Muslim mengasumsikan bahwa orang Kristen memiliki konsep yang sama dalam hal pewahyuan bagi Muslim, ia SALAH karena Fallacy of Equifocation.  Menurut Islam, Al Qur'an ditulis di surga oleh Allah dan tidak mengandung sumber duniawi (manusiawi).  Ketika kita membuktikan bahwa itu berasal dari sumber-sumber duniawi, ini divonis islam sebagai mengancam KLAIM pewahyuan Al Qur'an.Di sisi lain, Alkitab tidak mengklaim bahwa itu jatuh dari sorga begitu saja. Alktab secara terbuka mengutip dari sumber-sumber duniawi.  Alkitab menggunakan sumber yang sudah ada sebelumnya secara bebas.  Jadi sementara Al-Qur'an terancam oleh sumber-sumber sejarah, Alkitab justru dapat berkorespondensi dengan fakta sejarah.
  4. Ketika Muslim memberitahu Anda bahwa kata "Allah" hanya punya satu makna: "satu, yang benar, Tuhan yang universal," dia mengasumsikan fallacy. Kata "allah" memiliki banyak arti yang berbeda.  Misalnya:


  • Hal ini dapat digunakan sepadan dengan istilah generik seperti kata Inggris "God." Dengan demikian dapat diterapkan pada setiap dewa atau dewi tidak peduli apakah dewa benar atau salah dalam pandangan. (Ex. The "Allahs" of Hindu.).
  • Nation of Islam menggunakannya untuk merujuk pada “Wallace Dodd Ford, Elijah Muhammad, dan Louis Farrakhan sebagai "Allah" dan mengajarkan bahwa semua orang kulit hitam adalah "Allahs." (para Allah).
  • Telah digunakan oleh beberapa orang Kristen di negara-negara berbahasa Arab sebagai nama generik untuk Tritunggal Kudus.
  • Itu digunakan dalam pra-Islam oleh orang Arab pagan untuk menyebut dewa-bulan yang adalah ayah dari al-Lat, al-Uzza dan Manat.
  • Hal ini digunakan oleh umat Islam untuk merujuk kepada tuhan mereka.


Islam dan Kristen tidak menyembah Tuhan yang sama. Orang Kristen memuja Trinitas Kudus sedangkan muslim memuja dewa Unitarian.
Di atas secara teori benar. tidak salah yang sangat salah adalah contoh yang diberikan dan ditujukan kepada muslim. contoh yang tidak benar dan merupakan Fitnah.

Contoh:
(1) Ketika seorang muslim mengatakan, "Kristen dan Muslim menyembah Tuhan yang sama," ia melakukan Fallacy of Equivocation.  Sementara orang Kristen menyembah Allah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Muslim menyembah dewa Unitarian.  Jelas, mereka menyembah Tuhan yang berbeda.
contoh di atas jelas keliru besar, apa lagi menjustis muslim melakukan demikian. memang dalam beberapa hal Muslim sering menyebut Islam dan Kristen menyembah Allah yang sama. tapi apakah yang dimaksud adalah Allah yang trinitas? tunggu dulu. sikap justsitifikasi penuduh menyebut muslim demikian jelas merupakan fitnah.

pembaca bisa cek ungkapan-ungkapan muslim yang menyatakan Islam dan Kristen menyembah Tuhan yang sama. Allah yang sama. tapi apakah ALlah yang dimaksud dijelaskan atau tidak?
Allah yang dimaksud dijelaskan, dalam Al-Qur'an pun menjelaskan, Allah  Tuhan Musa, Isa, Ibrahim dan lain sebagainya. apakah dalam Alkitab daftar nama-nama Nabi di atas menyebut Allah merka itu Trinitas?

Tentu tidak. inilah yang dimaksud Allah Islam dan Kristen sama. yakni Allah yang Esa bukan Trinitas.
penyebutan logika di atas sudah jelas sekali keliru besar. malah mengarah pada Fitnah / asumsi penuduh.

(2) Ketika seorang muslim mengatakan, "Kami percaya pada Yesus juga," ia melakukan Fallacy of Equivocation.  "Yesus" Al Qur'an bukanlah Yesus dari Alkitab.  Islam mengajarkan "Yesus yang lain" (II Kor 11:04.).  Yesus dari Alkitab adalah manusia inkarnasi Firman Allah (Anak Allah) yang mati di kayu salib bagi dosa-dosa manusia.  Tetapi "Yesus" Al Qur'an adalah bukan Anak allah dan dia tidak mati di salib untuk dosa-dosa kita. Oleh karena itu adalah keliru bagi umat Islam untuk memberitahu orang-orang Kristen bahwa mereka percaya Yesus juga.

lagi sebuha Klaim terhadap Muslim Keliru, dengan dasar asumsi yang belum pasti benarnya.

Apakah seluruh Kristen mengakui bahwa Yesus berbeda dengan Isa dalam Al-Qur'an?

beberapa kalaangan Kristen malah menjelaskan Bahwa Yesus dan Isa adalah orang Yang sama. namun dalam hal memahaminya beda. sehingga sangat jelas sekali penuduh di atas menfitnah dengan dasar asumsi penuduh.

di sini saja logika Penuduhlah yang perlu diperbaiki. selanjutnya, ketika Islam juga percaya Yesus. apakah Islam mempercayai Yesus yang Tuhan (menurut Kristen) Yesus yang mati disalib (menurut Kristen)..

Kenyataanya tidak sama sekali. apakah salah di sini? kekeliruan karena menggunakan makna yang ganda untuk satu hal yang sama. persoalannya adalah apakah persoalannya sama? jika masalah umat Islam mengimani Yesus saja sudah berbeda kenapa dikatakan keliru? penuduh sangat jelas sekali mempersempit opsi atau penjelasan maksud Islam percaya Yesus. sehingga menyebut keliru. padahal Islam ketika berbicara percaya Yesus tidak sekedar percaya tapi memiliki penjelasan rinci. dan jika dirinci maka akan terlihat perbedaan mendasar antara percaya umat Islam dengan Kristen kepada Yesus.
(3) Ketika seorang Muslim mengasumsikan bahwa orang Kristen memiliki konsep yang sama dalam hal pewahyuan bagi Muslim, ia SALAH karena Fallacy of Equifocation.  Menurut Islam, Al Qur'an ditulis di surga oleh Allah dan tidak mengandung sumber duniawi (manusiawi).  Ketika kita membuktikan bahwa itu berasal dari sumber-sumber duniawi, ini divonis islam sebagai mengancam KLAIM pewahyuan Al Qur'an.

Di sisi lain, Alkitab tidak mengklaim bahwa itu jatuh dari sorga begitu saja. Alktab secara terbuka mengutip dari sumber-sumber duniawi.  Alkitab menggunakan sumber yang sudah ada sebelumnya secara bebas.  Jadi sementara Al-Qur'an terancam oleh sumber-sumber sejarah, Alkitab justru dapat berkorespondensi dengan fakta sejarah.
Lagi dasar asumsi Fitnah penuduh terhadap Muslim, menyatakan Muslim mengasumsikan Orang Kristen memiliki konsep yang sama dalam hal pewahyuan.

persoalan besar,  kapakah Muslim berasumsi demikian? atau ini sekedar bualan, asumsi penuduh itu sendiri?

lagi satu hal konyol dan kesalahan logika yang dilakukan penuduh. yaitu, Al-Qur'an terancam sumber-sumber sejarah. Apa buktinya? sebuah kekonyolan yang dilakukan penuduh, menyatakan  Al-Qur'an merupakan FIrman Allah tanpa terkait dengan hal duniawi, karena jujur Al-Qur'an adalah apa yang difirmankan Allah tanpa tambahan atau pengurangan pengubahan dari sisi isi Al-Qur'an oleh manusia.
konyolnya karena dasar ini penuduh menyatakan ketika
Ketika kita membuktikan bahwa itu berasal dari sumber-sumber duniawi, ini divonis islam sebagai mengancam KLAIM pewahyuan Al Qur'an.
ini jelas konyol sekali, apakah suatu wahyu atau firman Allah tidak dapat dibuktikan dengan hal duniawi?
penuduh menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah FIrman Allah tidak tersangkut paut dengan ucapan apapun dari manusia, sehingga tidak boleh di uji oleh hal-hal duniawi, sains, alam dll..
bukankah ini adalah kekonyolan?

kenyataanya dari sisi sejarah, saintis dan lain sebagainya Al-Qur'an telah teruji, termasuk Ilmu Pasti (matematika sendiri sudah mengujinya)  persoalanya bagimana dengan klaim penuduh di atas menyebut Alkitab?
lkitab menggunakan sumber yang sudah ada sebelumnya secara bebas.  Jadi sementara Al-Qur'an terancam oleh sumber-sumber sejarah, Alkitab justru dapat berkorespondensi dengan fakta sejarah.
ini adalah klaim dusta penuduh. Alkitab berkorespondensi dengan fakta sejarah. apa iya? kontradiksi dalam ALkitab banyak sekali. perbedaan teks Alkitab banyak sekali masing-masing, ALkitab Protestand dan Katolik beda sampai beberapa pasal dan ratusan ayat. apanya yang berkorespodensi di sini??

Asumsi tanpa dasar..
(4) Ketika Muslim memberitahu Anda bahwa kata "Allah" hanya punya satu makna: "satu, yang benar, Tuhan yang universal," dia mengasumsikan fallacy. Kata "allah" memiliki banyak arti yang berbeda.  Misalnya:

  • Hal ini dapat digunakan sepadan dengan istilah generik seperti kata Inggris "God." Dengan demikian dapat diterapkan pada setiap dewa atau dewi tidak peduli apakah dewa benar atau salah dalam pandangan. (Ex. The "Allahs" of Hindu.).
  • Nation of Islam menggunakannya untuk merujuk pada “Wallace Dodd Ford, Elijah Muhammad, dan Louis Farrakhan sebagai "Allah" dan mengajarkan bahwa semua orang kulit hitam adalah "Allahs." (para Allah).
  • Telah digunakan oleh beberapa orang Kristen di negara-negara berbahasa Arab sebagai nama generik untuk Tritunggal Kudus.
  • Itu digunakan dalam pra-Islam oleh orang Arab pagan untuk menyebut dewa-bulan yang adalah ayah dari al-Lat, al-Uzza dan Manat.
  • Hal ini digunakan oleh umat Islam untuk merujuk kepada tuhan mereka.
  • Islam dan Kristen tidak menyembah Tuhan yang sama. Orang Kristen memuja Trinitas Kudus sedangkan muslim memuja dewa Unitarian.
Satu hal lagi yang sangat konyol yaitu menyalahi konsep sesat Fikir fallacy of equivocation.  itu sendiri
Yakni pandangan Bahwa Seorang atau satu kelompok tidak boleh mendefenisikan suatu hal secara pasti terhadap suatu hal yang memiliki makna berbeda. ini adalah konyol.
kehidupan di dunia ini memiliki hal-hal atau sisi relatifitas. ini jangan dihilangkan.

Seorang atau kelompok bisa saja mendefenisikan suatu hal. orang Hindu mendefenisikan dewa atau dewi .... Tuhan pencipta langit dan bumi misal..

Lantas apakah bisa disalahkan mereka mendefenisikan demikian?

karena defenisi itu didasari menurut / pandangan.

pandangna di atas contoh-contohnya seolah-olah umat Islam tidak boleh mendefenisikan Tuhannya, tidak boleh memaknai Tuhannya.

Seharusnya Penuduh lebih dulu mengkoreksi Tuhannya, Kristen seluruhnya sesat Fikir karena memahami Trintias sebagai Tritunggal.. padahal dalam agama lain atau dalam ajaran agama lain atau kelompok lain berbeda.

dan ternyata Penuduh hanya tahu teori tapi dalam prakteknya contoh malah dia yang sesat fikir.

Seluruh Agama di dunia banyak memiliki Tuhan masing-masing, Lalu jika terdapat dua agama menggunakan Term atau istilah sama tapi mendefenisikan berbeda.


Apakah Dua Agama Tersebut sesat Fikir semua? sangat konyol sekali.
terlebih menyebut Islam sesat Fikir karena mendefenisikan Allah istilah / term Allah dalam persepsi muslim, Allah adalah Tuhan universal, yang Benar?


ternyata Penuduh parah sesat fikirnya.

6. Salah Kaprah (Fallacy of Force):
Alquran memerintahkan umat Islam untuk berperang melawan non-Muslim dan murtadin (QS. 5:33, 9:5, 29).

Beberapa Muslim menggunakan analogi yang salah untuk menjawab argumen ini. Mereka merespons dengan mengatakan, "Nah, bagaimana dengan Perang Salib? Orang Kristen juga menggunakan kekerasan juga terhadap Muslim."

Logika yang keliru untuk membuat sebuah paralel antara Muslim membunuh orang dalam ketaatan kepada Al-Qur'an dan orang-orang Kristen membunuh karena ketidaktaatan kepada Alkitab.  Sementara Alquran perintah Jihad, Perjanjian Baru melarang hal itu.
Satu hal lagi, kekeliruan fatal penuduh, menyamaratakan seluruh umat Islam dengan satu kasus dan dua kasuistik. dalam diskusi bisa saja terjadi ketika Umat Islam dituduh menyebarkan peperangan  dijawab dengan Kristen juga gitu.
satu hal yang konyol si penuduh. seolah-olah seluruh umat Islam melakukan demikian sehingga menyebut umat Islam, seluruhnya. padahal beberapa.
ini namanya menjustifikasi satu hal yang belum tentu terkait. ini menggeneralisasi semua muslim.

kenyataannya justru penuduh malah berasumsi dan menfitnah Islam, membunuh karena Al-Qur'an, sementara Kristen karena meninggalkan Alkitab. apakah ini sudah pasti?
Faktanya Tidak.

Perang Salib yang disebutkan Di atas apakah dikerjakan orang-orang Kristen saja atau di kobarkan oleh pemimpin Kristen / Gereja ketika itu?

Enkuisisi yang sangat terkenal di Masa Krsiten dulu apakah perbuatan ornag Kristen saja atau di dukung oleh gereja?

di Masa Modern semisal ketika misi di Irak, tentara Amerika menuliskan ayat-ayat Alkitab dalam persenjataan mereka. apakah ini?
Penuduh hampir semuanya menfitnah umat Islam dengan dasar asumsi penuduh itu sendiri.

7. Pertanyaan Membingungkan dengan Pertanyaan ttg Relevansi (The Fallacy Of Confusing Questions of Fact with Questions of Relevance)
Sesuatu secara faktual adalah benar merupakan isu yang berbeda dengan sesuatu itu relevan ato tidak.  Dua isu harus dipergunakan secara terpisah.

Contoh:
(1) Ketika seorang Kristen berpendapat bahwa beberapa kepercayaan dan ritual Qur'an berasal dari Arab pra-Islam paganisme, kaum Muslim akan menyangkal itu pada awalnya. Tapi sebagai bukti yang sering diberikan, Muslim sering akan melakukan sebuah flip-flop dan mulai berdebat, "Jadi apa!!  Apakah Kristen tidak mengadopsi Natal dari kekafiran?" Muslim kini telah melakukan tiga kesalahan:

(a) “Jadi apa!" argumen ini berurusan dengan masalah relevansi, bukan fakta. Anda harus menghentikan Muslim di titik itu dan bertanya kepadanya, "Karena Anda sekarang hanya mempersoalkan relevansi asal-usul pagan dari Qur'an dengan prakteknya dalam kristen, apakah ini berarti bahwa Anda sekarang menyetujui fakta asal-usul pagan dalam Islam? "

(b) Muslim juga telah melakukan kesalahan ekuivokasi, Alkitab tidak terancam oleh sumber-sumber sejarah.  Alkitab Secara bebas mengacu pada sejarah dan bahkan mengutip sejarah (Kis. 17: 28). Tapi Al-Qur'an menyangkal bahwa telah ada sumber-sumber sejarah duniawi dalam Alquran-nya(QS. 25:4-6).

(c) Dia juga melakukan kekeliruan analogi yang salah (Fallacy of False Analogy). Alkitab dan Al Qur'an adalah dua buku yang sama sekali berbeda.  Inspirasi Alkitab tidak tergantung pada nasib Al Qur'an karena apa yang umat Islam klaim Al-Qur'an bukanlah apa yang orang Kristen klaim untuk Alkitab.  So, kesalahan dalam Alquran tdk otomatis mjd kesalahan dalam Alkitab pula.
Pada bagian 7 di atas sama saja, penuduh berangkat dari asumsi menyatakan Muslim seperti ini dan seperti itu. lalu menfonis Muslim salah logika.


kita lihat beberapa fitnah asumsi penuduh:

(1) Ketika seorang Kristen berpendapat bahwa beberapa kepercayaan dan ritual Qur'an berasal dari Arab pra-Islam paganisme, kaum Muslim akan menyangkal itu pada awalnya. Tapi sebagai bukti yang sering diberikan, Muslim sering akan melakukan sebuah flip-flop dan mulai berdebat, "Jadi apa!!  Apakah Kristen tidak mengadopsi Natal dari kekafiran?" Muslim kini telah melakukan tiga kesalahan:

(a) “Jadi apa!" argumen ini berurusan dengan masalah relevansi, bukan fakta. Anda harus menghentikan Muslim di titik itu dan bertanya kepadanya, "Karena Anda sekarang hanya mempersoalkan relevansi asal-usul pagan dari Qur'an dengan prakteknya dalam kristen, apakah ini berarti bahwa Anda sekarang menyetujui fakta asal-usul pagan dalam Islam? "

(b) Muslim juga telah melakukan kesalahan ekuivokasi, Alkitab tidak terancam oleh sumber-sumber sejarah.  Alkitab Secara bebas mengacu pada sejarah dan bahkan mengutip sejarah (Kis. 17: 28). Tapi Al-Qur'an menyangkal bahwa telah ada sumber-sumber sejarah duniawi dalam Alquran-nya(QS. 25:4-6).

(c) Dia juga melakukan kekeliruan analogi yang salah (Fallacy of False Analogy). Alkitab dan Al Qur'an adalah dua buku yang sama sekali berbeda.  Inspirasi Alkitab tidak tergantung pada nasib Al Qur'an karena apa yang umat Islam klaim Al-Qur'an bukanlah apa yang orang Kristen klaim untuk Alkitab.  So, kesalahan dalam Alquran tdk otomatis mjd kesalahan dalam Alkitab pula.
di bagian A terlihat jelas sekali Penuduh menyembunyikan atau menutup Informasi, seolah-olah muslim ketika membantah tuduhan soal Pagan, muslim menjawab dengan mengatakan kristen agama pagan Juga.

ini adalah asumsi dan penyembunyian informasi, menutup opsi jawaban lain muslim. padahal dalam jawaban muslim selalu menjelaskan secara fakta bahwa Ritual Islam bukanlah ajaran berhala atau berasal dari agama Pagan.
setelah itu ungkapan muslim menyebut Kristen agama Pagan, adalah sebagai serangan balik atau jawaban balik bahwa Islam bukan agama pagan  sudah dijawab disertai bukti, sebaliknya Kristenlah agama Pagan.
contoh: Natal 25 Desember, yang diakui Kristen sendiri dari ajaran Pagan, Hari Minggu / (SUN Day; Hari Dewa matahari) dll. adalah fakta kongkrit Kristen memang agama pagan.
dan jawaban seperti ini tidak sekdar jawaban menuduh saja tapi disertai jawaban secara kongkrit sejarah bahwa ritual Islam bukan dari ajaran pagan.

di bagian B, Penuduh mengklaim secara asumsi, bahwa Alkitab tidak terancam dengna sumber sejarah. faktanya terbalik Alktab terancam, Hasil Sejarah mencatat Alkitab di masa sekarang penuh distorsi, bahkan di edit, dihapus, ditambah di beberapa terbitan terbaru. Pertentangan antara Bible Katolik dan Protestan sampai sekarang juga tidak bisa disatukan.

Apanya yang tidak terancam. selanjutnya penuduh menjelaskan bahwa Al-Qur'an tidak boleh diuji dengan sejarah, dengan dasar Al-Qur'an adalah Firman Allah murni tanpa ada perkataan manusia atau buatan manusia. ini jelas konyol sekali. atas dasar apa Al-Qur'an tidak boleh diuji dengan sejarah? dengan sains? dengan hal-hal duniawi?

Teori mana ini? ini adalah klaim kosong tanpa dasar.

di bagian C Penuduh menyebut seolah-olah muslim mengklaim Alkitab dari Al-Qur'an. ini adalah pandangan konyol, apa lagi pernyataan bahwa nasib Alkitab
kesalahan dalam Alquran tdk otomatis mjd kesalahan dalam Alkitab pula.
Sejak kapan Umat Islam menyatakan Al-Qur'an menjadi Sumber dari Alkitab? ini adalah asumsi kosong penuduh dan bahkan Fitnah.

Alkitab berasal dari Allah. dan Al-Qur'an berasal dari Allah. Al-Qur'an datang sebagai pengkritik Alkitab.

ketika Al-Qur'an mengkritik Alkitab apakah cuma sekedar kritik atau disertai bukti? Al-Qur'an menyebut Alkitab sudah dirubah-rubah ditulis oleh tangan-tangan tidak bertangung jawab. fakta bukan, Alkitab selalu berubah , diedit, dihilangkan, ditambah kata-katanya... kontradiksi disana sini, perbedaan ALkitab Protestan dan katolik, ini adalah fakta sederhana.

Siapakah yang keliru logikanya di sini?

8. Keliru Fonetik (Phonic Fallacy)
Suara fonetik dari sebuah kata tidak boleh digunakan untuk memelintir maknanya. Sebagai contoh,

(1) Beberapa kaum Muslim berusaha untuk membuktikan bahwa kata "Allah" berasal dari alkitab bebrbahasa Yunani karena kata yunani “alla”.  Namun kata ini dlm bahasa yunani berarti “tetapi”.  Sama sekali tdk bisa dipadankan dg kata “Allah” dlm bahasa arab.

(2) Beberapa Muslim telah mengklaim bahwa kata "Allah" ada dalam Alkitab karena kata Alkitab "Allelujah." Mereka kemudian salah mengucapkan kata sebagai "Allah-lujah". Tapi "Allelujah" bukanlah kata majemuk bahasa Arab dengan "Allah" menjadi bagian pertama kata. Ini adalah kata Ibrani dengan nama Tuhan org Ibrani “JAH" (atau Yahweh) dan kata kerja "alle" yang berarti "memuji."  Ini berarti "pujian kepada TUHAN." Kata Arab "Allah" tidak dalam kata.

(3) Kesalahan yang sama ditemukan dalam argumen Muslim bahwa kata "Baca" (Mzm 94:6) benar-benar berarti "Mekah." Lembah Baca ada di utara Israel.

(4) Beberapa Muslim telah mencoba untuk mempadankan kata "Amin" untuk "Ahmed" untuk "Muhammad!" Omong kosong semacam itu melampaui keyakinan.

Di atas lagi-lagi teori benar, tapi dalam hal contoh penuduh malah menjustifikasi umat Islam melakukan demikian baru Penuduh meng Hakimi umat Islam keliru secara logika.
sebuah strategi yang sangat baik, menyebut muslim begini begitu, lalu menghakimi.

pada bagian 1 sampai 4 semuanya sama, penuduh mempersoalkan penyebutan atau sebuah pelafalan yang mirip lalu dikatakan muslim mengklaim kesamaan, atau mengklaim nama Allah, mekah dan lain-lain
tuduhan ini jelas keliru besar. karena kesalahan ”Fonetik adalah cabang ilmu linguistik yang meneliti dasar fisik bunyi bunyi bahasa.  ketika di dalam teks ibrani, terdapat kata-kata Allah, yang merupakan satu rumpun dnegna bahasa Arab ini tidak termasuk kesalahan Fonetik, karena memang satu rumpun, faktanya demikian.

hal yang berbeda jika penyebutan " Rata" dalam bahasa Indonesia dipaksakan sama dengan penyebutan "rata" dalam penyebutan Jepang, atau Inggris jika ada. jelas akan beda. inilah kesalahan Fonetik..

di atas Penuduh menjustifikasi Umat islam melakukan kesalahan Fonetik, menyebut Allah dari kata Alla dari bahasa Yunani.

Sejak Kapan Umat Islam menyebut kata Allah dari kata 'Alla" ?

cek di google tidak akan pernah ketemu, yang ada dalah Allah dari kata Allah, eloh, Elohim dalam bahsa Ibrani, yang satu rumpun, dengna bahasa Arab, Allah, Ilah, Allahumma.

selanjutnya: nama Allah Allelujah, kapan umat Islam menyatakan dari Allelujah, penyebutan kata Allelujah dalam Ibrani saja terasa janggal.
lagi kata Muhammad dari kata AMin, dari mana sumbernya klaim seperti ini, ungkapan kata Ahmad, adalah penyebutan dari Al-Qur'an yang menyatakan terdapat kata-kata Ahmad di kitab-kitab sebelumnya.
dan salah satunya terdapat di dalam Alkitab Makhmadim, di Kidung Agung. sangat lucu adalah kapan umat Islam menyatakan nama Muhammad terdapat di Alkitab dengan Kata Amin?

ini jelas fitnah, asumsi, dan justifikasi terhadap muslim seolah-olah berdiskusi atau berpendapat demikian. baru di hakimi penuduh.

9. Argumen "Ikan Merah" (Red Herring Fallacy)
Ketika seorang Muslim diminta untuk membela Al Qur'an, jika ia berbalik dan serangan keandalan dari Alkitab, Trinitas, keilahian Kristus, Salib, dll, ia memperkenalkan isu-isu tidak relevan yang tidak memiliki landasan logis pada kebenaran Islam. Dia mencoba untuk mengalihkan perhatian ke masalah lain.

Selanjutnya, ia berasumsi bahwa jika dia dapat menolak Alkitab, maka Al Qur'an menang secara default.  Jika ia bisa menolak Trinitas, maka Allah menang secara default. Tapi ini secara logika, ERROR.  Anda tidak dapat membuktikan kebenaran posisi Anda dengan menyangkal posisi orang lain.  Alkitab dan Al Qur'an bisa sama-sama salah. Muslim harus membuktikan buku mereka memang benar, tapi bukan dengan cara menunjukkan kesalahan2 dalam Alkitab.
Pada bagian 9 ini juga sama, Penuduh mengasumsikan muslim begini begitu dan selanjutnya menghakimi muslim. selanjutnya tetap saja disimpulkan muslim semuanya. padahal hanya beberapa orang saja yang mungkin melakukan hal tersebut.

pada bagian ini penuduh menyatakan muslim jika membela Al-Qur'an atau ajaran lain ketika muslim melakukan serangan balik menyerang Alkitab, Kristen dan lain sebagianya. maka disitulah kesalahan fikirnya.

Jika muslim melakukan demikian, benar melakukan demikian maka benar, muslim melakukan kesalahan logika. tapi pada kenyataanya, muslim mana yang melakukan hal tersebut?
selain itu terkesan sekali penuduh menyembunyikan opsi jawaban muslim opsi pembelaan muslim, seolah-olah jawaban muslim, pembelaan muslim hanya menyerang Kristen saja, menyerang Alkitab saja. lalu menganggap Islam benar.

ini jelas asumsi penuduh dan penyembunyian opsi jawaban muslim oleh penuduh.  padahal dalam membela Al-Qur'an Islam dan lain sebagainya muslim tidak sekedar menyerang, tapi menjelaskan pembelaannya. dengan fakta-fakta yang ada, sejarah, atau sains, atau lainnya. baru kemudian menyerang balik.
maka secara otomatis tuduhan penuduh sangat tidak relevan dan benar-benar subjektif, dan murni asumsi penuduh sendiri.

selanjutnya terakhir:

10. Argumen Manusia Jerami (Strawmen Argument)
Bila Anda meletakkan sebuah argumen palsu ke dalam mulut lawan dan kemudian lanjutkan untuk merobohkannya, Anda hanya menciptakan sebuah argumen "orang-orangan jerami". Kadang-kadang entah Muslim salah mengerti atau sengaja salah mengutip argumen kristeners, lalu menggunakannya untuk menyerang posisi kristeners.

Contoh:
Beberapa Muslim telah membangun sebuah "orang-orangan jerami" argumen yang mengklaim bahwa kristen mengajarkan, "bhw menurut Al-Qur'an Allah adalah dewa bulan dan bahwa umat Islam sadar percaya dan menyembah dewa bulan dan anak-anaknya."  Mereka kemudian menyerang argumen"jerami manusia" ini dan mengklaim kemenangan.  Tentu saja, kristen tidak pernah mengatakan omong kosong seperti itu.  Apa yang kami katakan adalah bahwa sementara klaim Al-Qur'an bahwa Allah adalah Tuhan dan Muslim berpikir bahwa mereka menyembah satu Allah yang benar, dalam kenyataannya mereka menyembah dewa palsu yang diajarkan oleh seorang nabi palsu menurut buku palsu.

Pembaca yang sejak membaca penjelasan pasti mengetahui siapakah yang sesungguhnya melakukan kesalahan / Fallacy Strawmen Argument??

Penuduh menyebut muslim melakukan dmeikian dengan mencontohkan bahwa muslim pernah membuat argumen bahwa Kristen pernah menuduh Islam menyebah dewa bulan, lalu muslim membantahnya..

faktanya Kristen sendirilah yang menyerang menuduh Islam penyembah dewa bulan, cek di situs Ini:

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/allah-dewa-bulan-t826/

bukankah ini bukti bahwa Kristen benar-benar menuduh Islam demikian? fakta Penuduhlah yang membuat kesalahan atau kesesatan Fikir,


Hampir semua catatan soal kesalahan logika muslim dibuat dan digiring oleh penuduh, mengasumsikan muslim berbuat seperti ini dan seperti itu, baru kemudian di hakimi oleh penuduh sebagai kesalahan Logika, atau kesalahan berfikir.


Kesimpulannya,


Hampir semua tulisan Penuduh berasal dari asumsi penuduh, menyatakan muslim berbuat atau berargumen seperti ini tanpa pembuktian lalu menyerang atau menghakimi muslim salah berlogika..

inilah Strawment Argument yang dibuat oleh Penuduh sendiri, dengan kata lain penuduh Jilat Lidah sendiri.

Sumber :Muslim-says.blogspot.com

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama