Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sebagai sesama Muslim,Kita diperintahkan mengisi waktu / umur yang tersedia ini untuk saling mengingatkan tentang Kebenaran dan Kesabaran,Agar tidak termasuk Golongan yang merugi.
sebagaimana Firman Allah ini :



وَالْعَصْرِ
waal’ashri
[103:1] Demi masa.

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
inna al-insaana lafii khusrin
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
illaa alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati watawaasaw bialhaqqi watawaasaw bialshshabri

[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Maka Catatan ini perlu saya sampaikan kepada saudara saudaraku Seiman, Merupakan salah satu Usaha Kongkrit untuk melaksanakan Ayat diatas.
dan Pesan ini perlu saya sampaikan karena memperhatikan Fenomena yang begitu banyaknya Penulis lihat dan baca betebaran Ejekan,Hujatan dan Caci maki terhadap Tokoh yang sekaligus dipertuhankan oleh Umat lain.
didalam Al Qur’an tentang masalah tersebut Allah melarang Tindakan tersebut.

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

walaa tasubbuu alladziina yad’uuna min duuni allaahi fayasubbuu allaaha ‘adwan bighayri ‘ilmin kadzaalika zayyannaa likulli ummatin ‘amalahum tsumma ilaa rabbihim marji’uhum fayunabbi-uhum bimaa kaanuu ya’maluuna

6:108] Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ada beberapa Point dari ayat diatas

1. Larangan memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah.
2.Tindakan tersebut berpotensi mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.
3.setiap Umat / kelompok menganggap Baik tindakan tersebut atau bisa juga bermakna tidak merasa bersalah terhadap tindakannya tersebut.
4.Diingatkan Bahwa Semua Umat Akan dimintai pertanggungan jawab atas setiap tindakannya.
Jadi apapun yang dijadikan Alasan untuk memaki maki Sembahan Umat Lain,apakah Mereka siap diyaumil Hisab nanti mempertanggung jawabkan tindakan tersebut?

yang paling sering dijadikan Alasan adalah tindakan pembalasan terhadap ulah dari ‘Umat lain’ yang suka menghujat dan mencaci maki Allah dan rasul-Nya,yang targetnya adalah untuk memurtadjan Orang Islam agar mau mengikuti pola pikir mereka.
Mengenai Fenomena usaha usaha yang tidak Henti dari ‘umat lain’ agar Muslim mengikuti mereka,sudah dinyatakan secara jelas didalam

Qs 2:120.
dan sebenarnya ayat ini banyak dihafal diantara kita :

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ

walan tardaa ‘anka alyahuudu walaa alnnashaaraa hattaa tattabi’a millatahum qul inna hudaa allaahi huwa alhudaa wala-ini ittaba’ta ahwaa-ahum ba’da alladzii jaa-aka mina al’ilmi maa laka mina allaahi min waliyyin walaa nashiirin\

[2:120] Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

didalam Ayat ini ada beberapa Point

1. Umat Lain ,yaitu : Yahudi dan Nasrani ,tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
2. Petunjuk bagaimana menyikapi problematika tersebut,yaitu menyampaikan Bahwa petunjuk Allah adalah benar.
Untuk mengetahui dan bisa menyampaikan tentang Petunjuk Allah tersebut maka tindakan Tindakan Umat lain tersebut dijadikan ‘alat cambuk’ untuk semakin bersemangat mempelajari Petunjuk Allah melalui Firman-Firmannya dan juga Contoh kongkrit yang dilakukan oleh manusia manusia Pilihan,yang diutus oleh Allah Swt.
Maka setelah Kita Mengetahuinya maka sampaikan kepada mereka, tetapi yang perlu diingat Tugas kita hanyalah Menyampaikan. masalah mereka kemudian beriman Kepada Allah atau tidak,sama sekali itu bukan kekuasaan kita.
3.Diingatkan tentang resiko Mengikuti kemauan dan pola pikir mereka,yaitu resikonya sangat serius yaitu : Allah tidak menjadi pelindung dan penolongnya.
jadi kalau Alasannya karena untuk membalas tindakan tindakan mereka,maka yang saya khawatirkan tindakan tersebut secara tidak sadar sudah mengikuti pola pikir mereka.
semoga apa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan kalau ada kata kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebesar besarnya.

semoga Allah senantiasa meridhoi segala perbuatan Kita,dan memasukan kita didalam Golongan orang orang yang diberi Nikmat tak Terhingga…, dan Allah senantiasa menjadi Penolong dan Pelindung Kita

Wassalam


Id Amor

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama