Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.

Injil Lukas 2:1-7 menyatakan sebuah sensus diadakan oleh Quirinius, gubernur Romawi untuk wilayah Syria dan Yudea, sehingga membuat Yusuf dan Maria yang sedang hamil tua pergi dari Nazareth di wilayah Galilee menuju Bethelehem di wilayah Yudea, yang jaraknya lebih dari 100 km, untuk mendaftarkan diri. Akhirnya di Bethlehem, Maria melahirkan Yesus.


Note: Peta Nazareth dan Bethlehem sekarang

Lukas 1:36 menyatakan bahwa usia Yohanes Pembaptis lebih tua 6 bulan daripada usia Yesus, dan Lukas pasal 3 menyatakan bahwa Yesus berusia sekitar 30 tahun ketika Yohanes Pembaptis mulai berdakwah di tahun ke 15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius, artinya tahun 29 M.

Profil Kaisar Romawi Tiberius Caesar -Lahir : 42 SM -Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M. -Mati : 37 M.

Referensi: ~ http://en.wikipedia.org/wiki/Tiberius ~ http://www.roman-britain.org/people/tiberius.htm

** Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M.

Karena menurut perhitungan Lukas pasal 3, Yesus berusia sekitar 30 tahun pada tahun 29 M, maka kita dapat mengkalkulasikan bahwa Yesus lahir pada sekitar tahun 2 SM , yaitu ketika Yudea dipimpin oleh Archelaus.

Profil Archelaus -Archelaus atau Herodes Archelaus adalah anak dari Herodes Yang Agung, dan ia meneruskan tampuk kepemimpinan atas wilayah Yudea tahun 4 SM – 6 M.

Referensi: ~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_Archelaus

Cerita Lukas pasal 2 adalah kontradiksi dengan Matius. Matius 2:1 mencatat bahwa Yesus lahir pada zaman Herodes, yang dimaksud Herodes disini adalah Herodes Yang Agung bukan Herodes Archelaus (atau lebih dikenal Archelaus), karena pada Matius 2:19-22 menyatakan bahwa Herodes mati dan digantikan Archelaus.

Profil Herodes Yang Agung

-Herodes Yang Agung atau Herodes I adalah raja Yudea yang mati pada bulan April tahun 4 SM.

Referensi: ~ http://en.wikipedia.org/wiki/Herod_the_Great


Jadi terdapat kontradiksi antara Injil Matius, Injil Lukas, dan Catatan sejarah:

1-. Lukas pasal 2 dan pasal 3 menyatakan Yesus lahir sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan sensus Quirinius, dimana wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Archelaus.

2-. Lukas pasal 1 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Raja Herodes. Disini kita tidak tahu apakah Herodes Yang Agung atau Herodes Archelaus. Tetapi kita dapat memahami bahwa Herodes disini adalah Herodes Yang Agung, karena dijelaskan dalam Lukas pasal 1:24-31 bahwa selisih umur Yohanes Pembaptis dengan Yesus adalah 6 bulan. Jika kita mengikuti catatan Injil Matius bahwa Yohanes lahir pada saat zaman Herodes Yang Agung, maka Yesus pun juga lahir pada zaman Herodes Yang Agung.

3-. Matius menyatakan Yesus lahir (paling telat) tahun 4 SM, pada saat wilayah Yudea dipimpin oleh Herodes Yang Agung

4-. Bukti sejarah mencatat bahwa sensus Quirinius adalah tahun 6 M.


Sensus Quirinius

-Sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat bahwa Gubernur Syria bernama Quirinius melakukan sensus untuk wilayah Yudea tahun 6 M.

Referensi: ~http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius

Perhatikan bagaimana Injil-injil saling menyangkal satu sama lain, dan sejarah dengan tegas menolak klaim Lukas mengenai waktu tahun berlangsungnya sensus Quirinius.

Masalah Sensus Quirinius ini pada akhirnya membuat sarjana-sarjana Barat modern menjadi kebingungan menghadapi error yang terdapat dalam Injil Lukas karena bertentangan dengan fakta sejarah. Injil Lukas error karena menyatakan sensus Quirinius terjadi pada tahun sebelum masehi (SM)

Apologis Kristen berusaha menjelaskan kontradiksi Injil Lukas dengan membuat teori-teori untuk mengatasi blunder Injil Lukas ini, yaitu usulan agar merevisi Injil Lukas 2:2 dan pernyataan bahwa Quirinius menjabat gubernur Syria sebanyak dua kali. Selain terori tsb, kaum apologis juga memberikan sejumlah bukti arkaeologi yang akan kita bahas di artikel ini.

Usulan revisi Injil Lukas

J.G Herwart (1612) dan P. E. Huschke (1840) memandang perlu adanya revisi untuk Lukas 2:2 untuk mengatasi pertentangan antara fakta sejarah versus Injil lukas. Mereka menyatakan bahwa kata Yunani πρώτη (baca ‘protos’) seharusnya diterjemahkan menjadi “sebelum” atau “yang dahulu”, bukan “pertama” sebagaimana terjemahan Bible modern. F.M. Heichelheim berpendapat bahwa “arti orisinil” dari Injil Lukas 2:2 seharusnya dibaca “Sensus ini adalah pertama sebelum (=πρώτη) Quirinius menjadi kepala daerah di Syria”.2

Usulan revisi Injil Lukas yang diusulkan jelas tidak dapat diterima karena :

1. Dalam Kisah 5:37, yang juga dikarang oleh Lukas, dinyatakan “ho” (bahasa Yunani) yang artinya “the” (bahasa Inggris), sehingga yang diyakini oleh Lukas hanya ada satu sensus pajak saja.2

After this man rose up Judas of Galilee in the days of THE taxing, and drew away much people after him: he also perished; and all, even as many as obeyed him, were dispersed.”(Kisah 5:37 KJV Bible)

2. Fakta bahwa Lukas (2:1) merujuk pada sebuah sensus sebagai hasil dari dekrit Augustus membuktikan bahwa Lukas memahami sensus Qurininus sebagai sensus pertama Augustus di wilayah Yudea.1

3. Seandainya Lukas bermaksud “sebelum” pada Lukas 2:2, ia harusnya menggunakan adjective yang benar (yaitu kata Yunani ‘prin’). Lukas menggunakan kata Yunani ‘prin’ yang artinya “sebelum” dalam bahasa Indonesia untuk Lukas 2:26, Lukas 22:61, Kisah 2:20, Kisah 7:2, Kisah 25:16.1


Apakah Quirinius 2 kali menjabat gubernur Syria

Kalangan apologis Kristen mencoba merekonsiliasikan Matius dan Lukas dengan berspekulasi bahwa Quirinius menjabat gubernur wilayah Syria selama dua periode. Periode pertama adalah sewaktu Herodes masih hidup, jadi sensus Quirinius yang diceritakan Injil Lukas itu terjadi pada masa Herodes Yang Agung. Tapi seperti yang telah dibahas diatas, Kisah 5:37 adalah bukti bahwa Lukas hanya menyatakan satu sensus Quirinius saja.

Dan lagi, tidak ada bukti sejarah bahwa Quirinius melayani wilayah Syria sebagai gubernus dua kali. Selain itu, tidak ada yang menjadi gubernur untuk provinsi yang sama sebanyak dua kali dalam sejarah Romawi, sehingga spekulasi kalangan apologis Kristen tidak dapat diterima.1

Teori spekulasi Kristen tsb juga benar-benar absurd. Karena, pertama kita tahu bahwa Quinctilius Varus, BUKAN Publius Sulpicius Quirinius, yang menjadi gubernur Syria dari tahun 7/6 SM s.d 4 SM.2 Artinya apa? Artinya jauh sekali jika dibandingkan dengan kematian Herodes tahun 4 SM! Dan sebelum Quinctilius Varus, yang memegang jabatan gubernur Syria adalah Sentius Saturninus pada tahun 10/9 – 7/6 B.C.2 dan Sentius Saturninus memegang jabatan gubernur Syria setelah M. Titius pada 10 SM. Jadi tidak ada ruang dan waktu untuk Quirinius menjabat gubernur Syria sebelum tahun 6 M!

Sejarah mencatat bahwa Quirinius mencapai kedudukan sebagai konsul pada tahun 12 SM dan hanya mantan konsul saja yang boleh memegang jabatan gubernur Syria pada zaman Augustus, jadi Quirinius tidak dapat menjabat sebagai gubernur Syria sebelum tahun 12 SM. 1

The Lapis Tiburtinus

Kalangan apologis Kristen mencoba membuktikan berdasarkan penemuan inskripsi sebagai bukti bahwa Quirinius memegang jabatan gubernur Syria dua kali, tetapi inskripsi Tiburtinus sama sekali tidak mencatat nama Quirinius. Inskripsi ini adalah sebuah fragmen yang ditemukan di Tivoli (dekat kota Roma) pada tahun 1764, dan sekarang diperlihatkan di Museum Vatikan. Isi inskripsi tsb adalah sbb:

 

Terjemahan bahasa Inggris

….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. …KING BROUGHT INTO THE POWER OF… AUGUSTUS AND THE ROMAN PEOPLE AND SENATE… FOR THIS HONORED WITH TWO VICTORY CELEBRATIONS… FOR THE SAME THING THE TRIUMPHAL DECORATION… OBTAINED THE PROCONSULATE OF THE PROVINCE OF ASIA… AGAIN OF THE DEIFIED AUGUSTUS SYRIA AND PH[OENICIA]… ….. ….. ….. ….. ….. ….. ….. …..

Masalah paling utama dengan potongan “bukti” ini adalah bahwa tidak ada nama Quirinius didalamnya! Tak ada seorang pun yang mengetahui siapa orang yang dimaksud dalam inskripsi ini. Dan Inskripsi ini juga tidak mencatat gubernur Syria dipegang selama dua periode, hanya bahwa satu legateship kedua dijabat, dan bahwa jabatan kedua terjadi di Syria. Dari apa yang terdapat di batu inskripsi tsb, nyata lah bahwa jabatan pertama adalahproconsulate dari Asia. Artinya meskipun ini adalah karir yang ditempuh oleh Quirinius, semuanya membuktikan bahwa ia hanya sekali memegang jabatan gubernur Syria.1

The Lapis Venetus

Inskripsi yang diajukan oleh kalangan apologis Kristen ini seringkali disebut “Aemilius Secundus”. Batu Aemilius Secundus ini didapat di Beirut oleh pedagang-pedagang dari Venesia diperkirakan sebelum 1674.1

Inskripsi tsb tidak mengatakan dan tidak memberikan petunjuk ketika kapan sensus itu terjadi. Sarjana terakhir yang menguji isu ini, Fergus Millar, mempunyai alasan baik bahwa sebenarnya sangat sama dengan sensus 6 SM 1. Josephus mengatakan bahwa Quirinius memberlakukan satu sensus di Syria pada waktu Yudea dianeksasi, dan the Apamea yang ada dalam inskirpsi ini merefer untuk bagian provinsi Syria Romawi 1.

The Antioch Stones

Satu-satunya bukti yang menyebut nama Quirinius adalah sepasang batu yang ditemukan di dua desa yang dihuni orang-orang Islam diluar Pisidian Antioch pada tahun 1912 dan 1913. Kedua batu ini perlu disinggung karena seorang dari jabatan deputy management of a duumvirate yang dipegang oleh Quirinius. Inskripsi pertama tidak menyebut penanggalan dan hanya dapat diduga antara tahun 11-1 SM. Inskripsi kedua tidak memberikan petunjuk at all. though it was most likely set up after the first, since it mentions additional posts, apparently gained in the interim. Though even earlier dates are remotely possible, later dates are much less likely. Only a sketch exists of one of them, but a photo survives of the other.. Dibawah ini adalah gambar dan terjemahan dari The Antioch Stones tsb.1

Terjemahan Bahasa Inggris

GAIUS CARISTA[NIUS...] SON OF GAIUS, SERGIUS FRONTO CAESIANUS JUL[IUS...] OFFICER IN CHARGE OF WORKS, PONTIFEX, PRIEST, PREFECT OF PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR, PREFECT OF MARCUS SERVILIUS. BY THIS MAN, THE FIRST OF ALL [WITH A] PUBLIC DECREE OF THE DECEMVIRATE COUNCIL, THE STATUE WAS SET UP.

Terjemahan Bahasa Inggris

BY GAIUS CARISTANIUS … FRONTO CAESIANUS JULIUS, OFFICER IN CHARGE OF WORKS, COMMANDING OFFICER OF THE TWELFTH LIGHTNING LEGION, PREFECT OF THE BOSPORAN COHORT, PONTIFEX, PREFECT OF PUBLIUS SULPICIUS QUIRINIUS THE DUUMVIR, PREFECT OF MARCUS SERVILIUS, PREFECT…

Inkripsi Antioch ini tidak memberikan bukti tentang gubernur Syria yang kedua. Pertama, tidak ada hubungan erat antara menjadi gubernur dan menjadi the Duumvir dari sebuah kota. Kedua, kota Antioch adalah diluar provinsi Syria Romawi, pada perbatasan antara Lycia-Pamphylia dan Galatia (sekarang dekat Danau Egridir Turki).

Note: -Diperoleh dari peta perjalanan Paulus, bible.org -Perhatikan ada dua Antioch. Antioch yang dimaksud disini adalah Antioch dekat Pisidia, bukan Antioch dekat Seleucia.

Apologis Kristen bersikeras bahwa Lukas mencatat Quirinius sebagai gubernur Syria pada saat kelahiran Yesus, tetapi catatan sekuler menunjukkan bahwa Saturninus adalah gubernur kala itu. Sebuah inskripsi yang ditemukan di Antioch menunjukkan bahwa Saturninus sesungguhnya adalah gubernur Syria kala itu. 1

Pernyataan Kristen tidak mungkin, karena apa yang ada di batu tsb hanya mencatat bahwa Quirinius adalah seorang Duumvir, bukan seorang gubernur Syria, dan Antioch bukan provinsi Syria Romawi.

Vardaman’s Magic “Coin”

Dr. Jerry Vardman, seorang arkaeologi dari Mississippi State University, mengklaim telah menemukan microscopic letters covering ancient coins and inscriptions. Ia mengklaim bahwa Yesus lahir pada tahun 12 SM, Pilatus sebenarnya menjadi gubernur Yudea antara tahun 15 dan 26 M, Yesus disalib pada tahun 21 M dan Paulus masuk agama Kristen di jalan menuju kota Damaskus pada tahun 25 M.1

Klaim Dr. Jerry Vardman sangat aneh karena bertentangan dengan semua catatan dan bukti sejarah Romawi!

Apakah ada sensus Romawi di Yudea sebelum Quirinius

Meskipun jika Quirinius menjadi gubernur Syia pada waktu sebelumnya sehingga cocok dengan masa pemerintahan Herodes Yang Agung, dan mengadakan sebuah sensus, tetapi sayangnya sensus itu tidak mencakup wilayah Yudea karena tidak dibawah kontrol langsung Romawi saat itu, sehingga tidak bisa dibebani pajak secara langsung. Jadi sensus hanya dapat dilakukan setelah kematian Herodes, yaitu ketika wilayah Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria Romawi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Josephus. 1

Apakah sensus ini dilakukan oleh Quirinius atau orang Romawi lainnya, di Yudea tidak ada sensus sebelum tahun 6 M, karena Yudea belum dimasukkan kedalam kontrol langsung Romawi. Tetapi sejak Quirinius menjadi gubernur Romawi yang mengambil alih kontrol atas wilayah Yudea, maka sensus pun dapat terjadi. 1

Wilayah Yudea pada zaman Herodes Yang Agung dan Archelaus, adalah sebuah kerajaan independen yang membayar upeti tahunan kepada Romawi. Romawi mempunyai banyak hak-hak melalui perjanjian, seperti hak veto. Banyak daerah-daerah lain juga menerima status khusus karena bekerja sama dengan Roma pada perang-perang penting, atau ketika Roma tidak ingin bermasalah dalam mengendalikan provinsi secara secara langsung, dan ciri khas negara khusus ini dikelilingi dan diproteksi oleh Kekaisaran Romawi, dengan membentuk zona penyangga dalam menghadapi invasi negara lain. 1

Seberapa sering Romawi mengadakan sensus

Kirk R. MacGregor mengatakan:

“Penemuan-penemuan arkaeologi menunjukkan bahwa Romawi menerapkan pendaftaran untuk wajib pajak secara reguler dan juga sensus ditetapkan setiap 14 tahun. Prosedur ini diduga dimulai pada masa Augustus dan pertama kali terjadi tahun 23-22 SM atau 9-8 SM.( R. MacGregor, Is the New Testament Historically Accurate?

John McRay mengklaim “susunan dari penanggalan yang telah diketahui untuk sensus-sensus menunjukkan secara jelas bahwa satu sensus diambil di kekaisaran [Romawi] setiap empat belas tahun”.John McRay, Archaeology and the New Testament (1991), hal. 154-5)1

Apakah Quirinius adalah wali (legate) khusus di Syria pada tahun Sebelum Masehi (SM)

Masalah lainnya adalah bahwa hêgemoneuontos tês Syrias mungkin diartikan sebagai “holding a command in Syria” dan karena Quirinius diketahui pernah terlibat sebuah perang di Asia Minor (Turki) antara tahun 6 SM dan 1 SM, mungkin Lukas merujuk pada waktu ketika Quirinius menghadapi perang ini, dan bukan sebagai Wali Syria (legate of Syria). Tetapi ini tidak memecahkan masalah sedikitpun karena sebagaimana telah kita diskusikan diatas, tidak ada sensus di Yudea sebelum tahun 6 M.1

Argumentasi ini juga tidak dapat dibenarkan karena: pertama, tidak masuk akal untuk memberi penanggalan sebuah peristiwa di Yudea dengan merujuk pada satu komando khusus dalam sebuah perang di Asia. Kedua, hanya karena Quirinius mungkin memegang satu legiun orang-orang Syria untuk melawan bandit-bandit di pegunungan yang membatasi antara Galatia dan Cilicia, itu tidak selanjutnya bahwa ia memiliki setiap jenis komando di Syria. Sebaliknya, ia sedang di provinsi Galatia, bukan Syria, dan oleh komando khusus dari Augustus. Jadi hanya membuat pandangan bahwa ia adalah seorang wali (legate) Galatia untuk perang ini. Seorang wali Syria tidak ada urusannya berperang di provinsi lainnya, khususnya di sebuah teritorial yang akan membatasi dari provinsinya sendiri karena ada sebuah alur pegunungan besar. Jadi dengan memperhatikan kondisi geografis pegunungan Asia Minor, hanya tentara yang datang dari utara yang dapat menaklukkan bangsa-bangsa pegunungan ini, atau dengan kata lain hanya tentara dari provinsi Galatia, bukan Syria.1

Catatan Sejarawan Yahudi Josephus

Josephus mengatakan bahwa ketika Archelaus, pengganti Herodes Yang Agung, berkuasa:

“Negerinya Archelaus ditetapkan untuk Syria dengan maksud membayar upeti, dan Quirinius, seorang pria yang memiliki jabatan tertinggi, dikirim oleh Kaisar untuk mensensus Syria dan untuk membuat sebuah account dari tanah milik Archelaus (Archelaus’s estate)” (Antiquities of the Jews, 17.355)

“Quirinius adalah seorang Senat, yang telah memegang jabatan-jabatan lain…Ia mempunyai reputasi baik karena alasan-alasan lain, juga. Ia tiba di Syria dengan beberapa orang lainnya, karena ia dikirim oleh Kaisar sebagai seorang gubernur, dan seorang assessor of their worth. Coponius, yang memegang jabatan tentara, dikirim jauh dengannya untuk mengambil semua komando terhadap orang-orang Yahudi. Dan Quirinius juga pergi ke Yudea, sejak Yudea menjadi bagian dari Syria, untuk melakukan sebuah sensus…dan untuk membuat satu accountdari milik Archelaus.” (Antiquities of the Jews, 18.1-2)

Fungsi utama dari sebuah sensus dalam antiquity adalah untuk menilai bukan hanya property, tetapi total tenaga manusia bagi tujuan sistem pajak langsung (direct taxation), itulah mengapa dilakukan secara rutin untuk pengaturan satu sensus pada asumsi kontrol dari sebuah provinsi, dan dengan jelas Josephus menjelaskan sensus ini. Apa yang menjadi jelas disini adalah bahwa Quirinius tidak mengambil kendali atas wilayah Yudea sebelum dipindahkan oleh Archelaus. Jadi sangatlah jelas bahwa ada kontradiksi dalam Injil-injil Perjanjian Baru: Lukas menempatkan kelahiran Yesus setelah kematian Herodes Yang Agung, sedangkan Matius adalah sebelum kematian Herodes Yang Agung.

Josephus mencatat:

“Pada tahun ke sepuluh pemerintahan Archelaus pemimpin di Yudea dan Samaria tidak tahan kekejamannya dan tirani dan menyalahkannya dihadapan kaisar….dan ketika Kaisar mendengar ini, ia marah….dan mengirim Archelaus kedalam pembuangan….ke Vienna, dan menyita propertynya.(Josephus, Antiquities of the Jews, 17.342-4)

Jadi rentang waktu sepuluh tahun antara kematian Herodes dan kedatangan Quirinius. Lalu kapan sensus diadakan di Yudea?

Josephus menulis secara pasti:

“Quirinius membuat satu account dari propertynya Archelaus dan menyelesaikan sensus tsb, yang terjadi pada tiga puluh tujuh tahun setelah kekalahan Kaisar (caesar) dari Antony di Actium.” (Josephus, Antiquities of the Jews, 18.26)

Perang Actium secara universal disepakati terjadi pada tahun 31 SM. Bukti ini dikonfirmasi dalam catatan sejarah yang tak terhitung banyaknya , inskripsi-inskripsi, dan bukti-bukti fisik lainnya. Jadi sensus Quirinius terjadi pada tahun 6 M, atau pasca 37 tahun kekalahan di Actium tahun 31 SM.

Sejarah Pertempuran Actium tahun 31 SM bisa Anda baca dihttp://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Actium

Kapan Yesus dilahirkan dan pada masa pemerintahan siapa, semuanya diceritakan oleh Injil-injil Perjanjian Baru. Jika kita menelusuri apa yang diceritakan oleh injil-injil ini seputar hari natal (kelahiran Yesus), maka apa yang akan pembaca saksikan dibawah ini adalah pertentangan saling menyangkal antara Injil yang satu dengan yang lain, dan kontradiksi yang nyata antara fakta sejarah dan statement Injil Lukas mengenai Sensus Quirinius.

Perlu juga diketahui bahwa Josephus menganggap pemberontakan Yudas orang Galilee diakibatkan oleh adanya sensus ini (lihat Antiquities of the Jews dan Jewish War) dan fakta ini juga di konfirmasi oleh Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 5:37.

Apapun tafsiran Kristen mengenai Lukas 2:2 akan selalu menghadapi DILEMA!

Seandainya Kristen menyatakan Yesus lahir pada tahun 6 M agar sesuai dengan fakta sejarah sensus Quirinius. Tetapi pertanyaannya apakah blunder Injil-injil Perjanjian Baru sudah selesai sampai disini? Karena Injil Lukas 3:1,23 menyatakan bahwa ketika 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius, Yesus berumur sekitar 30 tahun. Jadi peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 29 M. Artinya menurut Injil Lukas 3:1,23 Yesus paling telat lahir pada tahun 2 SM. Dan pada tahun 2 SM, Yudea adalah wilayah independen dan tidak dikenai pajak. Sekali lagi, Yudea baru bisa dikenai pajak pada tahun 6 M yaitu ketika Quirinius menjabat gubernur Syria dan mencaplok wilayah Yudea.

Sebaliknya, jika Kristen menyerah pada kenyataan dan setuju bahwa Injil Lukas 2:2 telah ERROR, maka Lukas 3:,12 dan Matius adalah yang benar. Tidak ada satu pilihan yang “nyaman” bagi Kristen, karena hanya akan menyalahkan Injil Anda sendiri. Dari semua pilihan yang ada, tak satupun yang membenarkan klaim gereja bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember tahun 1 M!

Seandainya Kristen menyatakan bahwa Lukas salah mencatat, yang seharusnya “Saturninus” tetapi ditulis “Quirinius”, hal ini tetap saja akan kontradiksi dengan catatan sejarah bahwa TIDAK ADA SENSUS DI YUDEA SEBELUM TAHUN 6 M, TAHUN DI MANA YUDEA DICAPLOK KEDALAM PROVINSI SYRIA ROMAWI!

Demikianlah segala problematika pertentangan antar ayat-ayat kitab Injil-injil korup yang dapat Anda saksikan di Perjanjian Baru sekarang.

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besar bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besar bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS Al Baqoroh 2:79)

Masih belum cukup buktikah bahwa Alkitab Kristen adalah kontradiksi, korup, dan palsu?

Footnotes

^1. Lihat http://www.infidels.org/library/modern/richard_carrier/quirinius.html ^2 Lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Census_of_Quirinius

Sumber Artikel

-The Date of the Nativity in Luke (5th ed., 2006)
recommended -Census of Quirinius,
Wikipedia, last modified 11 August 2007
recommended -QUIRINIUS,
Jewish Encyclopedia -Flavius Josephus,
Wikipedia -Herod the Great,
WIkipedia, last modified 8 August 2007 -
Herod Archelaus, wikipedia -Tiberius,
wikipedia, last modified 11 August 2007 -Tiberius,
WWW.Roman-Britain.ORG, last modified: 08/13/2007

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama