Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Oleh : Mattula Ada

d. Ashhaab Al-Kahfi
Keraguan masyarakat Arab Makkah tentang kenabian Muhammad saw dan kebenaran Al-Qur’an terus berlanjut. Mereka mengutus tiga orang untuk menemui tokoh agama Yahudi Najran guna meminta tanggapan mereka tentang Muhammad. Para tokoh Yahudi tersebut mengusulkan agar kaum musyrik Makkah bertanya kepada Nabi tentang 3 hal. “Jika menjawabnya dengan baik, dia seorang nabi. Lalu tanyakan pula satu hal lain, dan jika dia menduga tahu, dia berbohong”, demikian ucap orang-orang Yahudi itu. Ketiga hal tersebut adalah :
1. Kisah sekelompok pemuda yang masuk berlindung dan tertidur sekian lama. Berapa jumlah mereka dan siapa atau apa yang bersama mereka?;
2. Kisah Musa ketika diperintahkan Tuhan untuk belajar;
3. Kisah seorang penjelajah ke Timur dan ke Barat;
4. Tentang hari kiamat kapan akan terjadi? Kalau Muhammad mengetahuinya, berarti ia berbohong.
Keempat pertanyaan mereka itu terjawab melalui wahyu Al-Qur’an surah ke-18 (S. Al-Kahfi). Namun bukan disini tempatnya menguraikan jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang akan dibahas adalah benarkah informasi atau jawaban Al-Qur’an bahwa terdapat tujuh orang pemuda bersama seekor anjing yang berlindung dari kekejaman penguasa masanya menuju gua (QS. Al-Kahfi 22) ? Benarkah mereka tertidur di gua selama 300 tahun menurut perhitungan Syamsiah atau 309 tahun menurut perhitungan Qamariah (QS. Al-Kahfi 25) ? Benarkah ketika mereka terbangun dan diketahui oleh masyarakat, mereka disambut baik, karena ketika itu, penguasa tidak lagi menindas penganut-penganut agama Kristen (QS. Al-Kahfi 21) ? Benarkah bahwa diatas lokasi gua mereka kemudian dibangun tempat peribadatan (QS. Al-Kahfi 21) ?
Al-Qur’an juga melukiskan gua tempat tinggal mereka sbb :
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداًوَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً
Artinya :
017. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu……(QS. Al-Kahfi 17)

Ket. Gambar: berturut-turut dari kiri ke kanan: pintu muka gua, pintu masuk gua, pemandangan gua dari dalam.
Tidak mudah membuktikan keberadaan gua yang dimaksud sebelum maraknya penelitian arkeologi. Dari beberapa sumber sebelumnya ada yang mengatakan bahwa gua tsb berada di Ephesus namun ada pula yang berpendapat bahwa gua tsb berada di Tarsus. Nanti pada tahun 1963, seorang arkeolog Yordania bernama Rafiq Waqa Ad-Dajani, akhirnya menemukan sebuah gua yang terletak sekitar 8 km dari Amman (ibukota Yordania), yang memiliki ciri-ciri persis seperti yang diuraikan oleh Al-Qur’an.
Gua tsb berada diatas dataran tinggi menuju arah tenggara, sedangkan kedua sisinya berada di sebelah timur dan barat, serta terbuka sedemikian rupa sehingga cahaya matahari menembus ke dalam. Di dalam gua terdapat ruangan kecil yang luasnya sekitar tiga kali dua setengah meter. Ditemukan juga didalam gua tersebut 8 kuburan yang kemudian dari tiap-tiap tulang-belulang dari setiap kuburan dikumpul menjadi satu. Perlu diketahui bahwa menjadi adat ketika itu, mayat-mayat orang Nasrani dikuburkan di dalam bekas batu. Ini tidak mustahil bahwa mereka yang telah menguruskan mayat pemuda tersebut telah mengebumikan mereka dengan cara dan adat mereka pada saat itu.
                                                                                    
Ket. Gambar :
(a) : sisi dalam gua bagian barat
(b) : sisi dalam gua bagian timur
(c) : tulang-tulang yang ditemukan tahun 1963
Selain itu, pada dinding-dinding gua terdapat tulisan Yunani Kuno, tetapi tidak terbaca lagi, sebagaimana terdapat pula gambar seekor anjing dan beberapa ornamen. Di atas gua tsb terdapat sebuah tempat peribadatan ala Bizantium, mata uang, serta peninggalan-peninggalan yang ditemukan disekitarnya menunjukkan bahwa tempat tsb dibangun pada masa pemerintahan Justinian I (527-565 M).
                                                                                           
Ket. Gambar :
(a) : Tempat peribadatan diatas gua
(b) : Peninggalan yang diletakkan dalam gua
(c) : Sumber mata air di gua
Nah, yang menjadi pertanyaan disini kapan ketujuh pemuda tsb lari menuju gua? Banyak peneliti dan pengamat mengatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar tahun 250 M. Ini berarti adalah ketika Kaisar Trajan Decius (249-251 M) yang masih menganut paganism (menyembah berhala) berkuasa.
Disini sekali lagi ada kecocokan antara informasi Al-Qur’an dengan informasi sejarawan, yakni apabila diatas dikatakan bahwa para pemuda yang berlindung itu menghindar dari ketetapan penguasa pada tahun 250 M, dan bahwa mereka tertidur selama 300 tahun, ini berarti mereka terbangun dari tidur pada sekitar tahun 550 M, yakni pada masa pemerintahan penguasa yang telah membebaskan orang-orang Nasrani dari penindasan, dimana dalam hal ini yaitu ketika Kaisar Justinian I berkuasa.

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama