Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Oleh : Lee Wafat

Ramadhan tinggal hitungan hari meninggalkan kita, selanjutnya kita menantikan detik kemenangan dan kesucian dari jerih payah kita setelah selama sebulan berlatih mengendalikan hawa nafasu. Semoga setelah Ramadhan kita masih dapat merasakan dan menyuguhkan manisnya Ramadhan. Amin!

Seperti biasanya beberapa Ormas dan instansi terkait sibuk menentukan awal 1 Syawal 1433H. Namun hal ini tidak semudah membalik telapak tangan, ada kaidah-kaidah tertentu yang harus dilewati, ada metode-metode tertentu yang harus dipilih sebagai tolok ukur. Di negeri tercinta ini, dikenal ada dua metode; Rukyat dan Hisab. Metode rukyat adalah metode penentuan perpindan hari/bulan dalam kalender hijriyah melalui pengamatan langsung posisi hilal/bulan ketika matahari tenggelam. Sedangkan metode hisab adalah metode penentuan perpindahan hari/bulan dalam kalender hijriyah melalui perhitungan astronomi dan geografi.

Di Indonesia ormas besar islam rata-rata memiliki departemen yang mengurusi urusan yang satu ini. Sepanjang pengetahuan penulis, ormas yang menggunakan metode imkanu rukyat adalah Pemerintah melalui Departemen Agama, Almundzir, Persis, dll. Ormas yang menganut metode hisab antara lain Muhammadiyah, thoriqoh naqsabandiyah, dll. Namun ada beberapa ormas yang menggabungkan kedua metode ini yaitu antara lain Nahdhatul Ulama (NU). NU menggunakan metode hisab untuk menentukan kapan rukyat harus dilakukan.
Penulis mencoba berbagi info tentang salah satu metode hisab, dengan catatan sbb:
  1. Perhitungan dilakukan dua hari, yaitu: hari jum’at, tanggal 17 Agustus 2012 dan hari Sabtu tanggal 18 Agustus 2012.
  2. Metode yang digunakan adalah metode perhitungan ketampakan bulan dari sudut pandang geografis.
  3. criteria yg digunakan adalah “criteria odeh” dari Lembaga Astronomi Yordania”.
  4. dalam criteria ini, Odeh memakai limit Danjon.

Langsung saja….







Hasil perhitungan Accurate Times V.5.1 by Odeh
  • Dari program tersebut dapat diketahui (tulisan hijau)  bahwa "Rukyatul Hilal" dilakukan pada hari Sabtu, 17 Agustus 2012. Saat matahari tenggelam jam 17:30 WIB, lokasi pengamatan Surabaya.
  • Kondisi yang “mungkin” terjadi (tulisan biru). Matahari tenggelam terjadi pada jam 17:30. Sedangkan tenggelamnya bulan akan terjadi pada jam 17:10 sehingga selisih tenggelamnya matahari-bulan 20 menit.
  • Usia ijtimak Bulan -05 jam 25 menit. artinya lima menit menuju ijtimak (rotasi bulan terhadap bumi) secara penuh.
  • kemudian hasil perhitungan Moon Altitude (tulisan merah) = -00°:49':49". Artinya posisi hilal minus 0 derajat empat puluh sembilan menit empat puluh sembilan detik dibawah ufuk.
  • hasil perhitungan Sun Altitude (tulisan merah) = -04°:37':03". Artinya posisi matahari minus empat derajat tiga puluh tujuh menit tiga detik dibawah ufuk.
  • Sudut lengkung Matahari-Hilal (Elongation)= +05°:41':16".
Kondisi seperti ini maka: Hilal tidak mungkin terlihat karna hilal tenggelam sebelum matahari tenggelam dan ijtimak terjadi setelah matahari tenggelam.
Kesimpulan: dengan kondisi yang ada maka esok bukan akhir Ramadhan dan awal Syawal.
Untuk lebih memastikan akhir Ramadhan, penulis mengghitung ketampakan bulan pada hari berikutnya.



Hasil perhitungan Accurate Times V.5.1 by Odeh
  • Dari program tersebut dapat diketahui (tulisan hijau)  bahwa "Rukyatul Hilal" dilakukan pada hari Sabtu, 18 Agustus 2012. Saat matahari tenggelam jam 17:30 WIB, lokasi pengamatan Surabaya.
  • Kondisi yang “mungkin” terjadi (tulisan biru). Matahari tenggelam terjadi pada jam 17:30. Sedangkan tenggelamnya bulan akan terjadi pada jam 16:01 sehingga selisih tenggelamnya matahari-bulan 31 menit.
  • Usia bulan sejak ijtimak 18 jam 35 menit.
  • kemudian hasil perhitungan Moon Altitude (tulisan merah) = +07°:33':49". Artinya posisi hilal tujuh derajat tiga puluh tiga menit empat puluh sembilan detik diatas ufuk.
  • hasil perhitungan Sun Altitude (tulisan merah) = -00°:49':49". Artinya posisi matahari minus nol derajat empat puluh sembilan menit empat puluh sembilan detik dibawah ufuk.
  • Sudut lengkung Matahari-Hilal (Elongation)= +10°:56':49".
Kondisi seperti ini maka: Hilal akan terlihat dengan menggunakan alat bantu pengamatan, misalnya, teropong.

Posisi hilal spt ini merupakan posisi yang ideal bagi berbagai sudut pandang astronomis dan geografis, karena ketinggian hilal, usia terbenamnya hilal, usia hilal sejak ijtimak, dan sudut lengkung hilal-matahari berada diatas standar yang ditetapkan oleh berbagai motode perhitungan geografis dan astronomis.

Muhammadiyah dengan metode Hisab-Wujudul Hilal, Pemerintanh melalui Departemen Agama, Persis, dll. akan memandang bahwa posisi hilal spt ini adalah posisi yang sempurna untuk menentukan bahwa hari kamis, 18 Agustus 2012 adalah akhir Ramadhan dan keesokan hari adalah awal Syawal 1433 H.
Nahdlatul Ulama (NU) dengan metode Rukyatul Hilal bil Fi’li. Sebenarnya NU juga melakukan Hisab dalam salah satu variable penentuan pergantian bulan Qomariyah, hanya saja hisab yang dilakukan NU  bertujuan untuk menentukan kapan Rukyatul Hilal akan dilakukan, bukan menjadi variable utama dalam menentukan pergantian bulan Qomariyah. Bagi NU, metode hisab dengan pendekatan apapun masih harus dibuktikan kebenarannya melalui pengamatan langsung, karena ini yang sesuai dengan sunnah. Meskipun metode Imkanur Rukyah juga dipakai oleh ormas terbesar ini, tapi Rukyatul bil Fi’li wajib dilakukan. Berapapun hasil yang didapatkan dalam metode hisab namun jika Hilal tidak terlihat oleh mata telanjang maka usia bulan akan diistikmalkan menjadi 30 hari.

Jika mengacu pada batasan astronomi internasional, termasuk LAPAN, kondisi diatas merupakan kondisi yang ideal untuk melihat tertampaknya hilal dan kemungkinan besar hilal akan terlihat dengan menggunakan alat bantu optic.

Untuk lebih memudahkan, lihat peta crescent visibility secara geografi.



Crescent Visibility Map
dari peta penampakan bulan dapat diketahui bahwa pada hari Sabtu, 18 Agustus 2012 seluruh wilayah Indonesia, dan Negara-negara Asia Tenggara, Papua Nugini, Australia, Selandia Baru, sebagian India dan Pakistan, sebagian besar Asia Timur/Tengah/Barat, dan Afrika memungkinkan keterlihatan bulan dengan menggunakan alat bantu  optic. Sehingga kalau kondisi ini benar-benar terjadi, maka pada hari itu akhir dari Ramadhan 1433 H. dan 1 Syawal 1433 H. jatuh pada hari Minggu, 19 Agustus 2012. WALLAHU A’LAM BISH SHOWAB…..

-------------------------------------------------------------------------
NOTE:
  • Tulisan ini tidak mewakili organisasi manapun, tulisan ini hanya perupakan opini pribadi yang kami buat secara subjektif.
  • Tulisan ini tidak berkekuatan hukum, tidak bisa dijadikan sandaran hukum atau hujjah. Sehingga tidak boleh dikuti dan/atau dijadikan rujukan dalam penentuan pergantian bulan Qomariyah.
  • Metode yang digunakan dalam Hisab disini adalah Metode Geografis, dihitung dengan program Accurate Times V.5.1 by Odeh, dari Lembaga Astronomi Yordania.
  • Ada banyak metode perhitungan dalam ilmu Hisab, sehingga apabila ada perbedaan hasil perhitungan adalah wajar.
  • Tulisan ini hanya bersifat informasi, keputusan kapan 1 Syawal 1433 H. ada di hati dan akal masing-masing individu sesuai dengan pendapat mana yang dia ikuti.
  • Ikuti pendapat/Ijtihad yang telah diketahuai keshahihan ilmunya, dalam hal ini penulis merekomendasikan Pemerintah Republik Indonesia dengan metode Imkanur Rukyat, Nahdlatul Ulama (NU) dengan metode Rukyatul bil Fi’li, dan Muhammaddiyah dengan metode Hisab Wujudul Hilal.
  • Apabila ada kesalahan istilah atau persepsi yang menyangkut pihak keterkait dalam tulisan ini, silahkan dikoreksi, CMIIW.
  • Semoga bermanfaat.
  • dan MINAL AIDIN WAL FAIZIN, MOHON MAAF LAHIR BATIN.....
  • Diolah dari berbagai sumber, al: Sumber Bahagia, Sumber Pucung, Sumber Manjing, Sumber Suko, Sumber Jolotundo, Sumber Jaya, Sumber Makmur, Sumber Hidup, Sumber Bening, dll.
-lee-
Dengan sholawat semua lewat

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama