Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

WASPADAI SEGALA BENTUK PROVOKASI!!

Dari waktu ke waktu tidak akan pernah berhenti,orang orang yang memiliki kebencian dan kedengkian terhadap Islam untuk terus melakukan dengan berbagai cara dengan berbagai macam media digunakan untuk "memprovokasi" umat Islam.

selain memprovokasi kepada umat Islam, tujuan lain yang mereka adalah untuk membendung pertumbuhan Umat Islam di berbagai belahan dunia,

karena pada hakekatnya mereka terkuasai oleh kebencian dan kedengkian kepada Islam.

maka diharapkan umat Islam,yang mencintai ALlah dan RasulNYA ,yang dipastikan "MARAH" ketka orang yang dijadikan 'teladan" diinformaskan secara sewenang wenang, kita l harus menyikapi secara proposional,dan tidak melakukan tindakan tindakan anarkis ,kalau dibeberapa tempat sudah terjadi 'bentrokan' atau korban terkait dalam menyikapi "provokasi tersebut"diharapkan mayoritas diberbagai belahan dunia tidak terjadi lagi.

Sikap Anarkis dan megeneralisasi tidaklah bisa menyelesaikan persoalan yang ada tetapi justru memiliki potensi 'memperkeruh persoalan yang terjadi.

dan jika persoalan menjadi "kacau' disebabkan masalah tersebut, dengan tidak disadari kita 'mendukung" kesuksesan 'misi provokator tersebut.


dan Kami berharap sebelum membaca artikel ini, 
 
Dan Provokasi terbaru yang kini menjadi perhatian publik adalah film "innocence of Moslims" , 
Sam Bacile orang yang mengaku sebagai Produser Film tersebut Berbicara melalui telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan, Selasa, 'Bacile' tetap menantang, mengatakan ia bermaksud filmnya menjadi pernyataan politik provokatif mengutuk agama. "Ini adalah film politik," kata Bacile. 'AS kehilangan banyak uang dan banyak orang dalam perang di Irak dan Afghanistan, tapi kita berjuang dengan ide-ide. "
dan menurut Konsultan Film tersebut Steve Klein, Film tersebut dirancang untuk menghentikan Populasi Muslim Amerika yang sudah mencapai 10% sebagaimana yang dilangsir oleh Dailymail.
Sebelumnya Produser yang mengaku aku  bernama Sam Bacile ,seorang Yahudi yang tinggal  California ,selain itu Film tersebut diklaim dengan biaya 5 juta Dolar dari hasil patungan 100 pengusaha Yahudi.

Klaim klaim tersebut mengindikasikan kuat hanya sebuah klaim yang tidak sesuai dengan fakta Alias PENIPUAN.

Penipuan Pertama adalah terkait klaimnya sebagai orang Yahudi
Klaim tersebut  mulai runtuh karena terungkap,pemerintah Israel tidak memiliki catatan dia menjadi warga negara, dan tidak ada catatan properti, telepon, lisensi atau pengadilan Bacile di California. Dia juga memiliki hampir tidak ada jejak dalam komunitas Hollywood, tidak memiliki agen yang terdaftar di IMDbPro dan tidak ada kredit pada setiap film atau produksi TV.

Steve Klein, seorang konsultan untuk film, sebagaimana yang dilangsir .theatlantic.com bahwa Bacile tidak Israel atau Yahudi dan pada kenyataannya Sam Bacile hanyalah sekedar  nama samaran.

Penipuan Kedua adalah Terkait Klaim biaya yang dikeluarkan untuk Film tersebut 

Klaim biaya pembuatan Film yang mencapai 5 juta dolar  atau setara dengan hampir 50 Milyar rupiah ,klaim tersebut banyak dipertanyakan orang,karena dari Thrailer yang beredar ,dengan durasi sekitar 13 menit menunjukan kualitas Film yang sangat buruk,dialog dan para pemainnya yang sangat kaku,degingan fakta fakta tersebut mengindikasikan klaim atas biaya pembuatan film tersebut adalah Klaim yang bermuatan Penipuan.

Penipuan Ketiga , Kru dan Pemain Film tersebut merasa Tertipu


PARA aktor dan aktris pemain Innocence of Muslims merasa tertipu oleh pembuat film itu. Mereka tidak tahu film tersebut akan berisi penghinaan kepada Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Mereka mengira, film yang mereka akan bintangi adalah film drama berjudul Desert Warriors.
Para pemain tersebut mengaku diajak membuat film mengenai sebuah petualangan pada 2000 tahun lalu.
Mereka terkejut karena setelah jadi film itu berjudul Innocence of Muslims dan berisi cerita yang menghujat Islam.
Mereka mengaku isi film tersebut dimanipulasi. Dialog-dialog dalam film itu juga diganti (dubbing) oleh orang lain. Saat pembuatan film, tidak ada dialog sebagaimana ditampilkan dalam hasil akhirnya.
"Saya tidak akan mau membuat film yang mengakibatkan kematian dan melukai perasaan orang lain. Saya meminta maaf kepada keluarga korban dan pihak-pihak yang terluka oleh film itu. Ini tidak adil buat saya," ungkap seorang aktris yang diwawancarai CNN.

Anggota kru, aktor, dan aktris film itu marah setelah melihat hasil akhir film tersebut. Apalagi setelah jatuh korban dan membuat marah Muslim di dunia. "Seluruh kru dan pemain film benar-benar marah dan merasa dimanfaatkan oleh produser film itu," ujar mereka dalam pernyataan bersama.

Mereka mengaku dibohongi dan kaget karena dialog yang mereka lakukan saat syuting diganti. "Kami benar-benar sedih atas tragedi yang telah terjadi."

Sebanyak 80 orang yang tergabung dalam kru dan aktor mengatakan pada CNN bahwa, mereka sama sekali tidak mendukung film ini. Mereka mengaku sudah disesatkan oleh sang sutradara.

"Kami terkejut dengan penulisan skrip yang berubah secara drastis dan kebohongan yang dikatakan pada kami. Kami sangat sedih akan tragedi yang sudah terjadi," tegas pernyataan para aktor dan kru film itu, seperti dikutip CNN, Kamis (13/9).

Mereka mengemukakan saat pembuatan film ada karakter bernama George. Namun, di hasil akhir, karakter itu diganti menjadi Nabi Muhammad dalam film tersebut. Dialog yang sudah direkam juga diganti oleh suara orang lain.

Menurut salah satu aktris bernama Cindy Lee Garcia, naskah film itu berjudul Desert Warriors. Film itu juga menceritakan peristiwa kuno dua ribu tahun lampau. Namun dalam syuting, nama Nabi Muhammad disebut dengan "Master George" dan setelah film kontroversial itu diproduksi, pengisi suara mulai memainkan peranannya.

"Tidak ada apapun dalam naskah tersebut yang menyebutkan Muhammad, Muslim, atau apapun. Saat ini, kami semua harus menyaksikan orang tewas dan ini menjengkelkan sekali," imbuh Garcia.

Salah seorang staf produksi memperlihatkan naskah asli film tersebut dan tidak menyebutkan satu patah katapun mengenai Muhammad atau Islam. dan dari Dokumen casting untuk para pemain tersebut juga terungkap kalau Film yang dibuat adalah berjudul Desert Warrior

Siapa sebenarnya Sam Bacile, Produser Film innocence of Moslims?

Nakoula Basseley Nakoula seorang Kristen Optik Adalah orang yang diduga kuat sebagai Sam Bacile. karena sebagaimana diberitakan oleh ABC News Nakoula mengatakan kepada Associated Press dalam sebuah wawancara di luar Los Ange tles bahwa ia adalah manajer perusahaan yang memproduksi "Innocence Muslim." tetapi ia membantah kalau dirinya adalah Sam Bacile.

Namun ketika Associated Press menghubungi no Ponsel produsen  mengidentifikasi dirinya sebagai "Bacile" ditelusuri ke alamat yang sama Southern California di mana AP ditemukan Nakoula.

Seorang pejabat senior mengatakan bahwa mereka juga telah mengirimkan aparat penegak hukum lokal untuk produksi perusahaan "Media bagi Kristus"(Media For Christ) di Hamilton Road di Duarte.
dan dalam Dokumen terungkap Nakoula, pernah  merasakan  hukuman 21 bulan penjara dan membayar $ 794.700 disebabakan oleh  penipuan pada bank pada tahun 2010,karena telah menggunakan alias, termasuk Mark Basseley, Yousseff M. Basseley, Nicola Bacily dan Erwin Salameh di masa lalu.
Dia mengaku bersalah atas tuduhan penipuan kejahatan perbankan pada bulan Juni 2009, dijatuhi hukuman pada bulan Juni 2010 dan dari sana melanjutkan untuk menghabiskan bagian dari 21 bulan hukuman di tiga Biro berbeda fasilitas Penjara.

Ulama Internasional Kecam Film dan Ingatkan Umat Islam untuk Tidak Anarkis dan Megeneralisasi

Itihad Ulama Muslim Internasional mengecam film "Anti Islam" yang melecahkan Nabi Muhammad SAW, serta menuntut agar segera diambil tindakan atas dan sikap yang tepat terhadap film tersebut. Namun Itihad Ulama juga memperingatkan kepada umat Islam agar tidak menggeneralisir masalah sehingga juga menyalahkan pihak-pihak yang sebenarnya tidak bersalah.

Itihad Ulama juga meminta kepada organisasi internasional dan Islam serta para pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil sikap yang positif dan sesuai dengan keseriusan dalam menangani film tersebut.

Selain itu, Itihad Ulama juga meminta kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil tuntutan hukum terhadap mereka yang bertanggungjawab atas pelanggaran kemanusiaan tersebut, dalam hal ini penghinaan atas Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan itu juga menyerukan kepada umat Islam yang ada di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia lainnya, untuk meningkatkan tuntutan secara hukum terhadap orang-orang yang bertanggungjawab atas film tersebut, termasuk yang berkontribusi kepada produksi film itu.

"Karena tidak mungkin tindakan jahat ini atas nama kebebasan berekspresi. Akan tetapi ini merupakan pelanggaran terhadap hak-hak umat Islam yang menyerang sakralitas dan simbol-simbol umat Islam," tegas pernyataan tersebut.

Namun di samping itu, Itihad Ulama juga mengantisipasi umat Islam agar tidak menggeneralisir massalah dan menghukum orang-orang yang tidak bersalah. Demikian dilansir Islammemo, (12/09/2012).

sementara itu Dewan Kibar Ulama Al-Azhar meminta kepada seluruh umat Islam untuk merespon film "Anti Islam" secara bijaksana, serta mengimbau supaya tidak menghukumi orang-orang yang tidak bersalah.

"Al-Azhar mengikuti perkembangan film-film yang berkali-kali menghina simbol-simbol dan sakralitas umat Islam, mulai dari penodaan dan pembakaran al-Quran, penghancuran masjid-masjid, hingga penghinaan terhadap Rasulullah SAW," seperti yang dikatakan Al-Azhar dalam pernyataannya pada hari Kamis (13/9/2012), lansir Islammemo.

Dewan Kibar Ulama juga menekankan, "Sumber penghinaan ini bukanlah dari orang-orang yang biasa, baik di Barat maupun di Timur. Akan tetapi sumbernya adalah lembaga dominasi kolonial yang tengah diperangi Islam, termasuk lembaga Zionis."

Pernyataan itu juga mengatakan, "Penghinaan terhadap Islam itu harus direspon dengan bijaksana dan harus menjauh dari tindakan menghukum orang yang tidak bersalah."

Al-Azhar juga mengimbau kepada seluruh umat Islam agar tidak bersikap marah melebihi marah yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan melampaui batasan adab serta nilai Islam.

Sumber :

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: