Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

 Tidak bisa dipungkiri Hubungan Indonesia – Malaysia seringkali diwarnai ketegangan karena masalah seperti isu perbatasan, perlakuan terhadap tenaga kerja Indonesia, serta beban sejarah kedua negara.
Pasang surut ketegangan hubungan kedua negara pendiri Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) itu diwarnai dengan berbagai hal mulai dari konfrontasi terhadap Malaysia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, hingga lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Republik Indonesia ke tangan Malaysia.

dan yang paling terakhir adalah ketika ditemukan adanya Iklan "TKI ON SALE",  Awal mula diketahui adanya Iklan "TKI ON SALE" bermula dari penemuan Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah  di jalanan kawasan Chow Kit, Kuala Lumpur, pekan lalu. Saat itu, dia dan rekannya sedang berada di Malaysia.

Mendapati ada selebaran seperti itu, Anis langsung memotret dan menghubungi nomor yang tertera. Dari keterangan pihak pengiklan, Anis mendapat banyak informasi mengenai iklan tersebut.

"Ini mengerikan sekali. Ini warga negara kita lho seperti barang. Ini merendahkan martabat, sama dengan perdagangan orang," ujar Anis seperti yang dilangsir VIVAnews, Senin, 29 Oktober 2012.

Dari keterangan pengiklan, lanjut Anis, promosi dilakukan dengan cara menyebarkan selebaran ke masyarakat Malaysia, ditempel di sejumlah lokasi. Bahkan di media cetak di Malaysia.

Iklan yang menawarkan jasa pembantu dari Indonesia ditulis dengan sangat menarik. Obral besar-besaran, diskon 40 persen. Layaknya barang dagangan.

Berikut tulisan iklan tersebut: "Indonesian maids now on Sale. Fast and Easy application. Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax. Deposit only RM 3,500 price RM 7,500 nett."

"Ini merendahkan martabat bangsa, sangat melecehkan," Anis menegaskan.

Karena itu, Anis mendesak agar pemerintah Indonesia bertindak tegas terhadap iklan perdagangan manusia itu dengan melayangkan protes kepada Malaysia.

Dari foto yang diambil Migrant Care dari jalanan Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia, iklan 'TKI on Sale' itu menawarkan jasa pembantu dari Indonesia. Bahkan tarifnya diskon 40 persen.

"Indonesian maids now on Sale. Fast and Easy application. Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax. Deposit only RM 3,500 price RM 7,500 nett" tulis iklan tersebut.

Iklan itu tersebar di jalanan kawasan Chow Kit, daerah yang banyak menggunakan jasa TKI di Kuala Lumpur. Iklan disebar dengan cara pembagian kepada individu atau ditempel di sejumlah lokasi

 Kemlu Indonesia Kecam Keras Iklan "TKI On Sale" dan Panggil Dubes Malaysia

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta Dato Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan terkait selebaran iklan bernada provokatif bertuliskan 'TKI On Sale'. Indonesia mendesak Malaysia segera mengusut tuntas persoalan ini.

"Kemlu telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta Dato Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan untuk menyampaikan keprihatinan dan kiranya Pemerintah Malaysia mengusut kasus tersebut," tulis siaran pers Kemlu yang diterima redaksi, Senin (29/10/2012).

Indonesia telah meminta pihak berwenang di Malaysia untuk mengurusi persoalan ini. Sikap tegas ini juga telah disampaikan Indonesia kepada Malaysia melalui Menlu Malaysia, Dato' Sri Anifah Hj. Aman.

"Menlu RI telah menghubungi Menlu Malaysia Dato' Sri Anifah Hj. Aman dan menyuarakan sikap dan pandangan tegas Pemerintah terhadap kasus tesebut," tegas Kemlu.

Pada saat yang bersamaan, Kemlu telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta Dato Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan untuk menyampaikan keprihatinan dan kiranya Pemerintah Malaysia mengusut kasus tersebut.

Aksi serupa juga sudah dilakukan oleh perwakilan Indonesia di Malaysia. Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Herman Prayitno, telah bertemu dengan Wakil Sekjen Kemlu Malaysia Dato’ Husni Zai Yaacob, untuk menyampaikan sikap dan pandangan Pemerintah Indonesia.

"Menjawab itu semua, Pemerintah Malaysia siang ini (29/10) telah mengeluarkan siaran pers yang juga mengecam 'iklan' tersebut. Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa iklan yang tidak bertanggung jawab itu bertentangan dengan perjanjian yang disepakati oleh kedua negara," tutupnya.


Kemlu Malaysia Kecam Beredarnya Iklan "TKI On Sale"

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengecam beredarnya selebaran iklan 'TKI on Sale' di Kuala Lumpur. Pembuat iklan itu dinilai melanggar aturan yang dibuat pemerintah Malaysia.

"Malaysia mengecam tindakan tidak bertanggung jawab tersebut, yang memandangkan ia seolah-olah menggambarkan pembantu rumah tangga Indonesia boleh dijual beli seperti barang dagangan," demikian tulisan siaran pers Kemlu Malaysia yang diterima detikcom, Senin (29/10/2012).

Pembuat iklan telah melanggar kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia, yang tercantum dalam protokol meminda memorandum mengenai pengambilan dan penempatan pembantu rumah Indonesia ke Malaysia 2006, yang disebut protokol 2011.

"Kementerian Sumber Manusia akan meneliti tindakan-tindakan yang boleh diambil ke atas agensi-agensi pengambilan pembantu rumah Indonesia di Malaysia yang didapati melanggar protokol 2011," tulis Kemlu Malaysia.

Kemlu Malaysia juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengontak pihak Indonesia dan membicarakan isu iklan ini. Pihak Kemlu Malaysia dan Indonesia juga akan membicarakan soal penempatan TKI di Malaysia dalam kerangka protokol 2011 melalu mekanisme joint task force

Menakertrans 'TKI on Sale', Itu Selebaran Iseng

Meski meminta Malaysia melakukan pengusutan tegas terhadap pihak yang menempelkan selebaran 'TKI on Sale', Menakertrans Muhaimin Iskandar juga membuat pernyataan yang 'menyejukkan'. Dia menyebut selebaran itu hanyalah tindakan iseng belaka.

"Itu bukan sesuatu yang perlu kita risaukan. Ini orang yang tak usah ditanggapi serius, wong itu ditempel di pohon. Oknum-oknum tidak jelas, dan kita minta Malaysia untuk menindak. Itu hanya segelintir, 2 sampai 3 orang. Itu hanya selebaran iseng ditempel," tutur Muhaimin usai bertemu dengan perwakilan buruh di kantornya, di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/10/2012).

Muhaimin mengatakan, dia sudah meminta stafnya untuk menelepon nomor telepon yang ada di iklan tersebut. Namun nomor tersebut tidak bisa dihubungi.

"Sudah ditelpon tapi nggak diangkat-angkat," papar Muhaimin.

Muhaimin juga menyatakan, hal yang paling perlu dikhawatirkan adalah adanya jalur TKI ilegal. Dia pun meminta para calon TKI agar mengikuti prosedur yang ada.

"Ya sebetulnya yang paling parah itu kan keberangkatan secara ilegal. Sehingga membuat pasar gelap," papar Ketua Umum PKB ini.[vivanews/detik]

Baca Tulisan terkait :

Berpotensi Membangkitkan Islam di Asia Tenggara, ada yang Takut jika Indonesia-Malaysia bersatu?



Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: