Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6


Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan berbagai kenikmatan kepada manusia yang tak terbatas. Tetapi semua manusia masih tetap menghitung-hitung nikmat dan keutamaan dari Allah. Dialah Dzat yang Mahasuci, yang memberikan berbagai kenikmatan; nikmat pendengaran dan penglihatan ketika banyak manusia selain kita yang tidak dapat merasakannya. Dialah yang
memberikan kenikmatan akal, kesehatan, harta kekayaan dan keluarga. Bahkan Allah telah memberikan kepada kita semua ciptaan-Nya, termasuk matahari, langit, bumi dan semua ciptaan-Nya sebagai sarana kehidupan bagi kita. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (An-Nahl:18)

Tetapi semua kenikmatan tersebut akan berakhir seiring dengan kehidupan kita yang singkat. Adapun satu-satunya nikmat yang akan memberikan kita kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan akhirat kelak, adalah nikmat hidayah Islam. Inilah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya di antara nikmat-nikmat lainnya.

Karena itu, Allah menegaskan bahwa nikmat hidayah dari-Nya adalah nikmat paling utama dari nikmat-nikmat lainnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu (Al-Maaidah:3)

Betapa besar nikmat Allah atas manusia ketika Dia mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya Islam dan menunjukkannya kepada agama yang diridhai-Nya. Itu semua untuk menggapai tujuan utama penciptaan manusia, yaitu menyembah Allah. Karena itu manusia akan meraih kebahagiaan di dunia dan pahala yang baik di akhirat kelak.

Betapa besar anugerah dan keutamaan yang diberikan Allah, ketika Dia memilih kita menjadi umat yang terbaik yang dikirimkan kepada manusia untuk mengemban panji tauhid "Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah)" yang menjadi dasar ajaran semua Nabi yang diutus ke muka bumi.

Ketika sebagian orang awam mengira bahwa hidayah Islam mereka adalah anugrah dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Allah mengingatkan mereka bahwa nikmat dan hidayah semuanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah berfirman, "Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu. Sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan memberikan petunjuk kepada keimanan jika kamu orang-orang yang benar." (Al-Hujurat:17)

Sungguh nikmat Allah sangat banyak. Namun, satu-satunya nikmat yang dikatakan anugrah kepada kita adalah nikmat Islam dan hidayah untuk beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.
Tetapi nikmat ini harus disyukuri agar tetap teguh dan kuat, sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (Ibrahim:7)

Islam adalah satu satunya Agama (Dien) yang diridhoi Allah Subhanahu wa ta'ala 

Firman Allah :

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepa
t hisab-Nya. (Qs Ali Imran 19)

Karena Islam adalah satu satunya Agama (Dien) yang diridhoiNya,maka jika ada umat manusia yang lebih memilih mencari agama (Dien) lain selain Islam maka ia hanya akan merugikan diri mereka sendiri 

Firman Allah :

Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Qs Ali Imran 85)

Berbahagialah Kelompok Umat Manusia yang hatinya dimudahkan oleh Allah bisa menerima Islam ,karena berarti mereka adalah termasuk orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah 

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya , niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Qs Al an'aam :125)

Tentang Muslim Menjawab

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

4 komentar:

Peter mengatakan...

Salam Sejahtera...

Saya mau menanggapi ayat yg diangkat dibawah ini

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan berbagai kenikmatan kepada manusia yang tak terbatas. Tetapi semua manusia masih tetap menghitung-hitung nikmat dan keutamaan dari Allah. Dialah Dzat yang Mahasuci, yang memberikan berbagai kenikmatan; nikmat pendengaran dan penglihatan ketika banyak manusia selain kita yang tidak dapat merasakannya. Dialah yang
memberikan kenikmatan akal, kesehatan, harta kekayaan dan keluarga. Bahkan Allah telah memberikan kepada kita semua ciptaan-Nya, termasuk matahari, langit, bumi dan semua ciptaan-Nya sebagai sarana kehidupan bagi kita. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (An-Nahl:18
--------------------
Kita semua tahu bhw kenikmatan yg disajikan ayat ini diterima oleh semua manusia termasuk non-muslim.
Jadi jk semua manusia merasakan kenikmatan ini sbg pemberian Tuhannya, lalu mengapa diakhir uraian anda seakan2 mengklaim bhw Tuhan islamlah yg memberikan semua ini...

Bisa dibuktikan?

andi saputra mengatakan...

بسم الله الرحمن الرحيم
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih tak pilih kasih dan Maha Penyayang bagi hambanya Yang beriman"

itu tafsiran ayat pertama surat al-Fatihah. Maksudnya Allah memberikan rezki kepada semua makhluknya mau Islam atau Non Islam bahkan kepada binatangpun, tapi ingat Allah Maha Penyayang bagi hambanya yang beriman (Islam) saja.Orang dikasih belum tentu disayang, orang disayang jelas dikash.

Peter mengatakan...

Tolong donk jelaskan bedanya dikasihi & disayang....?????
Berikan contohnya....???

Bukankah jawaban anda masih ngambang di kasih & disayang....

Tolong tiap penjelasan jgn ada perbandingan yg mengambang spt ini...

Tq

Sennat Tafuri mengatakan...

Buat apa manusia itu diberi akal dan logika om peter.???.. haduhhhh x_x