Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6


Arda Chandra :

Terima kasih pak Esra Alfred Soru, Soal rumusan dosa dan perbuatan baik sudah cukup lengkap saya terima penjelasannya..

Dari penjelasan anda diatas bisa saya rumuskan beberapa hal :

1. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka keimanan yang ada dalam dirinya tidak pernah akan hilang lagi sampai kapanpun sekalipun dia berbuat dosa.
2. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka hidup mereka selanjutnya akan dibimbing roh kudus, sekalipun melakukan dosa namun itu muncul karena kelemahan mereka sebagai manusia bukan karena tidak beriman.

Seseorang menjadi Kristen biasanya melalui 2 hal : (1) Kristen sejak lahir (2) merupakan konversi dari pemeluk agama lain, namun saya lihat dari penjelasan anda, mulainya orang tersebut dikatakan menjadi Kristen yang benar-benar adalah ketika dia menyatakan diri percaya kepada penebusan yang dilakukan Yesus.

Pertanyaannya :
1. Bagaimana proses dan tanda-tandanya orang tersebut baru dikatakan sebagai orang yang percaya..?
2. Bisa terjadi bahwa orang yang sudah percaya ternyata kembali menjadi tidak beriman, kira-kira apa yang terjadi pada orang tersebut..??

Esra Alfred Soru :

[[[[Dari penjelasan anda diatas bisa saya rumuskan beberapa hal :
1. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka keimanan yang ada dalam dirinya tidak pernah akan hilang lagi sampai kapanpun sekalipun dia berbuat dosa.]]]]

Esra : ya juga betul tetapi kalau sesuai konteks pembahasan kita, lebih tepatnya keselamatannya tidak bisa hilang sekalipun dia berbuat dosa. Karena untuk dosa2 itu juga penebusan sudah berlaku.
=====

[[[[2. bagi Kristen yang benar-benar percaya maka hidup mereka selanjutnya akan dibimbing roh kudus, sekalipun melakukan dosa namun itu muncul karena kelemahan mereka sebagai manusia bukan karena tidak beriman.]]]]

Esra : Ya benar! Dan itu terlihat dari sikapnya terhadap dosa. Ia sebenarnya membenci dosa, tetapi kelemahannya membuat ia melakukan dosa itu. Dan itu membuat ia tidak tenang. Jadi dia justru menderita konflik di dalam batinnya terkait dosa2 yang dibuat ketimbang menikmatinya.
=====
 [[[[Seseorang menjadi Kristen biasanya melalui 2 hal : (1) Kristen sejak lahir]]]]

Esra : Jika yang dimaksud adalah “beragama Kristen” maka itu benar. Ia bisa lahir dari keluarga Kristen dan karena itu memeluk agama Kristen. Tetapi kalau bicara tentang Kristen yg sesungguhnya, maka tak ada orang yang lahir langsung jadi Kristen. Kekristenan dimulai ketika orang itu secara pribadi beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya seperti yang anda katakan :

“namun saya lihat dari penjelasan anda, mulainya orang tersebut dikatakan menjadi Kristen yang benar-benar adalah ketika dia menyatakan diri percaya kepada penebusan yang dilakukan Yesus”
=====

[[[[(2) merupakan konversi dari pemeluk agama lain,]]]]

Esra : Agama lain yang masuk menjadi agama Kristen pun belum tentu menjadi Kristen yang sesungguhnya. Kecuali dia benar-benar percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Persoalannya adalah ada juga banyak orang non Kristen yang masuk menjadi agama Kristen karena alasan-alasan yang lain. Misalnya karena pacar / isterinya / suaminya Kristen. Dia bisa saja beragama Krisrten tetapi tidak pernah menjadi Kristen yg sejati sampai dia benar-benar percaya sebagaimana yang saya jelaskan di atas.

Karena itu pula sebenarnya semua upaya Kristenisasi yang berusaha menjadikan orang lain beragama Kristen tetapi bukan melalui pemberitaan Injil adalah cara yang salah dan tak bermanfaat. Misalnya melalui kawin mawin, melalui iming-iming harta, kedudukan, dsb. Itu hanya memperbanyak orang beragama Kristen tetapi tidak memperbanyak orang yang diselamatkan. Saya tidak pernah menyetujui cara-cara ini.
=====

[[[[namun saya lihat dari penjelasan anda, mulainya orang tersebut dikatakan menjadi Kristen yang benar-benar adalah ketika dia menyatakan diri percaya kepada penebusan yang dilakukan Yesus.]]]]

Esra : Ya benar sekali!

[[[[Pertanyaannya : 1. Bagaimana proses dan tanda-tandanya orang tersebut baru dikatakan sebagai orang yang percaya..?]]]]

Esra : Ini pertanyaan yang bagus, penting dan agak panjang jawabannya.

1. Orang itu harus mendengar Injil yang sesungguhnya.

Rom 10:13-14 - “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? BAGAIMANA MEREKA DAPAT PERCAYA KEPADA DIA, JIKA MEREKA TIDAK MENDENGAR TENTANG DIA. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya?”.

Rom 10:17 - “Jadi, IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN, DAN PENDENGARAN OLEH FIRMAN KRISTUS”.

2. Dia mengerti inti Injil itu.

Yang dimengerti adalah inti injil, bukan doktrin-doktrin yang tinggi-tinggi seperti Predestinasi, Tritunggal, dsb.

Jika tidak mengerti dan lalu mengaku percaya, lalu apa yang dia percayai? Atau mengerti secara salah, maka tentu yang dia percayai sesuatu yang salah. Itu tidak bisa disebut sebagai iman yang sesungguhnya.

Mat 13:23 - tanah subur itu ‘mendengar firman itu DAN MENGERTI’

3. Dia membuka harinya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.

Kisah Para Rasul 16:31 : Jawab mereka: "PERCAYALAH KEPADA TUHAN YESUS KRISTUS dan engkau akan selamat…..

Di sini perlu saya jelaskan bahwa Kitab Suci menunjukkan bahwa ‘iman yang menyelamatkan’ (saving faith) adalah iman kepada Kristus, dan ini HARUS BERHUBUNGAN DENGAN PENEBUSAN DOSANYA dan bukan sekedar percaya bahwa Yesus ada, bisa menyembuhkan penyakit, bisa melakukan mujizat, menolong dari problem, dsb.

Ini terlihat dari banyak ayat seperti:

Ro 3:25a - “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian KARENA IMAN, DALAM DARAHNYA”. NIV: ‘through faith in his blood’ (= melalui iman dalam / kepada darahNya).

Rom 5:9 - “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah DIBENARKAN OLEH DARAHNYA, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah”.

Mat 1:21 - nama ‘Yesus’ diberikan karena Ia yang menyelamatkan umatNya dari dosa.

Jadi, pengertian minimal yang harus ada pada seorang kristen adalah bahwa Yesus adalah Allah, yang telah menjadi manusia, dan mati disalib untuk menebus dosa-dosanya, dan bahwa IA DISELAMATKAN BUKAN KARENA PERBUATAN BAIKNYA, TETAPI SEMATA-MATA KARENA JASA PENEBUSAN KRISTUS, YANG IA TERIMA MELALUI IMAN.

4. Karena salah 1 berita Injil adalah menyangkut Yesus yang menebus SELURUH DOSAnya, dan karena itu ia pasti diselamatkan, maka ciri yang harus ada dalam diri orang itu adalah keyakinan keselamatan.

Yoh 10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan MEREKA PASTI TIDAK AKAN BINASA SAMPAI SELAMA-LAMANYA dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

1 Yoh 5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. 5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya KAMU YANG PERCAYA KEPADA NAMA ANAK ALLAH, TAHU, BAHWA KAMU MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL.

Tanpa keyakinan keselamatan seperti ini, kekristenannya layak dicurigai. Yang yakin diselamatkan saja belum tentu Kristen sejati (tergantung dasar keyakinannya itu apa?) apalagi yang tidak yakin?

5. Ada kerinduan / cinta dan sikap hormat / tunduk pada Firman Tuhan.

Yoh 8:47 - “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.’”.

6. Ia pasti mengalami pengudusan / perubahan hidup ke arah yang positif (Yak 2:17,26).

Yak 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Yak 2:26 : Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Pemberian Roh Kudus kepada orang yang percaya kepada Kristus menyebabkan terjadinya pengudusan, karena Roh Kudus ini menghasilkan buah Roh (Gal 5:22-23). Pengudusan langsung dimulai setelah percaya, dan merupakan proses yang tidak akan pernah selesai seumur hidupnya. Tidak ada pengudusan dimana orangnya mendadak menjadi suci / saleh luar biasa.

Pekerjaan Roh Kudus yang menguduskan ini akan menyebabkan orang kristen itu mulai membenci dosa, dan kebencian terhadap dosa ini akan terus bertumbuh, dan menyebabkan ia tidak mungkin meremehkan dosa, atau bersikap santai / acuh tak acuh pada waktu ia tahu bahwa ia telah berbuat dosa. Pada saat yang sama dalam diri orang itu akan muncul dan bertumbuh suatu kecintaan pada kebenaran / kesucian.

Maz 119:104 - “Aku beroleh pengertian dari titah-titahMu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta”.

Maz 119:163 - “Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi TauratMu kucintai”.

Pekerjaan Roh Kudus yang menguduskannya ini menyebabkan orang itu akan mengalami konflik dalam dirinya, yaitu konflik antara kecenderungan daging / manusia lamanya untuk berbuat dosa, dan pekerjaan Roh Kudus yang mendorongnya pada kekudusan. Kadang-kadang seakan-akan ada kebencian dan kecintaan sekaligus pada suatu dosa tertentu. Ini sesuai dengan ayat-ayat di bawah ini:

Mat 26:41 - “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”.

Gal 5:17 - “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki”.

7. Orang Kristen yang sejati pasti mempunyai keinginan untuk menyelamatkan orang lain (Yoh 1:41,45 Mat 9:9-10 Kis 8:1-4 1Kor 9:16b).

Keinginan menyelamatkan orang lain itu bisa diwujudkan dengan memberitakan Injil kepadanya, mendoakannya, dan memberi kesaksian yang baik kepadanya.

Itulah beberapa ciri dari seorang Kristen sejati. Dengan ciri semacam ini, maaf saja, saya bahkan melihat ada begitu banyak orang yang beragama Kristen sesungguhnya bukan Kristen sejati, sekalipun mereka aktif ke gereja, melakukan berbagai macam upacara Kristen, itu semua hanya bersifat lahiriah saja. Ada terlalu banyak orang Kristen yang sama sekali tidak mengerti inti Injil.
=====

[[[[2. Bisa terjadi bahwa orang yang sudah percaya ternyata kembali menjadi tidak beriman, kira-kira apa yang terjadi pada orang tersebut..??]]]]

Esra : Tidak bisa! Kalau orang sampai menjadi tidak beriman / kehilangan imannya (berhenti percaya, atau berpindah agama), sesungguhnya dan itu adalah bukti bahwa dia tidak pernah benar2 percaya.

1 Yoh 2:19 : Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Yang benar-benar percaya tak akan pernah berhenti beriman.

Yohanes 8:31 : Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "JIKALAU KAMU TETAP DALAM FIRMAN-KU, KAMU BENAR-BENAR ADALAH MURID-KU

Jadi yang benar-benar murid akan tetap dalam Firman. Yang keluar dari Firman (berhenti beriman), adalah bukan benar-benar murid.

Arda Chandra :

Saya sudah sampai kepada akhir diskusi kita dan sudah banyak informasi yang didapat terkait dengan konsep keselamatan dalam ajaran Kristen sesuai apa yang anda pahami, dan saya akan mengajukan pertanyaan penutup. Setelah itu masing-masing kita diberi kesempatan untuk menyampaikan 'closing speech', dan diskusi ini sudah bisa diakhiri..

Dari penjelasan anda bahwa :

1. Kristen yang benar benar beriman tidak mungkin akan keluar dari keimanannya, kalau itu yang terjadi maka artinya dia tidak benar-benar beriman (Kristen KTP)
2. Ciri-ciri Kristen yang benar-benar beriman sekurang-kurangnya ada 7 point seperti yang anda sampaikan.
3. Sekali beriman maka orang Kristen yang benar-benar beriman tersebut akan tetap dalam keimanannya sampai mati.
4. Segala dosa yang dilakukan adalah akibat kelemahan, tidak akan menghilangkan keselamatan yang sudah diperoleh karena dosa tersebut pasti ditebus oleh Yesus.

Karena kita bicara soal iman, maka ini sifatnya subjektif, kita tidak tahu bagaimana kadar keimanan yang dimiliki orang lain karena itu adanya dalam qalbu/hati masing-masing. Maka saya mengajukan pertanyaan yang sifatnya pribadi kepada anda soal ini, karena iman yang ada dalam hati anda tentu saja anda sendiri dan Tuhan yang tahu.

Untuk menyatakan anda bukanlah Kristen KTP melainkan benar-benar seorang Kristen dengan memiliki 7 ciri-ciri yang disebutkan diatas, iman tersebut tidak akan hilang sampai mati, dan dosa yang anda lakukan atau akan dilakukan sudah ditebus oleh Yesus, apakah anda bisa menyatakan disini perkataan :"Nanti saya pasti mati dalam keadaan beriman, karena pasti maka sekarang ini saya sudah tahu kelak dapat keselamatan, tidak ada lagi kemungkinan lain..".

Esra Alfred Soru :

[[[[Saya sudah sampai kepada akhir diskusi kita dan sudah banyak informasi yang didapat terkait dengan konsep keselamatan dalam ajaran Kristen sesuai apa yang anda pahami, dan saya akan mengajukan pertanyaan penutup. Setelah itu masing-masing kita diberi kesempatan untuk menyampaikan 'closing speech', dan diskusi ini sudah bisa diakhiri..
Dari penjelasan anda bahwa :
1. Kristen yang benar benar beriman tidak mungkin akan keluar dari keimanannya, kalau itu yang terjadi maka artinya dia tidak benar-benar beriman (Kristen KTP)
2. Ciri-ciri Kristen yang benar-benar beriman sekurang-kurangnya ada 7 point seperti yang anda sampaikan.
3. Sekali beriman maka orang Kristen yang benar-benar beriman tersebut akan tetap dalam keimanannya sampai mati.
4. Segala dosa yang dilakukan adalah akibat kelemahan, tidak akan menghilangkan keselamatan yang sudah diperoleh karena dosa tersebut pasti ditebus oleh Yesus.]]]]

Esra : Ya benar sekali!
=====

[[[[Karena kita bicara soal iman, maka ini sifatnya subjektif, kita tidak tahu bagaimana kadar keimanan yang dimiliki orang lain karena itu adanya dalam qalbu/hati masing-masing. Maka saya mengajukan pertanyaan yang sifatnya pribadi kepada anda soal ini, karena iman yang ada dalam hati anda tentu saja anda sendiri dan Tuhan yang tahu.
Untuk menyatakan anda bukanlah Kristen KTP melainkan benar-benar seorang Kristen dengan memiliki 7 ciri-ciri yang disebutkan di atas, iman tersebut tidak akan hilang sampai mati, dan dosa yang anda lakukan atau akan dilakukan sudah ditebus oleh Yesus, apakah anda bisa menyatakan di sini perkataan :"Nanti saya pasti mati dalam keadaan beriman, karena pasti maka sekarang ini saya sudah tahu kelak dapat keselamatan, tidak ada lagi kemungkinan lain..".]]]]

Esra : Ya tepat sekali! Kapan pun saya mati, bagaimana pun cara saya mati, saya pasti akan selamat/masuk surga. (Bukan mudah-mudahan, bukan semoga, buka kemungkinan besar). Keyakinan dan kepastian ini didasarkan pada janji Yesus :

Yoh 10:28-29 : (28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan MEREKA PASTI TIDAK AKAN BINASA SAMPAI SELAMA-LAMANYA DAN SEORANG PUN TIDAK AKAN MEREBUT MEREKA DARI TANGAN-KU. (29) Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan SEORANG PUN TIDAK DAPAT MEREBUT MEREKA DARI TANGAN BAPA.

Saya dan semua orang yang percaya digambarkan sedang ada dalam genggaman Yesus dan tak ada siapapun atau apapun yang bisa merebut saya dari tanganNya (ayat 28). Seolah-olah itu masih kurang, dalam ayat 29 ditambahkan lagi bahwa saya dan semua orang yang percaya juga ada dalam genggaman tangan Bapa yang lebih besar dari siapapun dan tak ada yang bisa merebut orang-orang percaya dari tangan Bapa.

Tidakkah ini jaminan keselamatan yang begitu pasti? Itu tidak bergantung pada tangan saya yang lemah jika saya memegangNya (yang pasti akan terlempar ke neraka selama-lamanya) tetapi bergantung pada tanganNya yang kuat yang menggenggam saya dan membawa saya sampai ke surga.

Itulah sebabnya pula Paulus berkata :

Fil 1:5-6 :(5) Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. (6) Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Saya tambahkan pula bahwa keyakinan itu bukan karena saya merasa hidup saya baik, bukan karena saya tanpa dosa. Saya orang berdosa, bahkan banyak dosanya. Tetapi Anugerah Allah di dalam Yesus Kristus yang saya percayai telah menebus semua dosa itu, bahkan dosa terakhir sebelum saya masuk lubang kubur.

1 Yoh 2:1-2 : (1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun JIKA SEORANG BERBUAT DOSA, KITA MEMPUNYAI SEORANG PENGANTARA PADA BAPA, YAITU YESUS KRISTUS, YANG ADIL. (2) DAN IA ADALAH PENDAMAIAN UNTUK SEGALA DOSA KITA….

Jika semua dosa sudah ditebus oleh Kristus, apa lagi yang harus saya tanggung? Tidak ada! Karena itu tak ada 1 dosa pun yang bisa bawa saya ke neraka. Saya pasti akan diselamatkan / masuk surga. Itulah iman kristen yang sejati.

Yoh 3:16 : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA TIDAK BINASA, MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL.

1 Yoh 5:13 : Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya KAMU YANG PERCAYA KEPADA NAMA ANAK ALLAH, TAHU, BAHWA KAMU MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL.

Rom 8:1 : Demikianlah sekarang TIDAK ADA PENGHUKUMAN BAGI MEREKA YANG ADA DI DALAM KRISTUS YESUS.

YA, TERPUJILAH YESUS KRISTUS, TUHAN DAN JURUSELAMATKU!
9 hours ago · Edited · Like · 2

Arda Chandra :

Baiklah pak Esra Alfred Soru, ternyata anda memilih untuk menjawab panjang-lebar pertanyaan yang saya ajukan padahal itu berbentuk pertanyaan tertutup yang bisa dijawab Yes or No saja untuk menggambarkan posisi anda, apakah sebagai orang yang benar-benar Kristen atau hanya Kristen KTP. Ini membuat pandangan saya 'agak tertutup' untuk bisa menilai anda. Namun saya simpulkan anda menyatakan diri memang sebagai orang Kristen yang sungguh-sungguh, karena itu anda menyatakan pasti mati dalam keadaan beriman kelak, karena tidak ada peluang bagi Kristen sungguh-sungguh untuk menjadi tidak beriman, maka sekarang anda sudah tahu apa yang akan terjadi terhadap kematian anda nantinya.

Saya akah menyampaikan 'closing speech' yang merupakan pendapat subjektif saya terhadap jalannya diskusi, dan setelah itu giliran anda untuk menyampaikannya.

Kesimpulan yang saya dapatkan dari penjelasan yang diberikan :

1. Aturan tentang kebaikan dan perbuatan dosa merujuk kepada firman Tuhan dalam alkitab, namun kebaikan yang dilakukan harus dilandasi oleh iman, jadi sekalipun bentuk kebaikan yang ada dalam alkitab dilakukan oleh orang yang tidak beriman, maka itu tidak ada nilainya sama sekali, orang tersebut tetap tidak mendapatkan keselamatan di dunia apalagi di akhirat.

2. Bentuk dosa juga merujuk kepada alkitab, terdapat perbuatan yang dikategorikan sebagai dosa, namun apabila alkitab menyataan itu didasasri sesuatu yang dibolehkan maka itu tidak termasuk dosa, misalnya berperang (membunuh) atas dasar membela tanah air, namun karena tidak disebutkan alkitab, membunuh demi membela agama dan iman justru tidak dibenarkan padahal justru hal tersebut lebih penting. Ini bisa menjadi absurd, karena dasar dari pasukan perang salib untuk menyerang Jerusalem yang diduduki umat Islam sebenarnya tidak ada bedanya dengan dasar pejuang Indonesia menyerang Jogya yang diduduki Belanda dalam peristiwa 6 jam di Jogya, George Bush menyerang Irak dan Afganistan didasari alasan keamanan nasional karena baru saja terkena bom WTC. Dan anda menyataan itu tidak diperbolehkan oleh alkitab.

3. Dengan konsep keselamatan seperti ini, bisa terjadi seorang Kristen yang mendzalimi umat beragama lain akan masuk surga sedangkan pihak yang didzalimi masuk neraka tanpa punya kesempatan untuk membela dirinya. Ketika misalnya dia dibunuh maka dosa pembunuhan oleh Kristen pasti ditebus Yesus, padahal seandainya orang tersebut tidak dibunuh dan melanjutkan hidupnya masih terbuka kesempatan untuk menjadi orang yang percaya. Pembunuhan justru menutup peluang tersebut dan si Kristen yang telah menutup pintu keselamatan tetap ditebus dosanya.

4. Konsep keselamatan Kristen yang menyatakan begitu menyatakan iman, maka dosa yang dilakukan setelah itu pasti akan ditebus, bisa memunculkan manusia yang melakukan 'dosa yang disadari' karena mengakuinya sebagai akibat kelemahan yang ada dalam dirinya, sekaligus masih meyakini tidak akan menerima akibat apa-apa dari dosa tersebut. Kristen yang berzina menyadari perbuatan tersebut merupakan dosa dan menyadari bahwa itu akibat kelemahan yang tidak mungkin dihindari, lalu menyatakan hal tersebut sudah ditebus Yesus. Kristen akan terus melakukan dosa yang disadarinya memang merupakan dosa, penebusan oleh Yesus diharapkan akan 'meringankan beban' yang muncul dalam hati.

4. Konsep keselamatan Kristen (yang benar-benar beriman) sama sekali tidak membuka peluang lagi untuk tidak mendapatkan keselamatan, karena begitu menyatakan percaya maka roh kudus sudah bekerja, iman tidak akan lepas, dan dosa yang akan dilakukan pasti ditebus. Pernyataan terakhir anda yang menyebutkan anda pasti mati dalam iman kelak, dan artinya anda sudah mengetahui dari sekarang bahwa anda akan mati dalam keselamatan, mengoreksi jawaban anda terdahulu yang meyatakan tidak seorangpun Kristen yang tahu dalam keadaan bagaimana dia akan mati kelak. Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya ketika seorang Kristen menyatakan dirinya sebagai Kristen, dia sendiri tidak mengetahui apakah dirinya merupakan Kristen yang sungguh-sungguh atau bukan (Kristen KTP). Ini sangat manusiawi karena setelah itu mereka tetap melakukan dosa, dan dosa akan 'menggerus' keimanan yang memuculkan keraguan kembali. Tindakan untuk mengutip ayat alkitab ketika menjawab tuntutan agar mereka menyatakan diri sudah pasti selamat merupakan reaksi logis untuk mencari 'catelan' agar keraguan tersebut bisa dihilangkan.

Tentu saja sebagai manusia, saya tidak bisa menyelami isi hati orang Kristen, saya hanya bisa menduga-duga saja. Yang mengetahui hanyalah Allah sebagai pihak Yang Maha Mengetahui segala isi hati manusia. Melalui jalan diskusi ini saya bisa mengkonfirmasi apa yang Dia sampaikan tentang ini :

Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (Al-Baqarah 94-95).

Sebagai analoginya, kepastian keselamatan daam konsep Kristen mungkin bisa digambarkan ibarat supporter PSSI yang menyanyikan lagu 'Garuda Didadaku' ketika menyemangati kesebelasannya di stadion :"Hari ini aku yakin pasti menang..". Soal apakah memang kesebelasan PSSI memenangkan pertandingan tidak ada seorangpun yang tahu sampai pertandingan selesai, nyatanya PSSI memang sering banyak kalahnya dibandingkan menangnya..

Demikian closing speech dari saya, silahkan anda menyampaikan bagian anda, setelah itu diskusi antara kita berdua saya nyatakan selesai..


Esra Alfred Soru :

Sebelum saya mengemukakan closing speech saya, saya ingin klarifikasi beberapa hal dakam closing speech anda.

[[[[Baiklah pak Esra Alfred Soru, ternyata anda memilih untuk menjawab panjang-lebar pertanyaan yang saya ajukan padahal itu berbentuk pertanyaan tertutup yang bisa dijawab Yes or No saja untuk menggambarkan posisi anda, apakah sebagai orang yang benar-benar Kristen atau hanya Kristen KTP. Ini membuat pandangan saya 'agak tertutup' untuk bisa menilai anda. Namun saya simpulkan anda menyatakan diri memang sebagai orang Kristen yang sungguh-sungguh, karena itu anda menyatakan pasti mati dalam keadaan beriman kelak, karena tidak ada peluang bagi Kristen sungguh-sungguh untuk menjadi tidak beriman, maka sekarang anda sudah tahu apa yang akan terjadi terhadap kematian anda nantinya.]]]]

Esra : Betul sekali! Dan saya menjelaskan panjang supaya agar bisa memberikan dasar2 dari keyakinan saya itu.
=====

[[[[[Saya akah menyampaikan 'closing speech' yang merupakan pendapat subjektif saya terhadap jalannya diskusi, dan setelah itu giliran anda untuk menyampaikannya.

Kesimpulan yang saya dapatkan dari penjelasan yang diberikan :

1. Aturan tentang kebaikan dan perbuatan dosa merujuk kepada firman Tuhan dalam alkitab, namun kebaikan yang dilakukan harus dilandasi oleh iman, jadi sekalipun bentuk kebaikan yang ada dalam alkitab dilakukan oleh orang yang tidak beriman, maka itu tidak ada nilainya sama sekali, orang tersebut tetap tidak mendapatkan keselamatan di dunia apalagi di akhirat.]]]]]]

Esra : Konteks pembahasan kita adalah keselamatan akhirat, jadi kita tidak bahas keselamatan di dunia ini. Tapi yg ttg akhirat, kesimpulan anda benar.

[[[[[2. Bentuk dosa juga merujuk kepada alkitab, terdapat perbuatan yang dikategorikan sebagai dosa, namun apabila alkitab menyataan itu didasasri sesuatu yang dibolehkan maka itu tidak termasuk dosa, misalnya berperang (membunuh) atas dasar membela tanah air, namun karena tidak disebutkan alkitab, membunuh demi membela agama dan iman justru tidak dibenarkan padahal justru hal tersebut lebih penting. ]]]]]

Esra : Penting atau tidak pun harus dilihat dari Alkitab, bukan dari pertimbangan kita sendiri.
=====

[[[[[Ini bisa menjadi absurd, karena dasar dari pasukan perang salib untuk menyerang Jerusalem yang diduduki umat Islam sebenarnya tidak ada bedanya dengan dasar pejuang Indonesia menyerang Jogya yang diduduki Belanda dalam peristiwa 6 jam di Jogya, George Bush menyerang Irak dan Afganistan didasari alasan keamanan nasional karena baru saja terkena bom WTC. Dan anda menyataan itu tidak diperbolehkan oleh alkitab.]]]]]]

Esra : Sejarah perang salib diwarnai dengan berbagai kepentingan politik untuk menguasai Yerusalem sehingga sukar dikategorikan sebagai bukan dosa. Soal George Bush menyerang Irak dan Afganistan, saya tidak terlalu tahu motifnya. Prinsipnya adalah jikalau itu sifatnya untuk “membela diri” maka itu tidak dosa tetapi jikalau itu dilandasi kebencian dan nafsu untuk menguasai / membalas dendam, maka itu adalah dosa.

[[[[[[3. Dengan konsep keselamatan seperti ini, bisa terjadi seorang Kristen yang mendzalimi umat beragama lain akan masuk surga sedangkan pihak yang didzalimi masuk neraka tanpa punya kesempatan untuk membela dirinya. Ketika misalnya dia dibunuh maka dosa pembunuhan oleh Kristen pasti ditebus Yesus, padahal seandainya orang tersebut tidak dibunuh dan melanjutkan hidupnya masih terbuka kesempatan untuk menjadi orang yang percaya. Pembunuhan justru menutup peluang tersebut dan si Kristen yang telah menutup pintu keselamatan tetap ditebus dosanya.]]]]]

Esra : Hidup mati manusia bukan ada di tangan manusia melainkan dalam tangan Tuhan. Bahkan satu pembunuhan pun tidak bisa terjadi jikalau Tuhan tidak mengijinkannya. Sehingga apabila ada orang yang tidak percaya yang mati dibunuh, dan dengan demikian kesempatan untuk percayanya tertutup, dari sudut pandang manusia kelihatannya si Kristen yg menutup kesempatan itu, tetapi dari sudut pandang Tuhan yang memegang nafas hidup manusia, kesempatan itu ditutup oleh Tuhan. Ini tentu menjadi isu yang lain untuk dibahas, tetapi tempatnya bukan di sini.

[[[[[4. Konsep keselamatan Kristen yang menyatakan begitu menyatakan iman, maka dosa yang dilakukan setelah itu pasti akan ditebus, bisa memunculkan manusia yang melakukan 'dosa yang disadari' karena mengakuinya sebagai akibat kelemahan yang ada dalam dirinya, sekaligus masih meyakini tidak akan menerima akibat apa-apa dari dosa tersebut. Kristen yang berzina menyadari perbuatan tersebut merupakan dosa dan menyadari bahwa itu akibat kelemahan yang tidak mungkin dihindari, lalu menyatakan hal tersebut sudah ditebus Yesus. Kristen akan terus melakukan dosa yang disadarinya memang merupakan dosa, penebusan oleh Yesus diharapkan akan 'meringankan beban' yang muncul dalam hati.]]]]]

Esra : Salah 1 ciri dari Kristen yg sungguh2 adalah dia membenci kejahatan dan mencintai kekudusan. Jikalau ada orang yang dengan sengaja berdosa dengan alasan bahwa dosanya akan / sudah ditebus, justru itu membuktikan dia bukan sungguh2 orang percaya. Alkitab melarang kita berbuat dosa, tetapi kelemahan seseorang bisa membuat dosa itu terjadi, untuk kasus seperti itu dosa itu ditebus ( 1 Yoh 2:1-2). Tuhan tidak bisa ditipu dengan motivasi hati yg salah bukan?
=====

[[[[[4. Konsep keselamatan Kristen (yang benar-benar beriman) sama sekali tidak membuka peluang lagi untuk tidak mendapatkan keselamatan, karena begitu menyatakan percaya maka roh kudus sudah bekerja, iman tidak akan lepas, dan dosa yang akan dilakukan pasti ditebus. Pernyataan terakhir anda yang menyebutkan anda pasti mati dalam iman kelak, dan artinya anda sudah mengetahui dari sekarang bahwa anda akan mati dalam keselamatan, mengoreksi jawaban anda terdahulu yang meyatakan tidak seorangpun Kristen yang tahu dalam keadaan bagaimana dia akan mati kelak.]]]]]]

Esra : Saya tidak pernah menyatakan bahwa tidak ada orang Kristen yang bisa tahu bagaimana dia mati kelak? Yang saya katakan adalah karena iman sifatnya subyektif, kita tidak bisa tahu kesungguhan iman seseorang. Hanya dia dan Tuhan yang tahu itu. Itu tidak bertentangan dengan saya sendiri meyakini iman dan keselamatan saya. Untuk orang lain saya tidak tahu / yakin, untuk diri saya, saya yakin. Itu sama sekali tidak bertentangan.
======

[[[[[Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya ketika seorang Kristen menyatakan dirinya sebagai Kristen, dia sendiri tidak mengetahui apakah dirinya merupakan Kristen yang sungguh-sungguh atau bukan (Kristen KTP). Ini sangat manusiawi karena setelah itu mereka tetap melakukan dosa, dan dosa akan 'menggerus' keimanan yang memuculkan keraguan kembali. ]]]]]]]

Esra : Bisa saja ada kesalahmengertian bahwa dengan adanya dosa yang masih diperbuat berarti seseorang bukan Kristen sejati. Tetapi itu adalah kesalahan pengertian. Jikalau orang benar2 memahami Kitab Suci bahwa bahkan seorang yang sudah benar2 Kristen pun masih bisa melakukan dosa, maka adanya dosa tidak lantas menjadikan orang itu ragu akan iman dan kepastian keselamatannya. Keraguan akan hal itu hanya dilandasi oleh ketidakmengertian akan ajaran Kitab Suci ttg itu.
====

[[[[[[Tindakan untuk mengutip ayat alkitab ketika menjawab tuntutan agar mereka menyatakan diri sudah pasti selamat merupakan reaksi logis untuk mencari 'catelan' agar keraguan tersebut bisa dihilangkan. Tentu saja sebagai manusia, saya tidak bisa menyelami isi hati orang Kristen, saya hanya bisa menduga-duga saja. Yang mengetahui hanyalah Allah sebagai pihak Yang Maha Mengetahui segala isi hati manusia.

Melalui jalan diskusi ini saya bisa mengkonfirmasi apa yang Dia sampaikan tentang ini :

Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar. Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (Al-Baqarah 94-95).

Sebagai analoginya, kepastian keselamatan daam konsep Kristen mungkin bisa digambarkan ibarat supporter PSSI yang menyanyikan lagu 'Garuda Didadaku' ketika menyemangati kesebelasannya di stadion :"Hari ini aku yakin pasti menang..". Soal apakah memang kesebelasan PSSI memenangkan pertandingan tidak ada seorangpun yang tahu sampai pertandingan selesai, nyatanya PSSI memang sering banyak kalahnya dibandingkan menangnya..]]]]]

Esra : Hehehe….. anda menilai secara salah. Biar saya beritahu bahwa keyakinan keselamatan seorang Kristen bukanlah lahir dari upaya menutupi keraguan.

Keyakinan keselamatan itu bukanlah keyakinan yang dipaksakan, dimana orang itu berusaha meyakin-yakinkan dirinya sendiri bahwa ia pasti akan masuk surga. Keyakinan yang benar datang / diberikan oleh Roh Kudus. Ini terlihat dari Ro 8:16 yang menunjukkan bahwa Roh Kudus itu meyakinkan kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Karena keyakinan ini diberikan oleh Roh Kudus, maka keyakinan ini akan ada tanpa dipaksakan. Pada waktu ditanya: ‘Apakah kalau kamu mati kamu yakin akan masuk surga?’, maka dengan hati yang sungguh-sungguh yakin, ia bisa berkata ‘Ya!’. Jadi ini tidak sama dengan supporter PSSI.
16 minutes ago · Like

Esra Alfred Soru :

[[[[[Demikian closing speech dari saya, silahkan anda menyampaikan bagian anda, setelah itu diskusi antara kita berdua saya nyatakan selesai..]]]]]

Esra : Baiklah! Berikut ini adalah closing speech saya.

Dengan mengacu pada thread yang anda angkat, dan juga jalannya diskusi, maka saya akan mengemukakan 2 hal :

1. Tentang dosa
------------------------

Dasar dari ajaran Kristen adalah Kitab Suci. Dan karena itu maka menentukan sesuatu perbuatan adalah dosa atau bukan harus mengacu pada Kitab Suci karena Kitab Suci / Firman Tuhan.

Ini terlihat dari:

2Tim 3:16 - “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, UNTUK MENYATAKAN KESALAHAN, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

Jadi ayat ini mengatakan bahwa salah satu fungsi Firman Tuhan adalah untuk menunjukkan kesalahan / dosa-dosa kita.

1Yoh 3:4 yang berkata bahwa “dosa adalah pelanggaran hukum Allah”.

Ro 3:20b - “oleh hukum Taurat orang mengenal dosa”.

Dalam setiap negara ada undang-undang. Apakah tindakan kita salah atau benar tidak didasarkan pada pandangan umum ataupun pandangan pribadi, tetapi didasarkan pada undang-undang tersebut. Tidak peduli kita menganggap tindakan kita itu benar, ataupun seluruh masyarakat menganggap tindakan kita itu benar, tetapi kalau undang-undang menganggap kita salah, maka kita salah.

Kitab Suci / Firman Tuhan adalah undang-undang yang Allah berikan kepada kita, dan karena itu Kitab Suci / Firman Tuhan ini adalah standard hidup kita.

Karena itu kalau Kitab Suci menyetujuinya suatu tindakan, tindakan itu bukan dosa. Sebaliknya kalau Kitab Suci mengecamnya / menganggapnya sebagai dosa, maka itu adalah dosa.

2. Tentang keyakinan keselamatan seorang Kristen
--------------------------------------------------------------

Orang Kristen sejati adalah seorang yang mempunyai keyakinan keselamatan. Jikalau seorang ditanya “kalau kamu mati malam ini, yakinkah kamu bahwa kamu akan masuk surga?” Kalau jawabannya ‘tidak’, itu menunjukkan orang itu bukan kristen atau bukan kristen yang sejati alias Kristen KTP.

Lalu apa dasarnya kekristenan mempunyai keyakinan keselamatan?

a. KRISTEN ADALAH AGAMA YANG HANYA MENGANDALKAN IMAN KEPADA YESUS KRISTUS UNTUK KESELAMATAN.

Dalam agama lain perbuatan baik menentukan keselamatan, atau setidaknya mempunyai andil dalam keselamatan. Ini menyebabkan dari sudut agama itu sendiri tidak mungkin ada keyakinan keselamatan, karena siapa yang bisa tahu banyaknya dosa atau perbuatan baik yang ia lakukan selama hidupnya? Tetapi dalam kekristenan, keselamatan didapatkan hanya karena iman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan karena itu orang kristen bisa, dan bahkan harus, mempunyai keyakinan keselamatan.

b. ADANYA AYAT-AYAT KITAB SUCI YANG MENUNJUKKAN BAHWA ORANG KRISTEN HARUS YAKIN AKAN KESELAMATANNYA.

1Yoh 5:13 - “Semuanya ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal”.

Rom 8:16 - “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah”.

Arti Rom 8:16 ini adalah bahwa Roh Kudus meyakinkan kita yang percaya bahwa kita adalah anak Allah, dan kalau kita yakin bahwa kita adalah anak Allah, maka kita pasti akan yakin akan keselamatan kita.

c. ORANG KRISTEN SEJATI HARUS PERCAYA BAHWA KRISTUS MATI DISALIB UNTUK MENEBUS SEMUA DOSANYA, BAIK DOSA YANG LALU, YANG SEKARANG, MAUPUN YANG AKAN DATANG, TANPA KECUALI.

Hal ini ditunjukkan oleh kata-kata ‘segala’ atau ‘semua’ dalam ayat-ayat di bawah ini:

Kol 2:13 - “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaran-mu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidup-kan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni SEGALA pelanggaran kita”.

1Yoh 1:7,9 - “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada SEGALA dosa. ... Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari SEGALA kejahatan”.

Tit 2:14 - “yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk mem-bebaskan kita dari SEGALA kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik”.

Sekarang, bisakah orang yang percaya bahwa Yesus mati menebus semua dosanya masih ragu-ragu akan masuk surga? Dosa yang mana yang menyebabkan ia berpikir bahwa ia masih bisa masuk neraka? Bukankah ia percaya SEMUA dosanya sudah ditebus? ‘Percaya bahwa Yesus mati untuk SEMUA dosanya’ dan ‘takut kalau-kalau ia akan masuk ke neraka / tidak yakin ia akan masuk surga’ adalah 2 hal yang kontradiksi / bertentangan, yang tidak mungkin bisa ada dalam diri seseorang secara bersamaan. Jadi, kalau seseorang betul-betul percaya bahwa Yesus telah mati untuk semua dosanya (yang lalu, yang sekarang, maupun yang akan datang, tanpa kecuali), maka ia pasti yakin akan masuk surga.

Dalam hidupnya ia memang masih berdosa dan akan berbuat dosa lagi terus sampai ia mati. Tetapi kalau ia percaya bahwa Kristus telah mati untuk semua dosanya, termasuk semua dosa-dosa yang akan datang, maka tidak ada alasan bagi dia untuk meragukan keselamatannya. Sebaliknya, kalau ia masih tidak yakin akan masuk surga atau masih takut kalau-kalau akan masuk neraka, maka itu menunjukkan bahwa ia tidak percaya bahwa Yesus telah mati untuk SEMUA dosanya, dan ini menunjukkan bahwa ia hanyalah orang kristen KTP.

Ilustrasi: Anda mempunyai hutang kepada si A. Si B merasa kasihan kepada anda dan ia lalu membayar semua / seluruh hutang itu, dan ia lalu memberitakan hal itu kepada anda. Kalau anda betul-betul percaya kata-kata si B bahwa ia telah membayar seluruh hutang anda kepada si A, mungkinkah anda masih takut untuk bertemu si A, dengan alasan takut ditagih hutang? Kalau anda masih takut, itu menunjukkan anda tidak percaya bahwa si B telah membayar seluruh hutang saudara.

Jadi seorang Kristen yang sejati pasti yakin akan keselamatannya. Keyakinan keselamatan ini tidak bisa ada pada orang2/ agama yang menyandarkan keselamatannya pada usaha / perbuatan baik mereka sendiri.

Esra Alfred Soru :

Sesuai dengan kata-kata anda bahwa setelah saya berikan closing speech ini maka diskusi kita telah berakhir, maka dengan ini saya mengucapkan terima kasih pada anda untuk kesempatab berdiskusi ini, semoga diskusi in imembawa manfaat bagi banyak orang terutama untuk memahami apa yg dipercayai oleh seorang Kristen, terlepas dari menyetujuinya atau tidak.

Salut untuk anda yang bisa berdiskusi dengan baik. Semoga banyak rekan Islam yg dapat meniru anda di dalam berdiskusi. GBU.

Arda Chandra :

Saya juga mengucapkan banyak terima kasih pak Esra Alfred Soru atau diskusi ini. Dengan hati yang tulus saya menyampaikan salut kepada anda yang konsisten untuk menyampaikan apa yang ada dalam ajaran Kristen sehingga saya mendapatkan input berharga, terlepas bagaimana penilaian saya tentang hal tersebut.

Salam..

Tentang Arda Chandra

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

3 komentar:

laskar pembela mengatakan...

Saya rasa pak ersa belum yakin dng yesus sebagai juru selamat sebab pak ersa masih mau di dunia dari di surga yang serba enak..kalau dia yakin dosa sudah di tebus kenapa tidak mau ke surga

roesland mengatakan...

Semua umat manusia sampai saat ini, masih menunggu hari penghakiman dari Allah, setelah dihakimi, barulah kelihatan siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka.

roesland mengatakan...

Orang sakit, percaya dan yakin dahulu kepada dokter, barulah dia mau menuruti dan melakukan perintah Dokter,barulah dia memperoleh kesembuhan.

Kalau tidak yakin, maka orang sakit tersebut tidak mungkin mau menuruti dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Dokter.

Demikian halnya dengan orang berdosa.

Percaya dahulu kepada Yesus, baru lah dia mau menuruti petunjuk /perintah Yesus.

Jangan hanya percaya dimulut, tetapi buktikan kepercayaanmu dengan perbuatan.